Hmmmmm baiklah,
   
  Sorry baru nyemplung ikut diskusi. Saya lagi bete karena artikel saya 
diplagiat di Kompas hari sabtu kemarin oleh Endang Suryadinata. Jadi saya 
bener-bener bete dan baru beres mengirim surat protes baik kepada saudari 
Endang maupun ke Kompas sendiri. 
   
  But anyway, soal gestapu 65 di Banten. Saya menghargai dan mengapresiasi 
usaha kawan Hafiz Azhari dari KP2SI yang mengumpulkan cerita2 lisan ini. 
Sebagai upaya untuk mengklarifikasikan sejarah yang pada masa Orba dimanipulasi 
lewat monoversinya, upaya yang dilakukan Hafiz and the genk menjadi bagian 
mempruralistikan sejarah Indonesia.
   
  Pertanyaan dari SP Saprudin akan saya jawab:
   
  Sobsi memang onderbouw PKI. Dan itu wajar, sebagaimana Pemuda Pancasila yang 
mendukung Golkar atau Banser yang berafiliasi dengan NU. Tampaknya Anda belum 
memahami betul apa yang terjadi pada tahun 1965. Dan itu wajar, karena selama 
ini, selama Orba khususnya, kita selalu membaca dan menerima pelajaran bahwa 
pada Kamis malam, tanggal 30 September (dan kemudian masuk tanggal 1 Oktober) 
1965, telah terjadi penculikan yang berakhir pada pembunuhan enam jenderal dan 
satu perwira pertama AD. Pada versi Orba dikatakan bahwa dalang semua itu 
adalah PKI yang bermaksud melakukan kudeta. Dan sejarah stop sampai di sana. 
Tidak ada yang lain. Nah, itulah yang selama ini kita terima.
   
  Dalam sejarah versi Orba yang terlanjur dipercayai banyak orang, tak tertulis 
sedikitpun, saya ulangi, tak sedikitpun ditulis kisah tentang pembunuhan massal 
anggota dan simpatisan PKI di berbagai daerah di Indonesia pada kurun tahun 
1965-1966 (saya menemukan ini terjadi hingga tahun 1969). Padahal angka korban 
pembunuhan cukup fantanstis: menurut Sarwo Edhie Wibowo, mertua SBY yang juga 
memimpin langsung operasi, ada 3 juta yang terbunuh, lalu menurut Kopkamtib ada 
1 juta, Soedomo bilang ada 450 ribu, dll lagi (baca saja dalam bukunya si 
Kikiek, Palu Arit di Ladang Tebu, KPG, 2000).
   
  Nah, fakta seperti inilah yang selama ini kita tidak pernah ketahui. Kalaupun 
diketahui belakangan, komentar yang muncul adalah: “biarin aje modar, toh 
mereka itu kan PEKAI, nggak percaya Tuhan.”  Sikap mewajarkan pembunuhan massal 
ini merupakan hasil dari stigmatisasi PKI yang telah berlangsung selama 30 
tahun lebih. Ini amatlah salah. Salah besar! 
   
  Dan jika sekarang ada penelitian yang mengungkapkan perihal pembunuhan massal 
maka itu perlu didukung. Karena bagaimanapun peristiwa pada 1965 itu tidak 
hanya berhenti pada pembunuhan jenderal2 saja. Lagipula peristiwa yang terjadi 
pada malam 30 September 1965 itu masih jadi perdebatan panjang: apakah itu 
kudeta ataukah hanya aksi sebagian kelompok di dalam AD yang tidak puas 
terhadap atasannya. Untuk masalah ini saya tidak mau ngocoblak panjang-panjang, 
silahkan saja baca buku-buku tentang peristiwa 65 yang sekarang sudah banyak 
beredar. Yang paling standar baca saja Harold Crouch, “The Army and Politic in 
Indonesia”, atau John Hughes, “Indonesian Upheavel” kalau gak salah buku ini 
diterbitkan dengan judul “The End of Soekarno: a coup that misfired.” 
   
  Pada saat peristiwa 65 meletus, banyak anggota dan simpatisan PKI ditangkap 
atas dasar yang tidak jelas, kabur, absurd. Pada mulanya mereka dituduh 
terlibat PKI yang akan melakukan makar atau berkhianat. Tapi kemudian ada juga 
yang ditangkap atas tuduhan yang bermotifkan pribadi, asal tuduh dan 
macem-macem lagi.
   
