waktu itu, Mon, Sep 05, 2005 at 07:41:52AM +0300, Mohammad DAMT menulis:
> 
> semuanya ga ada gunanya kalau orang2nya masih kayak begini juga.
> bikin robot baru yang ga bisa disogok untuk tembak mati orang2 yg ga
> beres.
 
Wah ini thread lama (dalam otak saya) tentang perbaikan. Sistemnya dulu, atau 
orangnya dulu. Orang jujur kalau masuk sistem yang korup, lama-lama jadi korup. 
Orang yang mentalnya maling, masuk ke dalam sistem yang sejujur/seketat apapun 
akan tetap cari celah untuk maling. Ayam ma telor. Mana dulu yang perlu 
diperbaiki?

IMHO, sifat (1 orang) atau budaya (banyak orang), adalah produk dari sistem 
kemasyarakatannya. Bagaimana antar masing-masing orang bergaul. Bagaimana 
perilakunya. Dari asumsi itu, mengingat masyarakat kita (terutama di Jakarta) 
sekarang keras (golcok alias senggol bacok), bersifat seenaknya sendiri, nggak 
mau ngakuin salah dll.. adalah hasil dari sistem yang keras, sistem yang 
seenaknya sendiri dll.

Mau tidak mau, harus diurai satu-satu kekusutannya. Konon itu cita-cita 
Reformasi. Dan lebih doable memperbaiki sistem. Kalau memperbaiki moral, lebih 
sulit ngukurnya. Itu subyektif. Moral lebih baik dibiarkan menjadi urusan 
masing-masing orang.  Kalau tembak mati itu usulan revolusi. Korbannya lebih 
banyak..

--
fade2bl.ac

Kirim email ke