Title: RE: [UNDIP] seharusnya Akbar Tanjung dihukum (3)

            Hehehe……inilah hukum kita Pak, kita kan masih pake hukum belanda ya pak? Padahal di belanda aja udah puluhan tahun ngga dipake. Dan hukum yang diterapkan dulu memang dibuat “sedikit” untuk melindungi penguasa, namanya juga taktik penjajah.

 

Kalau dibilang apa ngga ada ahli hukum kita yang bisa bikin sistem baru….?? Banyak sebenernya yang bisa bikin tapi pertanyaan selanjutnya Apa mau diadopsi?

Kan itu yang susah. Jadi saya rasa harus ada dorongan dari pusat pemerintahan untuk melakukan revisi sistem hukum……

 

firman

 

-----Original Message-----
From: Agus B Raharjo [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, February 17, 2004 1:19 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [UNDIP] seharusnya Akbar Tanjung dihukum (6)

 

Wah hukum indonesia memang ADIL, karena cuma disuruh jadi tidak kena delik Hukum.
AT disuruh Habibie.... AT melaksanakan dan kemudian ada penyimpangan AT tidak dihukum.
Tanjung Priok yang nyuruh juga bebas berkeliaran, yang ditahan hanya pelaksana lapangan.

Itulah Indonesia... Memang susah jadi orang surahan, tidak dilaksanakan dipecat.. dilaksanakan dipenjara. Jadi wong gede emang enak. Kerja di Ruangan Ber-AC, makan duit rakyat milyaran, suruh nembakin orang... bebas... Kalau tetap dikejar-kejar ganti kewarganegaraan, atau menginap di Rumah Sakit..:)

Agus B Raharjo

firman tri ajie wrote:

Yth Pak samuel

 

Kalo dilihat inti cerita yang bapak kemukakan, bahwa AT memerintahkan penyaluran dana bulo itu, saya rasa kurang tepat Pak.

Dilihat dari kacamata hukum (maaf jika saya salah karena bukan orang hukum) posisi dakwaan AT itu lemah pak, pada saat dia menjabat mensesneg dia mendapat mandat dari presiden untuk menyalurkan dana bulog untuk pengadaan sembako, bukan memerintahkan dan posisi mensesneg tersebut hanya sebagai pembantu presiden jadi kalau secara hukumnya, seorang MensesNeg itu ngga punya kekuasaan atas penyaluran dana tersebut kecuali ada perintah berupa inpres dari presiden.

 

Kalau dari sudut manusia/moral memang banyak orang yang menghujat …..ko ya tega uang buat wong cilik diembat juga (dimana keadilan? Katanya) tapi jangan melihat posisi Akbar sebagai individu, tapi tinjau akbar sebagai mensesneg pada saat itu, dan saya kira betul putusan MA bahwa tuntutan jaksa itu lemah. Kalaupun yang harus dipersalahkan adalah yang memberi instruksi pada mensesneg (saya ngga bilang habibie lho?)

 

 

Kirim email ke