  Nah, kasus Risman yang ditanyakan oleh Bung Saprudin mengenai apakah dia 
seorang pejuang atau penghianat bangsa jelas membuat saya kebingungan. Menurut 
saya dia adalah pejuang. Titel penghianat yang Anda tempatkan sebagai pilihan 
bukan merupakan pilihan. Karena dalam peristiwa 65 siapa yang dikhianati?siapa 
yang akan dikudeta? Soekarno? Toh Soekarno tidak diganti oleh Aidit, tapi malah 
oleh Soeharto. Kalau semisal peristiwa  itu adalah makar, coup d’etat, toh yang 
dibunuh bukan Soekarno. Kalaupun ada kudeta, itu tidak terjadi pada tanggal 1 
Oktober 1965, tapi terjadi pada hari-hari setelahnya. Lebih tepatnya lagi pada 
tanggal 11 Maret 1966, yang dikenal dengan peristiwa “Supersemar.” Siapa yang 
mengudeta? Anda tahu sendirilah siapa itu mertua Mayangsari hehehe......


  Kini berkenaan pertanyaannya Bung Ucu Jauhar, apakah PKI berperan dalam 
perjalanan bangsa ini. Jawabannya YA. Tapi tidak satu-satunya yang berperan, 
masih banyak lagi elemen lain bangsa ini yang juga punya peran. PKI salah 
satunya. Bagaimanapun kita harus akui bahwa PKI-lah organisasi politik 
kebangsaan pertama yang berontak melawan itu kumpeni Belanda pada tahun 1926 di 
Banten dan di Minangkabau.  Terlepas dari kegagalannya, harus diakui pula bahwa 
dari kejadian itu ruang-ruang kesadaran nasionalisme kita yang pada saat itu 
kosong mulai terisi.
   
  Cuma susahnya, jaman Pak Harto dulu, pemberontakan PKI tahun 1926 itu direken 
sebagai pengkhianatan busuk yang terus berulang hingga tahun 1965. Jelas ini 
pemahaman yang gebleg bin bloon bin idiot. Konteks pemberontakan tahun 1926 itu 
kepada siapa? Toh kan kepada Belanda yang jelas2 menjajah kita. 
   
  Ya sudahlah. Sekian saja dari saya. Ayo kita diskusi lagi. Jangan takut-takut 
untuk mengungkapkan kebenaran.
   
  Tabik,
   
  Bonnie Triyana


Pedje <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  Hehehe..., saya bukan sungkan, tapi memang 
ingatan
saya terbatas dan merasa tidak punya otoritas untuk
membicarakan sejarah. Saya punya beberapa buku dan
artikel-artikel yang membahas masalah itu, tapi ada di
Banten nun di sana, jadi tak bisa saya kutip di sini.

Namun, saya kurang setuju, kalau dikatakan "yg
mencerdaskan dunia politik hingga Indonesia tercinta
ini bisa merdeka adalah berkat mereka yang tergabung
dalam orsospol berlandaskan proletar". Karena, yang
berjuang untuk memerdekakan negeri ini bukan hanya
kaum komunis (kaum proletar), ada juga kaum rohaniwan
seperti para ulama. Kita juga tentu tak bisa menafikan
peranan Sarekat Dagang Islam (ini malah kaum borjuis),
NU, Muhammadiyah, Jamiatul Kheir (?), Al Irsyad, dsb.
Belum lagi organisasi yang bisa dikatakan berlandaskan
nasionalisme, seperti Boedi Oetomo dan Taman Siswa.

Kaum komunis terlihat lebih menonjol dalam bidang
pemikiran karena mereka memang punya jejaring
internasional--sesuai dengan salah satu prinsip yang
mereka anut, internasionalisme. Selain itu, di samping
aktif dalam gerakan massa dalam masa perjuangan dulu,
mereka juga rajin mengasah kemampuan intelektual
komunitasnya lewat kelompok-kelompok diskusi. Salah
satu kelompok diskusi mereka yang cukup populer adalah
apa yang oleh media massa tahun 1990-an disebut
sebagai kelompok diskusi Pathuk, Yogya. Nama kelompok
ini populer karena Soeharto yang mantan presiden itu
katanya sempat aktif di sana.

Tapi, sekali lagi, mungkin saya salah dan penjelasan
saya itu malah menyesatkan. 

