Kawan-kawan Wong Banten,
Walah, begitulah nasib awak. Sudah "dikejar-kejar" kaki tangan
kelompok dominan di Banten, kini dituding membantu Jayeng Rana mengusir Marissa
Haque di Kantor DPD PDIP Banten. Hanya karena kesalahan Antara menulis nama
IWAN ROSADI menjadi IMAM ROSADI. Saya juga tidak ada hubungan saudara apa pun
dengan yang namanya IWAN ROSADI. Cilakanya, itu dikutip oleh KOMPAS, suratkabar
yang kini masih menjadi pemimpin di bidang media. Tak apalah semuanya dimaafkan
saja. Semoga punya hikmah tersendiri.
Sekadar untuk diketahui, ketika peristiwa itu terjadi saya sendiri hadir
sebagai wartawan Sinar Harapan, jadi persis menyaksikan bagaimana urutan
peristiwa itu. Bagaimana gaya dan marah Jayeng Rana, kemudian sejumlah wartawan
yang akan masuk ke jumpa pers itu juga dihalang-halangi oleh kawan-kawan Jayeng
Rana. Harap diketahui juga, pada hari itu, rencananya Atut Chosiyah akan hadir
di DPD PDIP Banten yang berencana akan mengumumkan "pemecatan"
Marissa dari anggota PDIP. Tapi Marissa lebih gesit, sehingga acara itu menjadi
bubar dengan didahului keributan itu.
Juga untuk diketahui, saya bernama Iman Nur Rosyadi, bukan Imam Rosadi. Saya
tidak pernah ikut partai politik mana pun, entah partai yang membungkus dirinya
dengan agama, terutama Agama Islam atau partai yang mencitrakan sebagai partai
nasionalis. So sudah dipastikan, Saya tidak pernah tercatat sebagai anggota
PDIP.
Bahkan, setelah SMA, saya tidak pernah lagi ikut Pemilihan Umum (Pemilu). Di
masa Orba, saya berdalih; percuma suara itu disumbangkan. Di era pemilihan
langsung, saya juga ogah memberikan suara karena melihat calon-calon pemimpin
yang muncul. SBY-JK yang diagung-agung sebagian besar warga (dengan bukti
menang dalam Presiden) kini baru diketahui bahwa kebijakannya tidak pernah
mengatasi inti persoalannya, hanya sekadar pemanis alias permukaannya saja.
Bahkan, kebijakan menaikan harga BBM 120 persen justru menjadi penderitaan
panjang bagi sebagian besar warga NKRI.
Salam,
Iman Nur Rosyadi, bukan Imam Rosadi, apalagi Iwan Rosadi
[EMAIL PROTECTED]
wrote:
Bukan
Imam tapi IWAN ROSADI membantu Jayengrana mengusir Marissa Haque
dari ruang kerja Marissa -- aneh kan???
> Kawan semua,
>
> Lengkap sudah rasa malu saya
sebagai orang Banten. Tadi pagi saya lihat
> dua foto besar tentang keadaan sekolahan di
Kabupaten Lebak yang dimuat
> Kompas. Lalu saya membaca lagi berita yang
satu ini.
>
> Malu-maluin bener sih.
>
> Pro: Kang Iman, saya gak ngerti
dengan paragraf ini: "Tapi setelah jumpa
> pers usai, Jayeng dengan dibantu Iman Rosadi
kembali "menyerang"
> Marissa. Maka keributan kembali
pecah untuk kedua kalinya dengan
> suasana lebih panas, namun tidak sampai
terjadi bentrok fisik menyusul
> datangnya sejumlah polisi yang kemudian
mengamankan ruangan Kabid"
>
> Anda kok "membantu"
sih? Apakah Iman Rosadi yang dimaksud ini adalah
> Anda?
>
> Tabik,
>
> Bonnie
>
> Ragil Kuning <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
Updated: Kamis, 15 Desember 2005, 01:39
>
> Marissa Haque Cek-cok
dengan Ketua DPD PDIP Banten
>
> Serang, Rabu
>
Kirim Teman | Print Artikel
>
> http://www.kompas.com/gayahidup/news/0512/15/014038.htm
>
> Anggota Komisi
IV DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
> (PDI-P), yang juga mantan
artis Marissa Haque, Rabu terlibat cekcok
> adu mulut dengan Ketua DPD
PDIP Banten, Jayeng Rana dan jajaran
> pengurus lainnya di Kantor
DPD PDIP Banten di Serang.
