Kang GG yang panassss melulu....
 
Balongub Banten harus sadar sejarah! Banten adalah daerah yang sarat akan sejarah. Jadi kalau balonnya masih belum juga "ngeh" sama pentingnya sejarah dan budaya, artinya Balongub itu cuma kentut doang ngomongnya, kagak beda ama pantatnya (saya tidak perlu meminta maaf untuk kata-kata ini)!
 
Siang tadi (3/1) saya menghadiri diskusi persembahan HUT 70 tahun Prof Dr Taufik Abdullah di LIPI. Ada banyak sejarawan dari berbagai penjuru negeri ini datang, juga ada Gus Dur yang dengan - seperti biasanya - kocak memberikan sambutan dan ada Taufiq Ismail yang mempersembahkan puisinya bagi Prof TA, ada Tarmizi Taher yang membacakan doa, dan ada Salim Said yang nyorocos mirip petasan cabe!...hehehe
 
Saya menjadi sadar, bahwa negeri ini memiliki banyak sejarawan, tapi sayang mereka, termasuk saya tentunya, belum berhasil membuat khalayak banyak mahfum akan sejarah. Saya kadang frustasi, mengapa kita (termasuk saya juga) kok jadi bloon begini. Sejarawan hanya berhasil merekonstruksi masa lalu tanpa kemudian diikuti dengan kesadaran sejarah yang diamini banyak orang.
 
Di Banten, saya lihat, mulai ada sedikit kesadaran akan sejarah. Tapi jangan tanya birokrat tentang hal ini. Salah-salah akan keluar pertanyaan dari mereka:
 
"jeung naon sih sejarah, eta kan jaman baheula bae! Mending neang proyek (baca: korupsi)!"
 
Banyak hal yang harus diperhatikan gubernur baru kelak. Makodim sudah rata dengan tanah, sekarang tinggal bagaimana kita bersiasat untuk melindungi warisan sejarah lainnya.
 
Ketika saya berkunjung ke situs kesultanan Banten, saya prihatin. Banyak orang beol di situs Surosowan, ada banyak santri berpeci yang menggebuk-gebuk kotak infaq dengan harapan (atau dengan paksaan) agar pengunjung memberikan sumbangannya, ada banyak pengemis yang dengan segera menyerbu kita kalau memberi uang kepada salah satu dari mereka. Intinya acak adut, amburadul, ambrak-angkay, pabalatak.
 
Bagaimana wisatwan mau datang, kalo banyak 'ee' bertebaran, juga banyak orang yang gebuk-gebuk kotak amal (emangnye Pemda kagak kasih bantuan??).

Padahal kalau dikelola dengan baik, ini akan mendatangkan keuntungan yang cukup besar, bukan hanya untuk Pemda, juga buat penduduk sekitar.
 
Saya bingung, kalau saya sebut para birokrat itu bego, mereka tentu tidak mau terima. Kalau saya sebut mereka itu cerdas, tentu saya yang keberatan. Bagaimana dong?
 
Banten itu serba tanggung! Susah! Capek! Udah banyak perompaknya, tambah tidak sadar sejarah pula. Mun ngomong asa pang-aing-na bae. Mun dikritik langsung nyabut golok. Mun korupsi nomer hiji!
 
Semoga ada yang tersinggung dengan pernyataan saya ini. Dengan begitu saya tahu siapa saja mereka....
 
Harusnya Kang GG itu jadi Kadisbudpar aje. Gubernurnya Alfaris tea.... satuju...
 
Tentang Balon Gub. Banten, apakah Muhtar Mandala juga nyalon? Waktu saya diundang bicara di Untirta, dia juga jadi pembicara. Dalam pemaparannya dia bilang:
 
"Saya pikir kapitalisme itu sesuai dengan Islam. Kapitalisme itu asal katanya dari kapital, artinya modal. Dan kepemilikan pribadi dihargai dalam Islam. Dan saya mengaku sebagai kapitalis, karena itu sesuai dengan Islam." demikian ujarnya... (silahkan dekontruksikan sendiri pernyataan ini?)
 
Tentang Tryana Sjamun, baca saja bukunya yang terbitan LP3ES. Sudah ada kok di Gramedia. Isinya cukup baik. Walaupun ada hal yang paradoksal di dalamnya....
 
Tentang Atut..... aneh juga ini orang.....
 
Kalo gitu, saya aja deh yang jadi Gubernur.....hehehehehe satujuuuuu teuuuu...
 
tabik,
 
Bonnie Triyana (bukan anak Sjam'un)
"Heri Hendrayana H (Golagong)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Bangsa yang besar yang megnharagai sejarah.
Apa yang sudah PAN, PKS, Demokrat, PDI, dan semua bakal cagub Banten
lakukan,Ketika gedung Makodim (yang bersejarah itu - Boni yang
membeberkan data2nya), diratakan dengan tanah?

TS ngomong apa soal penggusuran Makodim?
Malah Ali  Fadilah direkrut jadi tim sukses.
MM ngomong apa? Para akademisi yang sekaragn nyalon juga ngumpet.
Rizon dengan PAN juga adem-ayem aja.
PKS, asal bunyi saja. Yayat Suhartono itu juga mandul.
Atut, apalagi. Dia berdiplomasi, itu wewenang kota.

Pertanyaan, kenapa Makodim hancur mereka diam saja?
Karena mereka bermental pedagang.
Mereka masih memakai paradigma berhitung; hitung komisi, hitung
keuntungan... Jika mall Serang jadi dibangun, pastilah dompet mereka
kecipratan... Nggak percaya? Anati kita lihat saja.

Mudah membuktikan korupsi di Banten.
Indikasinya sudah jelas ada.
Jika para pejabat kita punya Rumah mewah dan mobil mewah,
Yang kita tahu itu tidak sepadan dengan gjinya, itu dia korupsi...

Jadi, saya belum melihat keraifn local di para bakal calon gubernur itu.
Pemimpin itu lahir dengan sendirinya. Setiap ada ketimpangan social di
Banten, dia akan berada di garis terdepan. Bukan pada saat bursa calon
gubernur... Jauh-jauh hari.

Siapa di antara mereka yang peduli pada pentingnya perpustakaan Banten
yang representative; berstandar internasional?
Siapa yang peduli dengan Makodim? Dengan gedung Pelita?
Dengan situasi kondisi Banten Lama?
Dengan para anggota DPRD Banten yang korup?

Slamet Rahatjo saat orasi budya di Ragnkas beranekdot, "Banten ini
standarnya semua internasional. Coba saja tengok, bandaranya
internasional, pabrik extacynya internasional, pelabuhan Bojonegoro juga
internasional.... apa lagi yang kurang?"

Saya betul-betul butuh pencerahan dari rekan di milis.
Saya tidak apatis. Saya hanya belum percaya dengan para bakal calon gub
Banten itu. Ali Nurdin, Yusron.. dan entah siapa lagi... yang punya info
bagus tentang mereka, silahkan infokan ke milis ini.

Tetap semangat
Gola Gong









YAHOO! GROUPS LINKS





Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

Tetap Semangat Mencintai Banten!



YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke