yah main atuh om
xixixixixixixi

*~**You crap on my leg, I'll cut it off  "Coach Beiste - Glee"** *




2011/7/7 Ear.One <[email protected]>

>  Ngak main disana Bun J****
>
> ** **
>
> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On
> Behalf Of *Morningmoon
> *Sent:* Thursday, July 07, 2011 10:58 AM
> *To:* [email protected]
> *Subject:* Re: ~ aga ~ Strategi Dan Alasan ABG Mencari Pria Hidung Belang
> Dan Om-om****
>
> ** **
>
> itu kan udh dikasih tau, mall atrium senen ma mall kalibata
>
> ****
>
> *~You crap on my leg, I'll cut it off  "Coach Beiste - Glee" *****
>
>
>
> ****
>
> 2011/7/7 Ear.One <[email protected]>****
>
> Ada di mall mana aja sih J****
>
> Hunting.mode.on****
>
>  ****
>
> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On
> Behalf Of *Morningmoon
> *Sent:* Thursday, July 07, 2011 10:42 AM
> *To:* [email protected]
> *Subject:* Re: ~ aga ~ Strategi Dan Alasan ABG Mencari Pria Hidung Belang
> Dan Om-om****
>
>  ****
>
> weks, kok rata2 di mall kalibata? (bener yak mall kalibata?)
> jangan2 ntar mall kalibata city juga jadi tempat sasaran mereka mangkal
> neeeeeh
> oh tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak
>
>
>
> ****
>
> *~You crap on my leg, I'll cut it off  "Coach Beiste - Glee" *****
>
> ** **
>
> 2011/7/7 Zigo AlCapone <[email protected]>****
>
> *Strategi Dan Alasan ABG Mencari Pria Hidung Belang Dan Om-om*****
>
>
> <http://www.gallerydunia.com/2011/04/strategi-dan-alasan-abg-mencari-pria.html>
> ****
>
> Menjadi cewek metropolis ataupun cewek gaul yang glamor dan tak ketinggalan
> mode, hanya bisa terwujud bila memiliki uang dan uang. Untuk meraih impian
> itu, sejumlah anak baru gede (ABG) yang ekonomi orangtuanya lemah, menempuh
> berbagai cara. Sebagian di antara cewek usia belasan tahun ini mencari uang
> dengan jalan menjual diri alias menjadi pelacur amatiran .wkakakkakakakkaa,,
>
> “Uang dari orangtua mana cukup buat beli baju gaul, HP model terbaru? Bisa
> ketinggalan kita,” kata Ratna,17, (bukan nama sebenarnya), cewek ABG kormod
> alias korban mode.
>
> Upaya memenuhi keinginannya itu, Ratna rela jadi pelacur amatir. Pusat
> perbelanjaan dijadikan sebagai ajang bergaul sekaligus meraup rupiah dari
> lelaki iseng pencari kenikmatan sesaat. Mejeng di mal sambil mencari mangsa.
>
> Terhadap ABG kelompok ini, pria iseng cukup bermodal Rp100 ribu, bisa
> kencan sambil menjamah tubuh, meskipun hanya sebatas close up alias setengah
> badan.
>
> Sepak-terjang ABG yang menjajakan diri ini bisa ditemui di sejumlah pusat
> perbelanjaan di ibukota. Ironisnya, mereka rata-rata berstatus pelajar, ada
> juga mahasiswi.
>
> Alasan mereka kepada orangtua, pergi belajar kelompok atau mengikuti
> kegiatan sekolah agar bisa bebas keluar rumah. ABG bangor beroperasi di mal
> tak cuma malam hari, tapi banyak pula dijumpai nongkrong siang bolong
> menjajakan diri.
>
> Mereka ada yang dijuluki cewek parkir lantaran mangkalnya di tempat parkir,
> ada pula mangkal di pusat jajan makananan (food court), ada juga yang
> mencari sasaran di depan gedung bioskop. Pekcun alias perek culun, begitulah
> julukan yang sering dilontarkan publik terhadap mereka.