> Jayeng tampak berang dan
tidak senang melihat Marissa menggunakan
> kantor DPD untuk jumpa pers
dalam rangka mengekspose kegiatannya
> selaku Wakil Ketua DPD PDIP
Banten Bidang Kesra dan Pemberdayaan
> Perempuan.
> Kejadian itu berawal ketika
Marissa mengundang wartawan pada pukul
> 09.00 WIB guna memaparkan
kegiatannya menangani demam berdarah di
> Banten.
> Saat itu Jayeng yang
menampakkan diri di pintu ruangan Bidang Kesra
> dan Pemberdayaan Perempuan
langsung mendamprat Marissa seraya
> menudingnya telah
menggunakan ruangan tersebut seperti layaknya
> ruangan milik pribadi.
> "Ruangan ini tidak
hanya milik Anda, kami akan memasang meja.
> Hentikan kegiatan
ini!," ujar Jayeng dengan nada meninggi.
> Marissa tetap menggelar
jumpa pers dengan gaya lesehan, seraya
> menjelaskan programnya
untuk membentuk satuan tugas (Satgas) tanggap
> darurat guna mengantisipasi
berbagai penyakit serta pemberian
> kesempatan sekolah gratis
pada anak keluarga miskin.
> Baru beberapa menit acara
berlangsung, Jayeng kembali masuk dan
> menuduh Marissa telah
membuat tindakan yang menyebabkan perpecahan
> di PDIP, termasuk soal
pencalonan kepala daerah untuk Pemilihan
> Kepala Daerah (Pilkada)
Banten tahun 2006.
> "Ke mana-mana anda
terus menjelek-jelekkan DPD PDIP Banten. Jadi,
> cepat sudahi saja dulu
acara ini!," tandasnya.
> Mendapat dampratan seperti
itu Marissa tidak kalah sengit, dan
> anggota DPR RI itu langsung
melayani Jayeng. "Saya ada di sini
> karena memiliki hak sebagai
Wakil Ketua Bidang Kesra dan
> Pemberdayaan Perempuan
sesuai dengan SK DPP PDIP. Ini juga rumahku,
> bukan hanya rumah
Jayeng," kata Marissa, seraya balik menuding
> Jayeng telah membiarkan
perahu PDIP digunakan kader partai lain
> dalam pencalonan Gubernur
Banten hanya demi keuntungan pribadi.
> Untuk sementara ketegangan
mereda karena Jayeng oleh pengurus lain
> digiring masuk ke
ruangannya. Tapi setelah jumpa pers usai, Jayeng
> dengan dibantu Iman Rosadi
kembali "menyerang" Marissa.
> Maka keributan kembali
pecah untuk kedua kalinya dengan suasana
> lebih panas, namun tidak
sampai terjadi bentrok fisik menyusul
> datangnya sejumlah polisi
yang kemudian mengamankan ruangan Kabid
> Kesra DPD PDIP Banten.
> Marissa bersama timnya
kemudian segera pergi dari tempat itu untuk
> menyerahkan bantuan buku ke
perpustakaan "Rumah Dunia" yang
> merupakan perpustakaan
milik masyarakat Banten.
>
>
Sumber: Ant
>
Penulis: Jy
>
>
Berita Lain
>
>
15/12/2005, 01:34 wib
> •
BJ Habibie: Melihat Kebesaran Islam di Masjidil Haram
>
15/12/2005, 00:32 wib
> •
Andien, Pernah Dimaki Penyanyi Senior
>
14/12/2005, 18:21 wib
> •
PM Jepang Janji Masak untuk PM Malaysi
>
>
> Tetap Semangat Mencintai Banten!
>
>
>
> ---------------------------------
> YAHOO! GROUPS LINKS
>
>
> Visit your group
"wongbanten" on the web.
>
> To unsubscribe from
this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>
> Your use of Yahoo!
Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
>
>
> ---------------------------------
>
>
>
>
>
> Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com