tapi menurut tulisan yang saya baca seperti kasusnya dokter aborsi di surabaya, dokter yang berpraktek mengaborsi tanpa ada alasan medis yang bisa dipertanggungjawabkan emang jadi urusanya IDI ..... dan katanya bisa dicabut ijin prakteknya... apa betul begitu ya pak Dokter ?
Tapi mungkin seperti kebanyakan tempat di kota-kota besar, tempat-tempat ilegal semacam tempat aborsi, pangkalan chiken2, tempat transaksi narkoba rasanya sering menjadi suatu tempat "Rahasia Umum" artinya bahwa banyak dari masyarakat tahu tempat2 semacam itu tapi tutup mata dan nggak mau tahu. Dan biasanya akan blow up kalo ada yang merasa dirugikan baik itu lawan bisnis maupun korban....
Saya punya cerita ttg seorang Ibu Rumah Tangga yang sudah punya 4 anak cowok yang punya pengalaman dengan masalah aborsi, karena ke empat anaknya cowok semua dia pingin menghilangkan janinnya sewaktu hamil anak kelima. Informasi tempat mana dan dokter mana yang bisa melakukan hal itu dengan mudahnya dia peroleh. Dan tempat praktek sang dokter juga bukan ditempat yang tertutup dan terpencil karena dengan mudahnya dia bisa menemukan tempat praktek itu. Tapi begitu sampai di tempat praktek sang dokter, Si Ibu ini mengurungkan niatnya begitu melihat ekspresi dingin sang dokter yang tanpa menanyakan reason apapun tapi langsung menyodorkan biaya aborsi sekian, kalo ibu mau langsung antri nomor sekian...... Si Ibu ini cerita dia merasa ngeri melihat ekspressi sang dokter yang katanya begitu ringan bicara masalah penghilangan nyawa ..... Kalo saya cuma berpikirnya sederhana saja.... lha wong Ibu rumah tangga yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah saja tahu dimana harus melakukan tindakan ilegal itu... apalagi para aparat keamanan yang sangat mungkin lebih tahu banyak ttg tempat semacam itu..... dan mungkin masih banyak lagi ? jadi sebetulnya Tahu sama tahu lah yang ada.... yah kalo nggak mau diutak-utik artinya sajennya harus lengkap.... kalo enggak ya akibatnya akan sama seperti yang diungkap di koran..... ternyata bisnis ilegal pun ada CSRnya ya ... hehehe.....
Salam, Mei
At 12:59 PM 2/21/2004 +0700, you wrote:
Saya yg dr lahir sampe gede di Smg kok gak tau ternyta ada praktek dokter yg begituan ya Wah berarti aku kuper banget ki...Emange dr Nsrh tuh sapa sih, kok IDI yang bertindak ya? kalo yg begitu emang melanggar kode etik dan sumpah dokter enggak sih?
----- Original Message ----- From: "Riyadi Wahyudjatmiko" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Saturday, February 21, 2004 10:02 AM Subject: Re: [UNDIP] Berita menarik dari Semarang......... ( Suara Merdeka)
> Bu Imas asli Semarang ? atau cuma kuliahnya aja yang di > Semarang ? > yg disebut bapak dokter kita itu cuma sebagian saja dari > kehidupan malam Semarang > yang "RUSOH" belum lagi kalau penginapan 2x dan hotel 2X > nya tiap malam diceck hampir 95% pasangan bukan suami > istri!!!!!!!!! > Dan msh banyak lagi dokter 2X yang berpraktek pengguguran > tsb, selain yang disebutkan bpk dr.Thohar. > > On Fri, 20 Feb 2004 09:53:14 +0700 > "imas lia" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > >Masak tho pak praktek aborsi di semarang sampe > >segitunya....... lha kalo aborsi sendiri itu bukannya > >ilegal?... > >Tapi kok ya kebangetan, wis nglakoni mestine yo gelem > >nanggung akibate......... > > > >Wassalam
-------------------------------------------------------------------------- Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: http://forum.undip.ac.id to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1360 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
-------------------------------------------------------------------------- Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: http://forum.undip.ac.id to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1367 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
