Buat om Pedje, daku gak nuduh ente PEKAI. Tp daku
seneng da org merhatiin "the black day". Kebohongan
yang terkandungnya lebih besar dari kebohongan
karikatur "Jill" di Denmark.
"Jill" jelas-jelas bukan orang Islam. So, kalo dia
bikin penghinaan, motifnya dah jelas kok. Tinggal
action qt aja. Mampu gak bunuh tuh "Jill".
"the black day" ??? Aksi siapa? Dan reaksi siapa? Kata
mBah Bonny, jutaan ninggal akibatnya. Dan jelas kok,
dibelakang orang yang scara KTP beragama "Islam".
Knapa qt mesti takut??? mBah Bonny, apa bener komunis
itu identik dg atheis??? Prasaan karl gak nulis gitu
deh. Da juga, jika agama itu terlalu dikuasai pendeta,
lebik baik tidak ada agama. Bukan bgitu, mBah Bonny.
So, komunis itu awalnya bukan atheis. Tp smangat tuk
memerdekakan diri dari kungkungan dan cengkreman
penjajah berkedok pendeta.
eh, bener gak tuh...?
--- Boni Triyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Hmmmmm baiklah,
>
> Sorry baru nyemplung ikut diskusi. Saya lagi bete
> karena artikel saya diplagiat di Kompas hari sabtu
> kemarin oleh Endang Suryadinata. Jadi saya
> bener-bener bete dan baru beres mengirim surat
> protes baik kepada saudari Endang maupun ke Kompas
> sendiri.
>
> But anyway, soal gestapu 65 di Banten. Saya
> menghargai dan mengapresiasi usaha kawan Hafiz
> Azhari dari KP2SI yang mengumpulkan cerita2 lisan
> ini. Sebagai upaya untuk mengklarifikasikan sejarah
> yang pada masa Orba dimanipulasi lewat monoversinya,
> upaya yang dilakukan Hafiz and the genk menjadi
> bagian mempruralistikan sejarah Indonesia.
>
> Pertanyaan dari SP Saprudin akan saya jawab:
>
> Sobsi memang onderbouw PKI. Dan itu wajar,
> sebagaimana Pemuda Pancasila yang mendukung Golkar
> atau Banser yang berafiliasi dengan NU. Tampaknya
> Anda belum memahami betul apa yang terjadi pada
> tahun 1965. Dan itu wajar, karena selama ini, selama
> Orba khususnya, kita selalu membaca dan menerima
> pelajaran bahwa pada Kamis malam, tanggal 30
> September (dan kemudian masuk tanggal 1 Oktober)
> 1965, telah terjadi penculikan yang berakhir pada
> pembunuhan enam jenderal dan satu perwira pertama
> AD. Pada versi Orba dikatakan bahwa dalang semua itu
> adalah PKI yang bermaksud melakukan kudeta. Dan
> sejarah stop sampai di sana. Tidak ada yang lain.
> Nah, itulah yang selama ini kita terima.
>
> Dalam sejarah versi Orba yang terlanjur dipercayai
> banyak orang, tak tertulis sedikitpun, saya ulangi,
> tak sedikitpun ditulis kisah tentang pembunuhan
> massal anggota dan simpatisan PKI di berbagai daerah
> di Indonesia pada kurun tahun 1965-1966 (saya
> menemukan ini terjadi hingga tahun 1969). Padahal
> angka korban pembunuhan cukup fantanstis: menurut
> Sarwo Edhie Wibowo, mertua SBY yang juga memimpin
> langsung operasi, ada 3 juta yang terbunuh, lalu
> menurut Kopkamtib ada 1 juta, Soedomo bilang ada 450
> ribu, dll lagi (baca saja dalam bukunya si Kikiek,
> Palu Arit di Ladang Tebu, KPG, 2000).
>
> Nah, fakta seperti inilah yang selama ini kita
> tidak pernah ketahui. Kalaupun diketahui belakangan,
> komentar yang muncul adalah: biarin aje modar, toh
> mereka itu kan PEKAI, nggak percaya Tuhan. Sikap
> mewajarkan pembunuhan massal ini merupakan hasil
> dari stigmatisasi PKI yang telah berlangsung selama
> 30 tahun lebih. Ini amatlah salah. Salah besar!
