Gemas sekali saya baca berita diracunnya Munir. Untung jasad langsung diterima oleh Belanda yg kritis melihat kematian yg mencurigakan begini. Orang meninggal diracun begini masih saya katakan beruntung. Coba kalau diterima oleh Jakarta, akan lain kisahnya, belum tentu langsung di-autopsi, seperti jasad para TKI malang. Saya pesimis sekali dg investigasi polri. Jangan2 nanti hasilnya disimpulkan kriminal murni: Munir dibunuh orang jahat! Sudah, itu thok. Spt kasus Ita Marthadinata relawan kerusuhan Mei yg dibunuh setelah diperkosa. Penyelidik malah "memperluas" kesimpulan ke hal2 yg tidak ada kaitannya dg kematian Ita, spt perilaku seks Ita, yg tujuannya utk menyudutkannya. Supaya tidak sampai pada kesimpulan political assasination. Belum lagi kasus Marsinah, kasus wartawan Udin, kasus Widji Thukul. Mana gerangan hasil penyelidikan itu? Apakah dilupakan saja? Saya betul2 tidak percaya tim penyelidik apa saja yg dibentuk pemerintah. Lebih baik sewa Private Investigator saja. Kita semua orang Indonesia iuran Rp. 10,000. Taruhlah ada 1 juta orang yg iuran, bisa $1 juta terkumpul, cukup utk membayar PI sehandal Magnum PI atau spt Mission Impossible atau James Bond, atau The Saint.
Seandainya pelakunya tertangkap pun, saya ragu2 apakah pengadilan akan adil dalam memberikan hukuman. Di Indonesia, yg namanya pengadilan bukan berarti "adil" walau diambil dari kata dasar "adil". Pengadilan seperti pawn shop saja. Lihat saja Tommy Suharto, dituduh sebagai dalang pembunuhan, hanya 15 tahun in prison & diberi remisi terus2an. Sumiarsih di Surabaya dikenai death penalty krn sbg dalang pembunuhan juga, bahkan grasinya ditolak. Ini baru satu contoh anomali dalam penerapan keadilan.
Seandainya pelakunya tertangkap pun, saya ragu2 apakah pengadilan akan adil dalam memberikan hukuman. Di Indonesia, yg namanya pengadilan bukan berarti "adil" walau diambil dari kata dasar "adil". Pengadilan seperti pawn shop saja. Lihat saja Tommy Suharto, dituduh sebagai dalang pembunuhan, hanya 15 tahun in prison & diberi remisi terus2an. Sumiarsih di Surabaya dikenai death penalty krn sbg dalang pembunuhan juga, bahkan grasinya ditolak. Ini baru satu contoh anomali dalam penerapan keadilan.


Novi Leigh - Kansas


"Hardjono" said:

> Sebaiknya fakta-fakta dijejerkan diatas meja dan silahkan membuat
> kesimpulan sendiri. Jadi jangan belum-belum sudah bilang jangan-jangan
> teman-teman Munir lah yang jadi pembunuhnya, karena iri dan dengki, ilmu
> fitnah klasik yang sudah mengakibatkan 1-3 juta rakyat Indonesia tak
> bersalah dibunuh dan kita tahu siapa dalang semuanya itu.
>

ER:
Tim penyidik harus pihak yang benar-benar independen, punya nyali
dan integritas tinggi dan yang tidak bisa dibengkokkan atau
dimanipulasi oleh kekuatan politik atau militer. Adakah?

Eko Raharjo




_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today - it's FREE! http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/



-------------------------------------------------------------------------- Milis Archive: http://archive.undip.ac.id to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #2329 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id




Kirim email ke