>> Hati ruhaniyah inilah pada dasarnya Jiwa Muthmainnah itu sendiri.
>Oh, "Hati" adalah Jiwa Muthmainnah itu sendiri?
Tepatnya...
Hati ruhaniyah & jiwa muthmainnah itu, seperti 2 sisi dari sebuah mata uang.
>Meski penjelasan ini menjawab beberapa hal seperti posisi "Lubb" yng
>merupakan akal dari "Jiwa Muthmainnah" dan berbagai kebingungan lainnya.
>Tetapi malah menimbulkan pertanyaan lain yaitu : jika Hati adalah Jiwa
>Muthmainnah itu sendiri maka bagaimana mungkin hati itu disebut "Qalbun"
>yang berarti berubah-ubah/ berbolak-balik seperti bulu yang ditiup angin,
>padahal mestinya Jiwa Muthmainnah ini cukup dapat diandalkan.
Qalbun berubah-ubah. Demikian juga dengan Jiwa Muthmainnah.
ia berubah menjadi Jiwa biasa yang tertutupi penyakit hawa nafsu & syahwat.
Kalau noda yang mengotorinya tebal, maka ia berbalik ke arah negatif.
Bila nodanya luruh, maka ia berbalik ke arah positif.
>Lagian kalau hati ini sama dengan Jiwa Muthmainnah itu sendiri maka
>penggambaran populer "Hati di tiga persimpangan" menjadi aneh bin ajaib
>karena di situ digambarkan bahwa Hati dipengaruhi 3 entitas yaitu "Jiwa
>Muthmainnah", "hawa Nafsu" dan "Syahwat". Berarti kan "Hati" itu berbeda
>dengan "Jiwa Muthmainnah" itu sendiri.
Hati itu di 3 persimpangan.
Hawa Nafsu
/
/
Jiwa Muthmainnah -------- HATI
\
\
Syahwat
Kalau ia "bersih" dari pengaruh hawa nafsu dan syahwat, maka hati itu
adalah jiwa muthmainnah itu sendiri. Jiwa Muthmainnah itu adalah
"default"-nya dari isi hati. Maka itu yang disebut dengan JATI DIRI adalah
Jiwa Muthmainnah tersebut.
>Jadi saya sulit untuk menerima penjelasan bahwa Hati itu = Jiwa Muthmainnah.
>
>Saya masih lebih bisa menerima penjelasan bahwa "Lubb" itulah "Hati /
>Qalbun". Pada orang yang Hati=Lubb-nya masih didominasi Feeling maka inilah
>Hati yang berbolak-balik, sedangkan pada orang yang Hati = Lubb-nya
>didominasi "Intuisi" dari ilmu yang benar maka akan menuntun kepada
>pensucian jiwa, sedang pada orang yang telah menjalankan pensucian Jiwa maka
>Hati = Lubbnya telah hidup Al_Haq -- Hati dengan Lubb yang telah hidup
>AL-haq inilah yang akan mampu menampung Allah SWT.
>Tapi ini semua cuman gambaran buram lho :-)
Kesimpulan diatas juga benar, dengan sedikit koreksi "Lubb" itu adalah Akal
Hati.
Yang dalam defaultnya adalah Al Haq yaitu akal jiwa muthmainnah.
Namun karena Jiwa Muthmainnah (hati) terkena penyakit hawa nafsu dan
syahwat, jadi Lubb hanya dipergunakan sebatas rasa dan kebiasaan, maka Lubb
nya ini yang menjadi feeling.
.... dst sesuai dengan kesimpulan Mas Ali.
Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau
ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha
Bijaksana. (QS. 2:32)
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)