>
> Dan jika sekarang ada penelitian yang
> mengungkapkan perihal pembunuhan massal maka itu
> perlu didukung. Karena bagaimanapun peristiwa pada
> 1965 itu tidak hanya berhenti pada pembunuhan
> jenderal2 saja. Lagipula peristiwa yang terjadi pada
> malam 30 September 1965 itu masih jadi perdebatan
> panjang: apakah itu kudeta ataukah hanya aksi
> sebagian kelompok di dalam AD yang tidak puas
> terhadap atasannya. Untuk masalah ini saya tidak mau
> ngocoblak panjang-panjang, silahkan saja baca
> buku-buku tentang peristiwa 65 yang sekarang sudah
> banyak beredar. Yang paling standar baca saja Harold
> Crouch, The Army and Politic in Indonesia, atau
> John Hughes, Indonesian Upheavel kalau gak salah
> buku ini diterbitkan dengan judul The End of
> Soekarno: a coup that misfired.
>
> Pada saat peristiwa 65 meletus, banyak anggota dan
> simpatisan PKI ditangkap atas dasar yang tidak
> jelas, kabur, absurd. Pada mulanya mereka dituduh
> terlibat PKI yang akan melakukan makar atau
> berkhianat. Tapi kemudian ada juga yang ditangkap
> atas tuduhan yang bermotifkan pribadi, asal tuduh
> dan macem-macem lagi.
>
> Nah, kasus Risman yang ditanyakan oleh Bung
> Saprudin mengenai apakah dia seorang pejuang atau
> penghianat bangsa jelas membuat saya kebingungan.
> Menurut saya dia adalah pejuang. Titel penghianat
> yang Anda tempatkan sebagai pilihan bukan merupakan
> pilihan. Karena dalam peristiwa 65 siapa yang
> dikhianati?siapa yang akan dikudeta? Soekarno? Toh
> Soekarno tidak diganti oleh Aidit, tapi malah oleh
> Soeharto. Kalau semisal peristiwa itu adalah makar,
> coup detat, toh yang dibunuh bukan Soekarno.
> Kalaupun ada kudeta, itu tidak terjadi pada tanggal
> 1 Oktober 1965, tapi terjadi pada hari-hari
> setelahnya. Lebih tepatnya lagi pada tanggal 11
> Maret 1966, yang dikenal dengan peristiwa
> Supersemar. Siapa yang mengudeta? Anda tahu
> sendirilah siapa itu mertua Mayangsari hehehe......
>
>
> Kini berkenaan pertanyaannya Bung Ucu Jauhar,
> apakah PKI berperan dalam perjalanan bangsa ini.
> Jawabannya YA. Tapi tidak satu-satunya yang
> berperan, masih banyak lagi elemen lain bangsa ini
> yang juga punya peran. PKI salah satunya.
> Bagaimanapun kita harus akui bahwa PKI-lah
> organisasi politik kebangsaan pertama yang berontak
> melawan itu kumpeni Belanda pada tahun 1926 di
> Banten dan di Minangkabau. Terlepas dari
> kegagalannya, harus diakui pula bahwa dari kejadian
> itu ruang-ruang kesadaran nasionalisme kita yang
> pada saat itu kosong mulai terisi.
>
> Cuma susahnya, jaman Pak Harto dulu, pemberontakan
> PKI tahun 1926 itu direken sebagai pengkhianatan
> busuk yang terus berulang hingga tahun 1965. Jelas
> ini pemahaman yang gebleg bin bloon bin idiot.
> Konteks pemberontakan tahun 1926 itu kepada siapa?
> Toh kan kepada Belanda yang jelas2 menjajah kita.
>
> Ya sudahlah. Sekian saja dari saya. Ayo kita
> diskusi lagi. Jangan takut-takut untuk mengungkapkan
> kebenaran.
>
> Tabik,
>
> Bonnie Triyana
Tetap Semangat Mencintai Banten!
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/