> Oleh karenanya, sebaiknya pak Riasto dan yang ngurusi alumni merujuk ke
> aturan yang dibuat senat universitas supaya tidak jalan sendiri. Bisa saja
> pak Riasto, misalnya, membuat aturan/ definisi sendiri lha kalau
> bertentangan dengan aturan/ definisi lembaga di atasnya piye?
>
Pendapat Mas Ibnu itu memang benar, dan hal itu biarlah urusan UNDIP. Saya
sendiri lebih suka keluar dari aturan - aturan UNDIP dan mungkin juga DIKTI.
Lha wis piye wong kalau nuruti aturan main yang formal itu lalu saya lebih
suka mendifinisikan Universitas Kita sebagai Kerajaan Universitas. Masak ada
libur kuliah gara-gara Pak Pimpinan "mantu" juga pernah saya mengalami hal
yang kebangeten banget...Pembenatu Rektor diwakili oleh Staff Ahlinya dan
staff ahlinya menyampaikan pidato sambutan sambil memberi alasan ketidak
hadiran Pak Rektor dan Pak Pembantu Rektor karena Pak Rektor mau "mantu" dan
Pak Pembantu Rektor juga berhalangan karena jadi panitian "mantu"nya Pak
Rektor...... padahal yang hadir pada acara tersebut adalah Bapak Wagub II
Jateng dan acara "mantu"nya Pak Rektor masih 1 minggu lagi.
Di MM lebih ngeri lagi, masak setiap ganti pengelola juga ganti kurikulum,
kayak jaman ORBA setiap ganti menteri pasti ganti kurikulum....makanya Pak
Ibnu segera saja selesai dan kembali, kami memerlukan sekali peran Pak Ibnu,
kita kehabisan orang yang punya "jatidiri" untuk kepentingan Lembaga, sebab
kita terlalu banyak orang yang memiliki "jatidiri" tetapi untuk kepentingan
"jatidiri"nya sendiri.
Nek ngene iki piye mas Heri Herwanggono ? Kalau nggak salah kumpulan
tembangnya Sultan Agung itu banyak sekali "dakwah" yang "njawani" ya.
Salam.
______________________________________________________________
>From "Riasto Widiatmono" <[EMAIL PROTECTED]> to UNDIP List
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id