tambah lieur.....*sayang tue doyan minum obat
 
________________________________

Wassalam

dari tepian X Apus n x cEtEk
SetiadjiE




________________________________
From: Sp Saprudin <udari...@yahoo.co.id>
To: WongBanten@yahoogroups.com
Sent: Tuesday, February 10, 2009 8:10:18 AM
Subject: Bls: Bls: [WongBanten] Profesor ITB Ditahan Kejagung


Ulah lieur atuh, intelek juga manusia yang gak tahan jika lihat pulus di depan 
hidung....apalagi sampe milyaran.... .Obat lieur mah gampang, minum aja 
aspirin.....




________________________________
Dari: Setiadji Achmad <setiadji.achmad@ yahoo.com>
Kepada: wongban...@yahoogro ups.com
Terkirim: Senin, 9 Februari, 2009 16:04:04
Topik: Re: Bls: [WongBanten] Profesor ITB Ditahan Kejagung


so what gitu loch.....lieur saya baca balesan kang SP...,,,,makana kok intelek 
koruptor???? ..,
 
________________________________

Wassalam

dari tepian X Apus
SetiadjiE




________________________________
From: Sp Saprudin <udari...@yahoo. co.id>
To: wongban...@yahoogro ups.com
Sent: Monday, February 9, 2009 8:17:01 AM
Subject: Bls: [WongBanten] Profesor ITB Ditahan Kejagung


Kalau Profesor ITB hanya diukur dengan intelektualisasi, kita bandingkan dengan 
para koruptor yang lain, apakah para koruptor itu bukan intelek? Berapa banyak 
menteri yang masuk bui, apakah mereka bukan intelek?
Setinggi apapun intelektualisasi seseorang, kalau kadar moral (akhlaq) rendah, 
sami mawon, ibarat pemulung yang ngembat barang milik orang di belakang rumah!

 



________________________________
Dari: Setiadji Achmad <setiadji.achmad@ yahoo.com>
Kepada: wongban...@yahoogro ups.com
Terkirim: Jumat, 6 Februari, 2009 23:40:59
Topik: Re: [WongBanten] Profesor ITB Ditahan Kejagung


kalo emang bener terbukti...duuuch sayang ilmu euuuuy.....bertahun 2 membangun 
intelektualitas, ,,,sirna begitu saja.tapi tetap berharap semoga dugaan 
tersebut salah......
 
________________________________

Wassalam

dari tepian X Apus
SetiadjiE




________________________________
From: halim hd <halimh...@yahoo. com>
To: wongban...@yahoogro ups.com
Sent: Friday, February 6, 2009 11:32:19 PM
Subject: Re: [WongBanten] Profesor ITB Ditahan Kejagung


cuma ayam, kucing, bebek yang gak ngerti dokap.

--- On Fri, 2/6/09, Setiadji Achmad <setiadji.achmad@ yahoo.com> wrote:

From: Setiadji Achmad <setiadji.achmad@ yahoo.com>
Subject: [WongBanten] Profesor ITB Ditahan Kejagung
To: wongban...@yahoogro ups.com
Date: Friday, February 6, 2009, 8:29 AM


Profesor ITB Ditahan Kejagung 
5 Februari 2009, Jam: 20:39:00 JAKARTA (Pos Kota) – Deputi Urusan Teknologi 
Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, Prof DR Ir Made Astawa Rai, yang 
juga Guru Besar ITB ditahan oleh Kejaksan Agung, semalam. 

Menurut Kapuspenkum M Jasman Pandjaitan, dia ditahan terkait kasus proyek 
kegiatan pelaksanaan data dan informasi spasial sumber daya alam di 30 
kabupaten daerah tertinggal, dalam pengembangan ekonomi lokal yang diduga 
fiktif. 

“Akibat perbuatan tersangka, negara diduga dirugikan sebesar Rp4,4 miliar. Dia 
ditahan di Rutan Salemba cabang Rutan Kejari Jakarta Selatan. Dia dijerat 
dengan UU No 31/1999, dengan ancaman hukuman 20 tahun,” katanya, semalam. 

Astawa enggan memberikan komentar saat ditanya tentang sangkaan korupsi kepada 
dirinya. Dia memilih tutup mulut seraya ngeloyor masuk mobil satuan khusus 
Kejagung, untuk digiring ke Rutan Kejari Jakarta Selatan. 

Dalam kasus ini, Kejagung juga telah menetapkan Sofyan Basri (Asisten Deputi 
Urusan Teknologi, R Surahman (Ketua Panitia Penerimaan dan Pemeriksaan Barang 
dan Imam Hidayat ((Pelaksana PT XA Internasioal) sebagai tersangka. 

Dua tersangka lain, yang juga dalam status tahanan, yakni Thomas Anjar W 
(Pejabat Pembuat Komitmen Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal-PDT) dan 
Trimardjoko (Direktur PT Tunas Intercomindo Sejati) sedang disidangkan di PN 
Jakpus. 

TIDAK SESUAI TUJUAN 
Kasus ini berawal, 2006 terkait proyek pengembangan ekonomi lokal senilai Rp4,4 
miliar. Kontrak ditandatangani oleh pejabat pembuat komitmen Thomas bersama 
penyedia jasa Trimardjoko (Dirut PT TIS) dengan nilai Rp4,3 miliar. 

Sebelum tender, sekitar April-Mei 2006 Thomas dan bendahara proyek Ismanto 
dipanggil Astawa dan memberitahu besaran kompensasi 22 persen dari nilai 
proyek, termasuk untuk panitia lelang dan panitia penerima barang sebesar satu 
persen. 

Total uang yang diterima tersangka, kata Jasman adalah Rp400 juta dari Thomas 
dan Ismanto, dengan bukti pencairan dana berupa cek di Bank BCA Bidakara.. 
Akibatnya, proyek tidak sesuai dengan tujuan, Isitilah Kejagung, proyek fiktif. 
(ahi/nk/j) 
  
________________________________

Wassalam

dari tepian X Apus
SetiadjiE
 


________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai! 
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail. com. 

________________________________
Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat.
Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! 



      

Kirim email ke