Ketika Tuhan Diwawancarai

"Saya seorang reporter. Jika mungkin Tuhanpun saya
wawancarai". Sepenggal kalimat yang membuat saya
terhenyak. Sejauh itukah yang ada dikepala reporter
pada masa reformasi ini?

Sepenggal kalimat dari pembicaraan penyelesaian
masalah antara warga Baduy dengan Trans TV itu sempat
membuat saya gelisah. Perasaan bercampur aduk antara
terkejut dan kecewa. Karena pada saat itu dalam kurun
waktu kurang dari satu minggu saya berusaha menengahi
kedua belah pihak dengan mempertimbangkan kehormatan
keduanya dan dengan cara yang sangat mudah.

Ketika mendapat banyak kontak dari rekan reporter baik
reporter media cetak maupun elektronik yang ingin
meliput masalah ini, saya mempertimbangkan untuk tidak
di blow-up dahulu hingga ada titik temu.

Sebenarnya tidak mungkin jika ada seseorang yang
hendak berkunjung, tidak mengetahui adanya hukum atau
peraturan adat di Baduy. Malah dari pembicaraan
tergambar bahwa mereka mengetahui Baduy dengan
"terlalu baik" sehingga yang tergambar bahwa di Baduy
tidak boleh sembarangan karena banyak larangan dan
masih sangat mistis dan penuh dengan "magic". Apalagi
jika yang akan berkunjung itu adalah reporter yang
pasti sudah mengumpulkan data secara lebih baik.

Seperti tidak memperbolehkan mengambil gambar di area
larangan (Baduy Dalam) dan tamu tidak diperbolehkan
memasuki Baduy lewat pintu lain selain Ciboleger
adalah contoh kecil peraturan adat yang memang tidak
tertulis. "Mengapa tidak dipasang plang tanda
peringatan itu, jika memang tidak boleh masuk", protes
salah satu orang yang mengklaim dirinya sudah ratusan
kali dirinya ke Baduy sejak tahun 1970. 

Baduy memang bukan Singapore walau di Singapore juga
mengenakan sangsi atau denda yang tidak sedikit bagi
yang melanggar larangan. Di Singapura juga tidak
berbicara apakah orang yang terkena denda harus
mengetahui larangan tersebut. Tahu atau tidak, sudah
pasti kena sangsi. Jika berpatokan pada prinsip dimana
bumi dipijak, disitulah langit dijunjung niscaya
masalah itu tidak akan datang.

Tapi jika masalah belum selesai kemudian melakukan
kesalahan lagi tentunya bukan hanya membuat gusar
warga Baduy. Mereka sudah pada tingkatan marah pada
saat ini. Untuk kedua kalinya rombongan dari Jakarta
menempuh pintu alternatif untuk melakukan permohonan
maaf di Cikeusik dan kembali mengambil foto acara itu
hanya untuk sekedar bukti pada pimpinannya bahwa
mereka telah melakukan tugasnya dengan sempurna.

Betapa tidak jika masalah ini juga menyeret tokoh
Baduy Dalam yang juga terkena getahnya karena membuat
upacara perdamaian tanpa setahu kokolot yang lain.
Kemungkinan besar ia juga akan terkena hukum adat dari
warga Baduy. Ini menunjukan bahwa persoalan ini bukan
persoalan ringan jika akhirnya seorang tokoh Baduy
Dalam turut menanggung hukuman.

Bukan hanya sampai di situ saja persoalan ini karena
warga di luar Baduypun akan terkena imbasnya jika
tokoh Baduy menutup sementara daerah wisata Baduy
sehingga persoalan ini tuntas. Seperti juga mengapa
tamu tidak diperbolehkan menggunakan jalur alternatif
lain selain Ciboleger pastinya ini masalah ekonomi.
Ditutup sementara atau tamu memutar jalan, yang pasti
warga Ciboleger akan mengalami penurunan pendapatan
dari sektor penjualan cendera mata, makanan dan
minuman, jasa porter dan juga jasa parkir.

Sebenarnya sudah ada langkah yang sangat mudah dalam
penyelesaian masalah ini jika ada pihak yang
menyingkirkan keangkuhannya. Tidak ada yang sulit dan
berat dalam syarat yang diajukan warga Baduy.
Persoalan berat bagi warga Baduy ini mungkin tidak ada
apa-apanya bagi orang lain. Hanya kearifan dan
kebesaran hati yang akan membuat persoalan ini lebih
ringan untuk diselesaikan.

Dan Tuhanpun akan berkata,"Sudahkah kau mengerti Aku
serta menjalankan yang Aku anjurkan dan menjauhi
laranganKu?" Jika iya, "Aku akan mendekat padamu dan
bertanyalah padaKu." ***


                
__________________________________________ 
Yahoo! DSL – Something to write home about. 
Just $16.99/mo. or less. 
dsl.yahoo.com 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/vbOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke