ane cuma copy pasting statement nya bunda astrid tentang judul email bro rulyy kemaren. keknya berlaku juga untuk topik ini... no offense ....
*bedain antara postingan yang emang pantas didelete ma postingan yang judulnya aja udh menyinggung. kita share disini, kalo emang kek postingan yang kira2 disturbing oke kita delete, tapi kalo postingan yang dari judulnya aja udh merendahkan satu kaum, tinggal delete ajah gitu? * thanks 3rick 2010/10/8 rudi mp. <[email protected]> > sekedar saran, walaupun TIDAK SUKA=DELETE, tapi saya mohon jangan ada > unsur menyudutkan suatu agama lain, mungkin lain halnya jika di dalam suatu > forum, (maybe FFI silakan). > > cmiiw > > > ----- Original Message ----- > *From:* [email protected] > *Sent:* Friday, October 08, 2010 2:22 PM > *Subject:* ~ aga ~ Fw: Keheranan Tentang Kristenisasi > > > *Alfin arifin * > > > > > > > *السلام عليكم ورحمته الله وبركا تها* > > *semoga bermanfaat > wass...zainal* > > *Keheranan Tentang Kristenisasi* > > *Assalamuálaikum Wr. Wb.* > Saat ini saya tengah menempuh studi di Belanda. Dan apa yang ustadz katakan > bahwa umat nasrani di Eropa sudah meninggalkan agamanya memang benar. > Saya ke Belanda menjelang natal dan tahun baru 2008. Dan benar bahwa agama > dan natalan hanya simbol belaka. Ketika natal tiba, orang-orang Belanda > bukannya pergi beribadah ke gereja, tapi mereka malah lebih memilih pergi ke > cafe untuk berhura-hura. Gereja kosong sementara cafe penuh tumpah ruah. > Dan pergantian tahun baru adalah saat bagi semua orang untuk bisa berpesta > semalam suntuk. Ironis sekali. Mereka sangat jauh dari nilai-nilai > ke-Nasrani-an mereka (sebut saja seperti itu). > Tapi saya ingin bertanya sekaligus ingin menghilangkan keheranan saya > ustadz, kenapa Kristen dan missionaris Eropa (yang saya tahu sebagian dari > Belanda) lebih memilih menyebarkan agama bahkan kalau bisa memurtadkan > muslim Indonesia dibanding memperbaiki ummatnya yang amburadul? > Soalnya saya kaget selama di sini, natalan dan pergantian tahun baru yang > justru seharusnya merupakan bagian dari ritual keagamaan, mereka justru > menjadikan ajang pesta dan seks bebas secara terang-terangan (saya melihat > melalui siaran televisi). Gak ada nilai keagamaannya sama sekali. > Someone > Jawaban > *Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, * > > Penyebab utama para misionaris tidak menawarkan ajaran agama mereka kepada > bangsa mereka sendiri, karena ajaran itu sudah pernah dicobakan. Dan > hasilnya nihil alias nol besar. > Alih-alih menjadi solusi, ajaran Kristen di Eropa malah meninggalkan jejak > hitam. Penindasan raja dan gereja kepada ilmuwan dan rakyat, masih kuat > melekat di alam bawah sadar masyarakat di sana. > Kelam sekali memang, Anda bisa bayangkan bagaimana gereja diberi kekuasaan > oleh raja untuk menghukum mati para ilmuwan. Bukankah Galileo Galilei, > Copernicus dan banyak ilmuwan lainnya harus dihukum mati, karena dianggap > bertentangan dengan doktrin gereja? > Lagian, apa yang mereka ajarkan tentang agama Kristen, sebenarnya sudah > tidak asli lagi. Yang mereka ajarkan justru pemikiran manusia, filsafat dan > ajaran sekian ribu sekte yang saling berbeda. Dan orang Eropa sudah bosan > dengan semua itu. > Maka kalau di Eropa hari ini masih ada misionaris, penginjil atau pendeta, > mereka pun sudah tidak lagi punya harapan bagaimana ajarannya laku di > negerinya sendiri. > Maka apa yang Anda saksikan tentang sudah ditinggalkannya agama Kristen di > Eropa, adalah hal yang benar. Bahkan sebenarnya bukan sekarang ini saja, > sudah sejak lama mereka acuh tak acuh dengan agama mereka sendiri. Mereka > pernah mengalami masa yang paling menjengkelkan dari kekuatan gereja di > Eropa. > *Di Eropa, KristenTinggal Simbol* > Kalau pun sekarang ini kita masih melihat simbol-simbol agama Kristen di > sana, seperti natalan, kayu salib, Sinterklas dan seterusnya, sebenarnya > hanya merupakan barang kuno yang sudah tidak lagi diperhitungkan orang. > Makanya, malam natal tidak diisi oleh mreka dengan misa atau kebaktian, > tetapi joged semalam suntuk, mabok dan berzina. > *Pemurtadan di Indonesia* > Kalau di Indonesia kita masih menyaksikan aksi-aksi pemurtadan yang > dilakukan oleh para Romo, Pastur, Pendeta dan para penginjil lainnya, > sebenarnya tidak bisa langsung dibilang bahwa hal itu dilakukan oleh Belanda > atau Eropa. > Coba saja perhatikan, yang melakukan kristenisasi di Indonesia sekarang ini > justru orang-orang Indonesia sendiri.Kalau pun ada *bule*-nya, hanya > beberapa saja. Para bule itu di negeri asalnya mungkin malah