Saya kira banyak perusahaan asing juga mempunyai kultur yang sama yaitu
tidak dibenarkan menerima/memberikan dalam bentuk apapun kepada  rekanan
bisnisnya.Demikian juga di perusahaan dimana kami bekerja saat ini.Setahu
saya budaya beri memberi parcel seperti ini juga tidak nampak di Australia
maupun di Inggris.
Bagi kawan-kawan yang saat ini tinggal di negeri orang perlu juga diketahui
bahwa salah satu TV Nasional/Metro TV sudah beberapa saat yang lalu selalu
menayangkan himbauan agar tidak memberi amplop atau barang ke pada wartawan
Metro TV. Saya kira ini awal yang bagus untuk memberikan pembelajaran kepada
masyarakat kita namun sepertinya kita masih terlalu jauh untuk sampai
kesana.
Mungkin karena kita sudah terlalu lama dijajah sehingga budaya pemberian
upeti merupakan bagian dari hidup kita ..........

Djoko Widyarto JS, Sr.Medical Consultant

PT.Caltex Pacific Indonesia
A Subsidiary of Chevron Texaco
Rumbai, Pekanbaru 28271 Riau, Indonesia
Phone (0761) 59 4272   Fax (0761) 592488


-----Original Message-----
From: Ibnu Widiyanto [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Saturday, November 22, 2003 6:58 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE: [UNDIP] Menunggu Parsel Tiba


>===== Original Message From [EMAIL PROTECTED] =====
>Parcel natal ada dijual.  Parcel natal biasanya dikirim ke famili atau
>kawan baik. Parcel utk relasi bisnis adalah TIDAK WAJAR, krn bisa
>dikait-kaitkan dg pungli.  Kalau mau memberi sesuatu bagi klien, paling
>hanya pulpen bertuliskan nama perusahaan, topi, mug, T-shirt.  Kalau ada
>pejabat Indo studi banding ke US, pelajari ini dulu, supaya bisa hidup
>irit, tidak jor-joran, negara bisa bebas dari hutang.


IW menulis:

Saya jadi inget ketika pertama kali Jean Cretien dan Menkeunya (di tahun
1992) 
menerima sebuah pulpen dari perusahaan minyak. Dalam rangka ucapan selamat 
dari perusahaan itu, eh ribut deh se Kanada. Samapi pulpennya mau
dikembaliin 
sama Jean Cretien sang perdana menteri itu.

Itu baru pulpen. Bayangin deh kalau ternyata upeti. Habis deh.

Selamat berlebaran.

Salam,

IW


--------------------------------------------------------------------------
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: http://forum.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1126
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id


--------------------------------------------------------------------------
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: http://forum.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1128
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id


Kirim email ke