----- Original Message -----
Sent: Tuesday, February 17, 2004 11:19
AM
Subject: Re: [UNDIP] seharusnya Akbar
Tanjung dihukum (6)
sabar mas Sam....
kalo saya ibaratkan begini, Si A suatu saat pergi ke Sunan kuning... trus
beli wanita.... trus berhubungan intim.
Eh ndak taunya si A saat berhubungan initm ini ketahuan tetangganya.
trus tetangganya teriak teriak eeee sia A neng Sunan kuning numpak
jaran....... tersebarlah berita di kampung bahwa sia A lacur.
Pada saat sia A melacur dia sadar itu dosa trus dia
bertobat.......
Nah padahal orang kampung sudah muak karena perilaku dia berlacur
tersebut....
jadi ini aib bukan mas Sam?
Sama juga dengan kasus Bang Akbar... ( saya berbaik sangka saja dia telah
memohon ampun kepada tuhan atas kesalahan yang telah di perbuat.....) jika
bang akbar telah meminta ampun pada tuhan.... apa kita ini berhak menghukumi
dia? berhakkah kita mencaci dia? berhakkah kita menuduhnya politikus busuk?
berhakkah kita menuduhnya kolor ijo? berhakkah kita menuduhnya maling?
apa ini bukan aib juga Mas Sam?
"Kita tidak berhak, tetapi bukankah dia
telah berbuat dan setiap perbuatan pasti ada konsekuensinya.... lha kalo bener
dia telah korupsi, tentu ada konsekuensi hukumannya, wong hukum untuk tindak
korupsi telah ada jauh sebelum dia melakukan korupsi, apa ya maksude trus ga
ditepati..... wong hukum diadakan untuk mengatur kita..... hukum diadakan oleh
nenek moyang kita supaya generasi berikutnya menjadi lebih baik.... okelah
kita berbaik sangka dengan menganggap kalo Mr. AT telah bertobat (kalo korupsi
beneran)tapi apa ndak sebaiknya koruptor tetap dihukum, dihukum sesuai dengan
ketetapan hukum yang berlaku tapi habis itu ya habis perkara koruptor itu
lahir kembali layaknya bayi....
Mungkin yang pak Thohar permasalahkan itu
budaya menghujat, mencela dan saling memaki yang semakin "digalakkan" oleh
"mahasiswa dan politisi" seperti yang ditipi-tipi itu yaa...., kalo itu saya
ya ga setuju puoll.... kayaknya kok ga bermoral sekali bangsa kita........
tapi untuk koruptor harus dihukum dan hukum harus ditegakkan, menurut saya
mutlak adanya......!!!.....Merdeka!!.....:))...."
ndak usah saling menuduh lah, anas mau balikin mobilnya ya kita syukuri
saja, dia masih punya sense of crisis, bang akbar bebas ya disyukuri saja
semoga kita bisa ambil hikmahnya. Dari pada dongkol, pusing dengan ketidak
adilan yang terjadi, malah malah jantungan, stroke, hypertensi, sesak nafas
yang mampir ke kita. Dan tidak merubah keadaan lagi. Tapi jangan
dibilang kita tidak mau keluar dari krisi ini, jangan dibilang kita tidak mau
berjuang. Kita tetap berjuang tapi dengan cara dan norma yang benar.
"Benar sekali pak, semua itu ada
hikmahnya.......... Tapi sing kethok mata kok hikmah kalo AT diputuskan
bersalah ya pak...... hehehe......."
Jadi bukan masalah suci sucian tapi bagaimana mengembalikan moralitas
bangsa ini ke jalan yang benar, mengembalikan moralitas bersopan santun dalam
bergaul, berpolitik. Kalo orang bilang politik itu kotor, karena dia
menghalalkan segala cara, kalo dia taat akan norma yang ada, politik itu
perbuatan mulia kok.
trus jangan berfikiran, wah terlalu membawa bawa agama ke masalah
kenegaraan. Justru paham yang membedakan golongan agamis dan nasionalis ini
yang berbahaya. Bukankah negara kita ini negara yang berketuhanan tapi bukan
negara agama. Jadi praktek perpolitikannya, perekonimiannya kan harus di
dasarkan pada norma tuhan. Jadi kalo nasionalis itu harus memisahkan
antara agama dan urusan ketata negaraan? lah krisi masih akan berlanjut dong.
Wong moralitas itu di ilhami oleh norma keagamaan kok.
Karena saya yakin, demo, pemboikotan, perongrongan kekuasaan, kudeta
revolusi itu tidak akan membawa ketentraman dan keberhasilan dalam menegakkan
kedaulatan bangsa ini. Namun perbaikan mental individu, mentalitas dalam
bergaul, berpolitik akan menjadikan bangsa ini semakin kuat. Ketoke ngoyo woro
tapi paling tidak kita tidak menjadi gila dengan jaman edan ini.
Muhamad Thohar Arifin, MD
Dept of
Neurosurgery, Hiroshima University Japan
1-2-3 Kasumi Minami-ku Hiroshima
Japan 734-8551
81-82-257-5227 fax 81-82-257-5229 home 81-82-264-0502
cell 81-90-6171-6000
[EMAIL PROTECTED]
www.talk.to/thohar
or www.thohar.tk
Do you Yahoo!?
Yahoo! Finance: Get
your refund fast by filing online