Good Point Mas Nasrullah Idris. Sekarang saya ganti tanya. Kenapa tanggal 1 Ramadan dan 1 Syawal bagi sebagian umat tidak klop? Padahal dengan kemampuan teknologi saat ini semuanya itu bisa diperkirakan. Apakah (sebagian) umat Islam anti teknologi?? Lalu, bagaimana azan yang menggunakan loudspeaker? Apakah itu juga diperbolehkan?
Saya tunggu jawabannya. IW >===== Original Message From "Nasrullah Idris" <[EMAIL PROTECTED]> ===== >Kesalahan dalam Penulisan Imsyakiah Ramadhan > > Mungkin anda pernah menerima imsyakiah Ramadhan dengan tabel sebagai >berikut : > >Tgl, Imsyak, Shubuh, dan seterusnya .... >1 Ramadhan >2 Ramadhan >dan seterusnya > > Sebagian orang akan mengartikannya sebagai 1 Ramadhan, 1 Ramadhan, dan >seterusnya. > Bagi saya, ini bisa membingungkan. Kenapa? > Soalnya pergantian tanggal dalam tahuh hijrah bukan jam 00.00 (malam >hari), tetapi siang hari. Jadi bisa saja ketika >menjalankan puasa pertama, pada waktu sholat Ashar, kita sudah memasuki tanggal >2 Ramadhan. Ini terjadi karena waktu puasa kita >bukan berdasarkan peredaran bulan, melainkan matahari. Kita kan tidak mengenal >kalimat ".... berpuasa sampai bulan terbenam". > Karena itu sebaiknya Imsyakiah ditulis dengan susunan seperti (seperti >untuk tahun ini) > >Tgl, Imsyak, Shubuh, dan seterusnya .... >6 Desember >7 Desember >dan seterusnya > > Rasanya masalah ini perlu dibahas lebih lanjut. > >Wassalam > >Nasrullah Idris > > > >--------------------------------------------------------------------- >Milis Archive: http://archive.undip.ac.id >to unsubscribe, mailto:undip-unsubscribe@;pandawa.com - Seq. #194 >DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id --------------------------------------------------------------------- Milis Archive: http://archive.undip.ac.id to unsubscribe, mailto:undip-unsubscribe@;pandawa.com - Seq. #195 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
