BAGUS SASMITO wrote: >Pak Eko dan Ibu Florensia yth, >Gereja, dalam agama KATOLIK ROMA (bukan Kristen Katolik) memiliki 2 >(dua) arti yang sudah dimengerti oleh umatnya, yaitu Gereja adalah >sekumpulan orang yang percaya dan beriman kepada Yesus Kristus (Isa >Al Masih), kemudian yang kedua, gereja adalah tempat berkumpulnya >sekelompok orang (beragama Kristen atau Katolik) untuk beribadat >kepada Tuhan.SEKALI LAGI, TIDAK ADA DEFINISI LAIN SELAIN KEDUA >DEFINISI DI ATAS.
Eko Raharjo: Pak Bagus Yth, Anda benar andaikata kita ini dalam forum kursus agama Katolik. Memang itulah yang diajarkan disana. Seperti halnya, menurut batasan intern disana KB (keluarga berencana) hanya ada satu definisi yakni pantang berkala. Namun kita bukan dalam forum intern, tertutup, artificial, melainkan kita ini berada dalam kehidupan nyata, terbuka, internasional, dimana yang berlaku adalah logika umum dengan berdasarkan fact not fantasy!. Sudah merupakan pengertian umum (internasional!) bahwa sebutan Gereja dalam konteks sex abuse, sex scandal, cover-up pedophile adalah organisasi dari klerik (imam) Katolik yang terstruktur dalam suatu hirarki dengan Uskup-2 sebagai pemimpinnya, sedangkan pucuk pimpinannya adalah Paus yang berkedudukan di Vatican, Roma. Bagus Sasmito: >Mungkin yang dimaksud oleh Pak Eko adalah gereja sebagai tempat >ibadat, di mana dalam gereja ada pemimpin umat dan umatnya (Betul ?). >Sebab seandainya yang dimaksud Pak Eko adalah Gereja dalam arti non >fisik, berarti Pemimpin Gereja yang dituliskan melakukan >tindakan-tindakan amoral tersebut adalah Yesus Kristus itu sendiri, >karena Pemimpin Gereja adalah Yesus Kristus. Sehingga, saya kurang >setuju bahwa gereja dianggap sebagai suatu organisasi dari sekelompok >laki-laki yang punya perut dan penis. SEKALI LAGI, TIDAK ADA DEFINISI >LAIN SELAIN KEDUA DEFINISI DI ATAS. Eko Raharjo: Seperti saya jelaskan diatas, tentu saja saya tidak memaksudkan bahwa suatu gedung, (apakah itu gedung DPR, gedung batu atau gedung gereja) bisa punya skandal atau bisa melakukan cover-up dan bisa dituntut, divonis dan telah membayar sampai mencapai bilions of dollars (karena saking banyak dan beratnya kasus yang terjadi). Jadi batasan Gereja seperti yang saya terangkan tidak saja sudah menjadi pengertian umum melainkan pula telah menjadi legal term yang dipakai dalam pengadilan di negara-negara maju. Sebelum anda tanyakan lebih lanjut saya terangkan terlebih dahulu bahwa saya tidak memaksudkan pula sebagai "burung gereja". Kasihan kepada burung-2 yang tidak berdosa ini yang tidak pernah memperoleh jam Guci dari umat Katolik. Sebagai konsekuensi dari definisi diatas maka sudah menjadi pengertian umum pula bahwa pemimpin-pemimpin Gereja adalah uskup-uskup. Merekalah yang sekarang ini sedang dituntut pula ke pengadilan dengan berbagai tuduhan seperti criminal cover-up, witness tempering dst (sebagian merupakan pelaku pedophile sendiri). Dibawah ini adalah beberapa contoh statement yang saya ambil dari media di USA "Some church leaders, through action or inaction, have helped criminally accused priests leave the country".(the Dallas Morning News). Tentu saja yang dimaksudkan dengan church leaders (pimpinan-2 Gereja) tsb diatas bukanlah Yesus Kristus, bunda Maria atau Petrus melainkan para uskup. "that church leaders rarely alerted police and sometimes pressed victims not to, allowing criminals to escape the consequences of their crimes" (Richard Sipe, Psychiatrist) Sama halnya, disini Yesus Kristus atau bunda Maria tidak mungkin menekan korban pedohile untuk tidak lapor kepada polisi (sebab konsekuensinya lebih lanjut Yesus Kristus bisa dituntut dan dipenjara). Hal semacam ini tidak pernah dibicarakan dalam kursus agama Katolik kan?! Namun inilah dunia nyata klerik Katolik(pastor, uskup) yang diajarkan sebagai orang-orang yang terpilih (oleh Allah) pantang seks, suci, gembala, penyelamat jiwa ternyata tidak sedikit merupakan kriminal-2 keji, kotor menjijikkan, penyesat, perusak jiwa anak-anak, wanita, dan umat lainnya. Dalam dunia nyata masyarakat tidak memakai aturan Gereja melainkan hukum negara yang berlaku. Jadi pelaku kriminal hukumannya bukan didoakan melainkan dipenjara dan harus bayar ganti rugi. Kalau anda kurang setuju bahwa Gereja secara sarcastic saya gambarkan sebagai organisasi dari sekelompok laki-laki yang punya perut dan penis. Silahkan anda menambahi apa yang anda anggap kurang. Tentu saja selain punya perut dan penis mereka juga punya prostat, ginjal, limpo, kolomenjing... Anda bebas menambahi sampai komplit, yang saya tidak percaya adalah kalau mereka punya otak dan hati! Bagus Sasmito: >Kemudian tentang kehidupan 'menyendiri' para Pastor, disebabkan mereka >terikat kaul-kaul, yang antara lain adalah tidak menikah dan tidak >memiliki kekayaan. Mengenai penyimpangan yang terjadi terhadap gereja >katolik, seperti yang dibeberkan oleh Pak Eko, itu katolik mana ??? >Ada dua aliran katolik besar yang ada di dunia, KATOLIK ROMA dan >KATOLIK ORTODOX. Sedangkan di Indonesia sendiri, yang ada adalah >KATOLIK ROMA yang kebetulan minoritas dan selalu menjadi sorotan >(mungkin juga ditekan), tanpa pernah mau ditengok sisi baiknya. Eko Raharjo: OK saya asumsikan anda adalah seorang yang NAIVE (jujur dan pahpoh). (saya terpaksa berasumsi supaya saya bisa memulai dari suatu point, btw, naive adalah asumsi yang terbaik untuk orang seperti anda) Sekali lagi advice untuk anda adalah lihatlah kehidupan nyata janganlah membenamkan diri pada fantasy. Berpikirlah sedikit kritis, pertanyakanlah doktrin yang diberikan kepada anda; misalnya tidak boleh menikah apa artinya itu?. Apakah berarti boleh menyetubuhi anak-anak dan wanita kemudian 'tinggal glanggang colong playu'? Tidak memiliki kekayaan?! apakah artinya itu? Siapa pemilik villa-2 di Bandungan, Kaliurang, Kopeng, dst, tanah-2 dan gedung-2 tempat tinggal yang besar, sekolahan-2 yang mahal-mahal, rumah sakit dst dan mobil Mercedes untuk Uskup. Apakah itu semua harta wakaf? Pak Bagus yang jujur, naive, mengapa saya harus bicara mengenai Katolik Ortodox wong perayaan natal mereka saja di tanggalan tidak merah. Juga saya tidak bicara mengenai saksi Yehova, Mormon, Menonite dst. Apa relevansinya Gereja Ortodox dengan kehidupan di Indonesia. Seandainya Gereja Katolik (silahkan kalau mau menambahi sendiri dengan Roma) punya pengaruh yang tidak signifikan seperti Gereja Ortodox maka saya tidak akan menulis dalam bahasa Indonesia (publik Indonesia). Alasan utama adalah Gereja Katolik meskipun seara jumlah adalah minor namun punya pengaruh yang besar (major)dalam banyak aspek kehidupan di Indonesia, politik, ekonomi, sosial, pendidikan, moral dst. Merupakan kewajiban saya sebagai orang yang mengenal banyak seluk beluk kehidupan Gereja Katolik baik di Indonesia maupun di Eropa dan North America untuk memberikan peringatan kepada publik disana mengenai sex scandal, kriminalitas didalam Gereja! Terlebih karena media terkemuka seperti Kompas yang very well informed mengenai kasus-kasus busuk tersebut bungkam seribu bahasa! Hormat saya Eko Raharjo -------------------------- Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2 to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 551 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