Salam,

Pedje


--- ucu jauhar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Hulla, hidup palu dan arit. Begitu mengerikan
> lambang
> tersebut. Yang tidak bersentuhan pun sering di cap,
> seperti risman dkk. 
> 
> But, mungkin Pedje masih sungkan. Kalau ente tanya
> sama bung Bonny (sejarawan kita), dan mo jujur tanpa
> tunggangan politik. Pasti ente dpt jawaban; Yg
> mencerdaskan dunia politik hingga Indonesia tercinta
> ini bisa merdeka, adalah berkat mereka yang
> tergabung
> dalam orsospol berlandaskan proletar!!! So, jgn
> sungkan, tanpa orsospol proletar mungkin qt msh
> dibawah naungan yang mulia Negeri Belanda. 
> Itulah bangsa qt. Entah lupa, atau memang sengaja
> dilupakan. Jasa-jasa proletar di negeri ini. Ampe
> sekarang kan? Upah kaum buruh selalu mlarat.
> 
> Tapi, mas Pedje, alangkah baiknya kalo mas bs
> menceritakan peristiwa kudeta yg terjadi pd tgl 11
> Maret 19xx, itu. Mungkin akan jelas disitu jasa kaum
> proletar. 
> 
> Bukan cuma cerita sedih orang-orang yang dicap palu
> dan arit.
> 
> --- Pedje <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Maaf, saya sekadar mem-forward artikel itu dari
> > milis
> > tetangga. Tapi, soal hubungan Risman dengan G30S,
> > kalau saya tangkap lewat teks itu, ya, tak tak
> > terlalu
> > begitu berhubungan. Ia (dan juga masih banyak yang
> > lain) dituduh terlibat G30S--yang katanya
> dilakukan
> > oleh PKI--karena menjadi anggota SOBSI, salah satu
> > onderbouw PKI (bukan begitu, Kang Bonny?).
> > 
> > Terus, soal pertanyaan kenapa pejuang malah
> > ditangkap
> > dan dijadikan tahanan politik, ya, ini mah sudah
> > banyak dijelaskan banyak ahli sejarah dan ahli
> ilmu
> > politik. Soeharto dan Orde Baru-nya menerapkan
> > politik
> > tumpas kelor untuk orang-orang yang dianggap punya
> > hubungan dengan PKI. Masih ingat kan kebijakan
> > litsus
> > pada akhir 1980-an dan awal 1990-an? 
> > 
> > Yang pasti, republik ini berdiri antara lain juga
> > berkat perjuangan orang-orang komunis, termasuk
> yang
> > tergabung dalam PKI beserta organisasi
> turunannnya.
> > Tan Malaka, Aidit, Nyoto, Pramoedya, dan Haji
> > Misbach
> > bisa kita sebut sebagai sekadar contoh dari kaum
> > komunis yang kontribusinya kepada republik ini tak
> > bisa kita pandang sebelah mata. Bukankah Tan
> Malaka
> > disinyalir menjadi otak intelektual dari
> > pemberontakan
> > petani Banten yang sangat terkenal itu?
> > 
> > Namun, karena saya bukan ahli sejarah, mungkin
> saja
> > penjelasan saya itu salah. Kang Bonny sebagai ahli
> > sejarah mungkin bisa meluruskan dan menjelaskan
> > lebih
> > detail. 
> > 
> > 
> > Salam,
> > 
> > Pedje
> > 
> > 
> > 
> > --- SP Saprudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > 
> > 
> > >   Apa hubungan Risman dengan G 30 S PKI ?
> Bukankah
> > > RIsman sosok pejuang ? Lantas kenapa Risman
> > > ditangkap dan dijadikan Tahanan Politik ?
> Bukankah
> > > dia seorang pejuang yang mempunyai jasa sangat
> > besar
> > > ? Apakah SOBSI itu kaki tangan PKI ?
> > >   Mohon isi cerita ini dilengkapi, biar saya
> bisa
> > > mengetahui sosok "Risman" ini, apakah sebagai
> > > pejuang atau penghianat bangsa. 
> > >    
> > >   T.k.
> > >    
> > >    
> > >   
> > > abduh imanulhaq <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
> > >   REVOLUSI YANG MEMBUNUH ANAK-ANAKNYA SENDIRI
> > > 
> > > Pedje <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
> > > www.geocities.com/k2psi/lsm
> > > 
> > > Istri dan anak-anaknya
> > > diungsikan ke Pulau Buru
> > > 
> > 
> > 
> > __________________________________________________
> > Do You Yahoo!?
> > Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam
> > protection around 
> > http://mail.yahoo.com 
> > 
> 
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


Tetap Semangat Mencintai Banten! 



  SPONSORED LINKS 
        Indonesia phone card   Indonesia calling card   Indonesia travel     
Bali indonesia   Indonesia   Indonesia hotel 
    
---------------------------------
  YAHOO! GROUPS LINKS 

    
    Visit your group "wongbanten" on the web.
    
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
    
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 

    
---------------------------------
  



Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke