AGUS SALIM wrote:
> 
> Salam,
> Pak, saya kira Pak Narman bilang Syekh Sitijenar keliru dari kacamata
> kita manusia hingga dapat mengambil pelajaran dan hikmah dari peristiwa
> itu. Sedang yang sesungguhnya boleh jadi memang itu yang Allah kehendaki
> untuk syekh Sitijenar lakukan untuk menjadi pelajaran bagi kita umat
> kemudian.
> 
> Barangkali sebagai hamba Allah Syekh Sitijenar hanya menjalankan titah
> Ia yang sangat dicintainya.
> 
> Salam,
> 
> Gus Lim
> Nb. Maaf ini hanya ide nakal dari saya yang belum berpengetahuan.
 
Salam kembali,

Hehehe... anda memang nakal!
Di mata Allah memang tidak ada sesuatu pun yang buruk, tetapi kita
sebagai manusia diciptakan untuk membedakan antara yang 'baik' dan
yang 'buruk'. Selain itu, dengan mempelajari agama, kita juga dituntut
untuk hanya berpihak kepada yang 'baik'. 

Jadi, begitulah: ketika kita harus berpihak, maka kita dapat
mengatakan bahwa Syeh Sitijenar itu salah menurut pandangan melalui
kacamata kita. Kita hanya mampu berkata bahwa ia tidak bersalah ketika
kita melepaskan diri dari kacamata manusia; tetapi belum semua peserta
di milis ini bisa memandang dengan cara begitu. Lha wong untuk
memahami perbuatan Nabi Khidir [di depan Nabi Musa] saja masih sulit,
kok!

[Mohon jangan ditanggapi, agar kita tidak terjerumus lagi ke dalam
kebingungan seperti ketika membicarakan manfaat syaitan.]

Wassalam,
RS



---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke