Novi Leigh <[EMAIL PROTECTED]> said:
> Saya pesimis sekali dg investigasi polri. 
> Jangan2 nanti hasilnya disimpulkan kriminal murni: Munir dibunuh orang 
> jahat!  Sudah, itu thok. Spt kasus Ita Marthadinata relawan kerusuhan Mei 
> dibunuh setelah diperkosa. Penyelidik malah "memperluas" kesimpulan ke 
> hal2 yg tidak ada kaitannya dg kematian Ita, spt perilaku seks Ita,
> yg tujuannya utk menyudutkannya. Supaya tidak sampai pada kesimpulan 
> political assasination. Belum lagi kasus Marsinah, kasus wartawan Udin,
> kasus Widji Thukul. Mana gerangan hasil penyelidikan itu?

ER: Ini tergantung pada aktivis masyarakat,LSM, mahasiswa, media, dst,
untuk terus memberikan tekanan kepada pemerintah SBY agar mengusut
kasus Munir dengan serius dan mengungkap kejahatan tsb sampai keakar-
akarnya. Masyarakat Indonesia diluar negeri bisa ikut menyebar
luaskan kekejian yang menimpa champion HAM Munir. Juga bisa memberikan
dukungan moral ataupun material kepada Suciwati dan teman-temannya
yang dengan gigih terus mengusahakan agar keadilan ditegakkan. 

Novi said:
> Saya betul2 tidak percaya tim penyelidik apa saja yg dibentuk pemerintah. 
> Lebih baik sewa Private Investigator saja. Kita semua orang Indonesia 
> iuran Rp. 10,000.  Taruhlah ada 1 juta orang yg iuran, bisa $1 juta
> terkumpul, cukup  utk membayar PI sehandal Magnum PI atau spt Mission  
> Impossible atau James Bond, atau The Saint.

ER: Benar. Berdasar record masa lampau pasti banyak orang ragu dan
tidak percaya atas kerja pemerintah terutama dalam penegakkan hukum
dan keadilan. Semestinya kasus Munir bisa dijadikan momentum bagi 
pemerintahan SBY-Kalla dalam mereform pelaksanaan hukum dan keadilan.
Juga sekalian membersihkan kekuatan jahat yang masih bercokol
dalam tubuh pemerintah ataupun militer. Now or Never!. Sebab sudah
terlalu lama masyarakat Indonesia dalam situasi tanpa kepastian
hukum dan keadilan, korupsi dan kesewenang-wenangan. Bila pemerintah
masih tetap ignorant kemungkinan orang-orang yang masih punya
nurani semakin banyak meninggalkan Indonesia. 

Novi said:
> Seandainya pelakunya tertangkap pun, saya ragu2 apakah pengadilan akan 
> adil dalam memberikan hukuman. Di Indonesia, yg namanya pengadilan 
> bukanberarti "adil" walau diambil dari kata dasar "adil".  Pengadilan 
> seperti pawn shop  saja.  Lihat saja Tommy Suharto, dituduh sebagai 
> dalang pembunuhan, hanya 15  tahun in prison & diberi remisi terus2an. 
> Sumiarsih di Surabaya dikenai death penalty krn sbg dalang pembunuhan 
> juga, bahkan grasinya ditolak.  Ini baru satu contoh anomali dalam 
> penerapan keadilan.

ER: Benar. Orang semakin jengkel dan frustasi melihat hukum dan
keadilan direndahkan sedemikian rupa. Sementara itu orang yang
masih belum frustasi seperti Munir disingkirkan. Mau jadi apa
bangsa dan negara ini? Apakah ini tanda-tanda terbenamnya indonesia?

Eko Raharjo



--------------------------------------------------------------------------
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #2332
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id


Kirim email ke