Anu kalintang raketna jeung migunakeun uteuk katuhu teh nyaeta naon anu ayeuna kawentar salaku "pendidikan alternatif". Dihandap ieu kasanggakeun deui "falsafah pendidikan alternatif" anu kapungkur kantos dipostingkeun, kenging nyutat ti Kang Jalal. Pamugi aya manfaatna. Hapunten heunteu disundakeun.

 

Falsafah Pendidikan Alternatif

 

Pendidikan adalah proses menuju kesempurnaan. Proses ini tidak ada batasnya. Dalam proses takamul, manusia mempunyai potensi yang tidak terbatas. Kita semua sedang bergerak menuju Allah. Pendidikan yang dididik adalah mitra dalam kafilah ruhani yang sedang menempuh perjalanan di sahara yang tidak berujung. Pendidikan adalah upaya untuk merealisasikan asma allah dalam diri manusia. Setiap kali kita menyerap satu nama Allah, kita berubah menjadi wujud yang berbeda. Yang bergerak bukan hanya �Ardl, tetapi juga jauhar kita�.

 

Ada 3 asumsi pokok. Pertama, potensi manusia tidak terbatas. Kita memanfaatkan sebagian kecil saja dari potensi kita. We live only part of the life we are given. Pendidikan harus mampu memaksimalkan potensi manusia.

 

Kedua, pendidik dan yang dididik adalah mitra. Guru bukan subyek dan murid bukan obyek. Hubungan antara keduanya bukan hubangan manipulatif, yakni guru membentuk murid sekehendak hatinya. Keduanya terlibat dalam hubungan cinta yang transpormatif. Dalam proses itu keduanya berubah makin lama makin baik. 

 

Ketiga, pendidik dan dididik adalah upaya merealisasikan asma allah dalam diri manusia. Dalam Islam, hidup adalah perjalanan panjang dari �tanah� menuju �ruh-Nya�, dari kegelapan menuju cahaya, dari mahkluk menuju Khaliq. Dalam safar ruhani ini, kita harus menyerap nama-nama Allah. Asma Allah mencerminkan sifat-sifat-Nya : Pengasih, Penyayang, yang Mengetahui yang gaib dan syahadah (Kasat mata) dan seterusnya.

 

Keempat, pendidikan adalah perubahan manusia seutuhnya perubahan eksistensial. Pendidikan harus melibatkan tubuh dan jiwa sekaligus. Hal-hal yang bersifat fisikal berpengaruh besar pada konsep psikologis seperti persepsi, kognisi, volisi, konsep diri dan sebagainya. Pada saat yang sama, pikiran- yang mewakili �jiwa� manusia � mempengaruhi proses psikologis dan fisiologis.

------------------

*) Jalaluddin Rakhmat, disampaikan  pada Seminar Pendidikan Alternatif di IKIP Bandung, 13 April 1993. 

 


Do you Yahoo!?
SBC Yahoo! - Internet access at a great low price.

Komunitas UrangSunda --> http://www.UrangSunda.or.id



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke