On Fri, 24 Dec 2004 20:17:06 +0700, Budi Rahardjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > On Fri, 24 Dec 2004 05:04:03 -0800, Made Wiryana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Pernah mengalami mimpi > > buruk pakai Word, karena dari tiap team punya format yg berbeda, > > (misal model bullet, dan spasi bullet, dan ini ngabisin waktu untuk > > meriksa konsistensinya. > > Yang ini saya tidak masalah karena penulis bisa diajarkan > hanya untuk menggunakan style yang sudah dibuat. > Masalah saya dengan MS Word adalah ... crash melulu. > Ini hampir pasti terjadi terus terutama untuk dokumen > yang kompleks (banyak tabel, dll.) dan panjang (> 100 halaman).
Teorinya begitu, tetapi pada prakteknya orang mengetik pakai MS Word (atau word processor) sering tergoda untuk nabrak style ini. Ini yg beda dengan pakai LyX, orang dipaksa ngikutin template/class ddan untuk nabraknya harus repot. Dokumen yg dikerjakan bareng bareng yg pernah saya edit sekitar 300 halaman dengan gambar yang banyak banget. Dengan LyX (3 tahun yg lalu) enteng saja hal itu dilakuakn tanpa takut crash. Saya pernah ngelayout salah satu dokumen "blue print" salah satu Dept, dengan LyX dapat hasil yang konsistten dan bagus jauh lebih cepat dibandingkan dikerjakan oleh 4 orang menggunakan MS Word dan 4 orang itu sudah terbiasa dengan MS Word. Tahu sendiri khan blue print itu biasanya lebih dari 200 halaman dan penuh dengan gambar, bagan, tabel. > Entah kenapa saya coba LyX berkali-kali tapi gak > sreg (lupa gagalnya dimana). Saya coba bukan hanya > sekali dua kali lho. Nggak sreg nya dimana ? soalnya LyX berbeda cara kerjanya dg Word processor atau desktop publisher (seperti framemaker). Pakai LyX ini mengubah metoda penulisan dokumen dibanding pakai Wordprocessor, karena memang konsep yang dianut LyX berbeda. LyX sekarang udah enak (tool yg saya masih kehilangan cuma Outline manager seperti KLyx dulu). yang nggak enak adalah "warna backgroundnya" he he tapi ini bisa diedit dan dicompile sendiri khan he heh e Font bisa pakai Font Windows bagi pecinta True Type Font. IMW
