Pedje Wrote : "Pak, 40 miliar itu gede banget, kan, ya? Kan, 1 miliar
aja = seribu juta. Jadi, 40 miliar itu = 40 ribu juta.
Kalau dibeliin sate bandeng, jalan tol Merak-Jakarta
bisa ketutup rapet tuh, Pak. Hehehe...."
 
Kasih aja Pedje, ntar juga diem... Hehehe....
 
THX
-----Original Message-----
From: Pedje [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, February 26, 2008 12:06 AM
To: [email protected]
Subject: RE: Bls: [WongBanten] Jawara+MTQ = Banten Munafik?
 
Waalaikum salam wr.wb.

Maaf, Pak Surya, saya baru baca postingan Bapak,
karena baru kelihatan. Saya kira saya saya sudah
menjawab kenapa saya tidak setuju dengan MTQ pada
postingan-postingan saya yang lalu. Dalam kerangka
yang lebih luas, nasional, justru akan semakin
terlihat lagi kalau perhelatan MTQ tidak peka terhadap
persoalan yang tengah melanda bangsa ini. Di negeri
ini, setiap hari pengangguran terus bertambah dan
kemiskinan semakin menyebar. Belum lagi bencana demi
bencana yang datang seakan tak pernah berhenti, seolah
berlomba-lomba dengan wabah korupsi (di Indonesia
sekarang ini enggak ada lagi lo, Pak, yang korupsinya
hanya ratusan juta rupiah, tapi sudah miliar-miliaran.
Coba deh perhatiin di koran). Penyelenggaraan MTQ
(yang notabene kental dengan aroma religinya) yang
menghabiskan dana lebih dari 40 miliar, menurut saya
pribadi, sungguh perbuatan tak masuk akal dan
mengkhianati amanat agama, yang menjunjung tinggi
nilai moral. Bukankah satu di antara tugas yang paling
penting dari Rasulullah Muhammad s.a.w. diutus ke
dunia ini adalah untuk memperbaiki akhlak (moral)
manusia? Lalu, standar moral apa yang dipakai oleh
penyelenggaraan MTQ di tengah situasi dan kondisi
Indonesia, khususnya Banten, yang sedang sangat
memprihatinkan sejak beberapa tahun belakangan ini?
Cuma orang-orang yang bermoral bejat yang tega
berpesta sementara di sekitarnya ada begitu banyak
orang kelaparan. Belum lagi kondisi lingkungan yang
amburadul. Ya, dengan dana puluhan miliaran rupiah,
MTQ kemungkinan besar akan menjadi ajang pesta, bukan
hanya ajang lomba qari/qariah melantunkan ayat-ayat
suci.

Kalau negara-negara petro dolar menyelenggarakan MTQ
mungkin itu bisa dimafhumi karena mereka makmur--meski
kenyataannya, masih ada berjuta-juta orang Islam di
Palestina, Irak, dan Afghanistan, misalnya, yang dari
detik ke detik harus berjuang mempertaruhkan nyawa
untuk hidup dan mempertahankan kehormatannya sebagai
orang Islam.

Soal sebutan jawara, itu dilansir oleh Boni, Pak,
bukan oleh saya. Boni itu sejarawan yang jadi wartawan
koran Jurnal Nasional, Pak. Dia orang Rangkas dan
keturunan jawara juga. Kalau cuma golok dan pelor sih
kagak bakal bisa bikin lecet kulitnya. Jadi,
sebenarnya, dia sedang melakukan otokritik, mengkritik
diri dan keluarganya sendiri, hehehe....

Kembali ke soal MTQ itu, Pak. Saya berharap perdebatan
yang ada di milis ini soal MTQ didengar oleh Atut dan
para wakil rakyat di Banten yang sangat terhormat.
Syukur-syukur didengar SBY lewat Dr. Mukhlis di
Antara, karena beliau kan salah seorang tim sukses
SBY. Setidaknya, saya berharap Boni akan mempersoalkan
ini di korannya, sehingga duit 40 miliar lebih itu
akhirnya bisa menggelontor untuk sesuatu yang lebih
banyak manfaatnya buat fakir-miskin, anak yatim, dunia
pendidikan, dan perbaikan sarana dan prasarana di
daerah-daerah terpencil Banten. Amin. 

Pak, 40 miliar itu gede banget, kan, ya? Kan, 1 miliar
aja = seribu juta. Jadi, 40 miliar itu = 40 ribu juta.
Kalau dibeliin sate bandeng, jalan tol Merak-Jakarta
bisa ketutup rapet tuh, Pak. Hehehe....

Salam,

Pedje

--- "H. M. Surya Alinegara" <[EMAIL PROTECTED] 
<mailto:ms_alinegara%40hotmail.com> >
wrote:

> Assalamualaikum.War.Wab.
> 
> Tuan Pedjes, terlalu gegabah dan sangat merendahkan
> nilai 
> dan tujuan MTQ, dan jangan disamakan dengan Jawara 
> yang notabanenya identik dengan Srigala dalam
> masyarakat ??
> MTQ adalah MTQ bersifat nasional, bahkan terpelihara
> dalam dunia Internasional mempunyai tujuan serta
> nilai ibadah
> alias pengabdian kepada Allah SWT.( Dinullah)
> 
> Usul saya, salah seorang wong Banten di perantauan,
> non jauh
> disana, yang selalu ikut prihatin dan peduli dengan
> Nasib Prop.
> Banten adalah bagaimana Kepercayaan Pemerintah
> (MTQ_Nasi
> onal) di Banten dimanfaatkan dananya untuk
> pembangunan pisik
> sebagaimana Pekan Olah Raga/Asian Game disuatu
> daerah, seperti
> tahun ini akan diselenggarakan Pekan Olah Raga di Di
> Prop. Riyaw
> membangun gedung olah Raga dan perbaikan jalan dan
> sarana lain
> layaknya menerima tamu dari luar Propinsi.
> Apa bedanya dana Pekan Olah Raga dan MTQ...? Jadi
> ada bekas/
> peninggalan bersejarah dan itulah hasil Panitia MTQ
> untuk mendapatkan
> amal jariah yang kekal berkepanjangan serta
> berkesinambungan kelak..!!!
> Panitia Penyelenggara sudah punya gajih alias PNS,
> kerjanya jangan di
> hitung lembur, itu berarti korupsi waktu...! Apalagi
> Gupenur dan bawahannya.???
> 
> Den Haag-Holland.
> MSA. 
> 
> 
> 
>
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/ 
<http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/> 

__________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. 
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ 
<http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ>  
 

Kirim email ke