tidak populer. > Setidak populer ajaran yang dibawanya. > Bayangkan, ajaran yang sudah tidak 'laku' di Eropa, ternyata masih laku > untuk didagangkan di sini. Ini yang agak mengherankan dari karakteristik > bangsa ini > Sampai ada seorang kawan yang bilang, bahwa hal itu hanya latah dari bangsa > kita. Misalnya, bangsa kita initerbiasa mengimpor apa saja dari luar negeri, > termasuk barang bekas, limbah, atau juga sampah. Betapa agama Kristen di > Eropa sudah ditinggalkan, ternyata bangsa kita lagi asyik-asyiknya melakukan > kemurtadan massal. > Entah benar atau tidak anggapan seperti itu. Tapi yang jelas memang di > Eropa agama Kristen sudah sejak lama ditinggalkan. > Dan yang perlu digaris-bawahi, rupanya negara yang mengalami proses > pemurtadan besar-besaran di dunia ini hanya bisa dihitung dengan jari. Dan > yang paling parah kondisinya memang Indonesia > Agaknya, para misionaris itu tahu persis bahwa iman bangsa kita masih > terlalu mudah untuk luntur. Pokoknya, apapun ajaran, asalkan disebarkan > dengan gigih tanpa mengenal lelah, pasti banyak pengikutnya. > Coba Anda bayangkan, jumlah aliran sesat di negeri kita ini mencapai 250 > buah, hanya dalam kurun waktu 1980 s/d 2006 tahun. Kita tidak bisa habis > pikir, sudah ketahuan sesat, kok masih ada saja yang ikut. Pengikutnya > banyak militan pula. > Padahal bukan hanya ulama yang menyebutnya sesat, bahkan tukang ojek yang > lagi mangkal di perempatan jalan sekalipun tahu bahwa kelompok itu memang > menyempal dari aqidah Islam. > Mungkin di antara penyebabnya karena bangsa kita ini sangat dangkal > akidahnya, akibat lemahnya proses pembinaan agama. Kita harus sadari bahwa > pendidikan Agama Islam di sekolah dan bangku kuliah seringkali hanya sekedar > formalitas, tidak pernah digarap dengan serius, semua dikerjakan dengan > setengah hati. > Syarat iman takwa yang selalu disebut-sebut sebagai syarat seorang pejabat, > lebih sering berupa pemakian kostum dan hadir dalam peringatan hari besar > agama. Sementara korupsi, penindasan, sogok, dan praktek permalingan uang > negara tetap jalan terus. > Faktor lainnya yang menyebabkan para misionaris dunia serius ingin > mengkristenkan Indonesia adalah karena negeri ini punya jumlah bahan baku > dalam jumlah yang cukup besar. Bayangkan, ada 200 juta manusia beragama > Islam tinggal di satu negara, dengan iman rapuh, jumlah ulama sedikit, > pemerintah acuh tak acuh, dan sebagian besar hidup didera kemiskinan yang > abadi. > Wah, ini memang lahan paling subur yang selalu dicari-cari para misionaris. > Harga iman di dada setaradengan sekotak mie instan. Murah sekali. > Cukup bikin sekolah Kristen yang banyak, maka akan ada antrian panjang > putera puteri bangsa ini yang ingin duduk belajar di dalamnya. Masak sekolah > Kristen berisi 90% murid yang beragama Islam? Mau diapakan murid-murid itu > kalau bukan mau dimurtadkan? > Lalu ke mana para guru muslim? Ke mana para konglomerat muslim? Mengapa > mereka tidak melindungi anak-anak dari bersekolah yang dibiayai gereja? > Mengapa MUI tidak pernah mengeluarkan fatwa HARAM menyekolahkan anak di > sekolah milik Kristen, atau yang berafiliasi ke agama lain? > Kami dan Anda sepakat untuk heran. > *Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, > * > *Ahmad Sarwat, Lc* > > -- > you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. > to post emails, just send to : > [email protected] > to join this group, send blank email to : > [email protected] > to quit from this group, just send email to : > [email protected]<aga-madjid%[email protected]> > if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid > or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or > add my twitter @aga_madjid > thanks for joinning this group. > > -- > you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. > to post emails, just send to : > [email protected] > to join this group, send blank email to : > [email protected] > to quit from this group, just send email to : > [email protected]<aga-madjid%[email protected]> > if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid > or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or > add my twitter @aga_madjid > thanks for joinning this group. > -- you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. to post emails, just send to : [email protected] to join this group, send blank email to : [email protected] to quit from this group, just send email to : [email protected] if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or add my twitter @aga_madjid thanks for joinning this group.
