Sebenarnya perbedaan waktu 1 Ramadhan dan 1 Syawal itu tidak perlu terjadi untuk wilayah yang sama. Kecuali kalau bumi kita ini, bulannya ada dua. Yang pertama berpatokan pada yang satu dan yang kedua berpatokan pada yang lain. Jadi kalau ada dua versi, berarti salah satunya salah : kecepatan berlebaran/berpuasa atau kelambatan berlebaran/berpuasa.
Tetapi yakinlah, Allah Maha Pengampun. Bisa jadi penyebabnya adalah belum membuminya masalah "tradisi melihat bulan" pada masyarakat. Saya juga belum bisa. Wassalam, Nasrullah Idris ----- Original Message ----- From: Ibnu Widiyanto <[EMAIL PROTECTED]> To: ** MILIS UNAIR <[EMAIL PROTECTED]>; ** MILIS UNDIP <[EMAIL PROTECTED]>; Nasrullah Idris <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Sunday, November 03, 2002 12:30 AM Subject: RE: [UNDIP] Kesalahan dalam Penulisan Imsyakiah Ramadhan Good Point Mas Nasrullah Idris. Sekarang saya ganti tanya. Kenapa tanggal 1 Ramadan dan 1 Syawal bagi sebagian umat tidak klop? Padahal dengan kemampuan teknologi saat ini semuanya itu bisa diperkirakan. Apakah (sebagian) umat Islam anti teknologi?? Lalu, bagaimana azan yang menggunakan loudspeaker? Apakah itu juga diperbolehkan? Saya tunggu jawabannya. IW --------------------------------------------------------------------- Milis Archive: http://archive.undip.ac.id to unsubscribe, mailto:undip-unsubscribe@;pandawa.com - Seq. #198 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
