kalau pengajian di kampung2, sering ustadznya membuat pendahuluan dgn mengatakan "bid'ah is dholallah, and dholallah finnar".. maaf toefl bahasa Arab saya cuman 200 tapi maksudnya kira2 begini, "semua bid'ah adalah sesat dan semua kesesatan masuk Neraka".. walau kata2 tersebut juga bid'ah karena Nabi Saw tidak pernah mengatakan begitu. tapi dari segi komunikasi politik kata2 tersebut mengandung kecaman atau hujatan pada kelompok-kelompok tertentu yg berbeda praktek fiqhnya... ini termasuk menebar kebencian.
--- In [email protected], "Dwi W. Soegardi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Kadang2 bid'ah dan ijtihad sangat tipis perbedaannya. > > dalam bahasa Inggris bid'ah diterjemahkan: "Innovation," > wah kedengerennya keren dan positif, > tapi tidak dalam demikian dalam bahasa Indonesia. > > dulu waktu tinggal di desa kadang-kadang dikirimi "besek," nasi > bungkus berkaitan dengan 7, 40 hari dst kematian warga setempat. Ya > diterima aja, walaupun kadang2 orang tua saya melarang kami untuk > makan. Seorang ustadz saya yang dari Persis mengatakan bilang aja > "orang Muhammadiyah" untuk menolaknya. > Rupanya "orang Muhammadiyah" itu identik dengan "anti-besek" :-) > > salam, > DWS >