>
> Lebih Agresif
>
> Dari pantauan sebuah koran Jakarta, di mal pada kawasan Kalibata misalnya,
> ada sekitar 30 cewek ABG mencari mangsa tersebar di ruang tunggu bioskop,
> food court dan tempat parkir. Pemandangan serupa dapat dipantau pada pusat
> perdagangan dan perbelanjaan di kawasan Senen serta pusat perdagangan dan
> perbelanjaan di kawasan Rawamangun.
>
> Gaya mereka menyerupai gadis lainnya yang datang ke mal untuk belanja.
> Inilah yang kerap membuat jengah gadis baik-baik karena kena imbas dikira
> cewek mal cari mangsa.
>
> Mengenakan celana jins model pensil, kaos lengan pendek, blus model baby
> dol yang sedang ngetren, penampilan mereka sama sekali jauh dari kesan
> sebagai pelacur.
>
> Namun bila diperhatikan, ada hal yang membedakan antara ABG pelacur dengan
> ABG baik-baik. ABG pelacur tampil centil, genit, agresif, berani menggoda
> lelaki meski belum dikenal dan bersikap sangat ramah.
>
> Sasaran mereka, selain pria yang biasa dijuluki brondong juga lelaki
> setengah baya alias om-om parlente dan tajir alias berkantong tebal.
>
> “Nih brondong keren euy. Tapi keren-keren gitu namanya Parto lho, atau Gino
> kali ya?” celetuk satu cewek ABG di depan bioskop yang disambut tawa
> cekikikan dua teman lainnya.
>
> Bagi pria yang masuk perangkap, kencan pun dimulai. Obrolan mereka nyambung
> dan langsung akrab.
>
> Sama halnya di food court, cara mereka menarik perhatian lelaki dengan
> kerlingan mata atau membuat canda berlebihan. “Meskipun cuma dibayarin makan
> aja, gak apa-apalah, lumayan juga,” kata Ratna, yang mengaku dirinya dan
> bersama geng kerap mangkal di satu mal kawasan Kalibata.
>
> Lain lagi dengan cewek parkir, tampilannya berlagak menunggu teman. Padahal
> mereka mejeng sambil matanya melirik-lirik ke arah lelaki yang diincar.
>
> Layanan Close Up
>
> Kelompok ABG ini selain mencari uang juga mencari kesenangan di mal. Target
> lain bisa belanja barang harga mahal dan dapat menyantap makanan enak.
>
> Tarif mereka terbilang murah antara Rp 100 ribu hingga Rp300 ribu. Pelaku
> prostitusi terselubung ini memberi pelayanan dari pinggang ke atas. Istilah
> mereka close up.
>
> Pelayanan colse up berlangsung singkat. Tempatnya di dalam gedung bioskop
> sambil nonton film. Lelaki iseng leluasan menggerayangi tubuh ABG selama
> pemutaran film berlangsung. Kencan bisa juga dilakukan di dalam mobil yang
> sedang diparkir.
>
> Bila mau pelayanan lebih, harus tambah ongkos minimal Rp300 ribu untuk
> di-booking ke hotel. Harga pasaran ABG ini bisa turun asal mereka diajak
> shoping.
>
> “Sebelum ngeroom (istilah untuk ngamar) kita belanja-belanja dulu,” cerita
> Ririn, ABG lainnya.
>
> Bagi lelaki pemburu ABG di mal, paham betul cara menggaet mereka. Tentu
> dengan cara mengajak belanja pakaian dulu, baru dibawa ke kamar hotel.
>
> Mau mencari cewek parkir dimal? Mereka biasa mejeng sekitar Pk. 19:00 saat
> pengunjung banyak yang mulai meninggalkan mal. Operasi pekcun kelompok ini
> cukup rapih. Mereka tak hanya mejeng di area parkir, tapi kadang bersembunyi
> di tempat tertentu.
>
> Untuk bisa menemui mereka, lebih dulu ketemu juru parkir (jukir) nyambi
> sebagai germo. Jukir yang nyambi ini kemudian mengontak mereka. Pekcun
> beroperasi di arena parkir, geliatnya lebih profesional ketimbang yang
> mangkal di sekitar bioskop atau di food court.
>
> Tentu saja si tukang parkir mendapat jatah dari cewek yang dapat tamu.
> Setiap kali dapat tamu, si cewek memberi upah Rp20 ribu hingga Rp50 ribu.
>
> Tak hanya tukang parkir yang kecipratan uang. Kalangan preman pun mendapat
> jatah uang perlindungan. “Kalau mau aman, ya kita bagi juga mereka, sekedar
> buat beli rokok,” ucap Siska, 19, cewek parkir, sambil menyebut nilai
> minimal Rp20 ribu untuk jatah preman.
>
> Preman ini bukan tanpa jasa. Kerja mereka menghubungi si pekcun bila ada
> razia petugas. “Tugas mereka harus cepet-cepet kasih tau kita kalau ada
> petugas,” ungkap Lina, 17, dara yang mengaku pelajar satu SMA di Jaksel.
>
> Dalam satu minggu, pekcun mengantongi uang antara Rp200 ribu Rp400 ribu.
> Mereka mengaku tak ada germo yang mengkoordinir secara khusus.
>
> Beberapa tahun silam, aparat merazia puluhan ABG dirazia di mal kawasan
> Kalibata. Terbukti keberadaan mereka dikoordinir seorang cewek yang
> bertindak sebagai germo.
>
> Fenomena ABG jual diri merupakan imbas dari rongrongan gaya hidup
> metropolis, tak seimbang dengan kemampuan ekonomi orangtua.
>
> Butuh duit buat jajan
>
> SISKA begitu ia biasa dipanggil. Gadis yang baru tumbuh dewasa itu mengaku
> menjadi ‘penjudi’ (penjual diri) karena ingin seperti kawan-kawannya yang
> hidup berkelimang kemewahan. Tapi dia sadar, kalau keinginannya untuk
> seperti itu tidak akan bisa karena kedua orang tuanya hidupnya serba
> pas-pasan.
>
> “Jangankan untuk membeli pakaian yang harganya cukup mahal, untuk belanja
> sehari-hari aja kurang,”kata gadis yang mengaku masih sekolah di SLTA
> dibilangan Jakarta Selatan tersebut.
>
> Dengan ketiadaannya itu, ABG (anak baru gede) yang satu ini terpaksa mejeng
> dan menjual diri di mal. Tujuannya hanya satu, dapat nonton dan menemani
> om-om yang berkantong tebal. Gadis mungil berkulit putih itu pun hampir tiga
> kali dalam satu minggu nongkrong di pusat perbelanjaan dibilangan Kalibata,
> Jakarta Selatan.
>
> Kebutuhan hidup
>
> Sepintas orang tidak akan menyangka kalau perempuan yang mengaku baru
> berumur 15 tahun itu menjual diri demi memenuhi kebutuhannya hidup yang
> mewah. Sebenarnya Siska malu. Apalagi jika bertemu dengan teman atau
> tetangga rumahnya. “Habis gimana Bang, jika nggak begini saya tidak punya
> duit jajan yang cukup. Uang yang dikasih orang tua tak cukup,” kata Siska
> yang mengaku tinggal di kawasan Cempaka Putih, Jakpus.
>
> Anak kedua dari empat bersaudara itu mengaku bapaknya hanyalah buruh pabrik
> di kawasan Bekasi dengan gaji yang sangat pas-pasan. Hidup serba kekurangan,
> sementara teman sebayanya hidup serba berkecukupan. Iri ingin seperti teman
> – temanya membuatnya mengambil jalan pintas.
>
> Berbekal tubuh yang seksi, dia terpaksa terjun ke dalam bisnis “esek-
> esek”. “Pertama-tama saya melakukannya sempat gemeter dan takut akan
> ketahuan orang, tapi kini sudah terbiasa, “ katanya seraya menambahkan
> sekali kencan, dia pasang tarif antara Rp 200.000 hingga Rp 250.000.
>
> Kesepian di rumah
>
> Lain lagi dengan Lia. Kebiasaan nongkrong di bioskop itu karena merasa
> kesepian di rumah setelah kedua orang tuanya sibuk dengan bisnisnya
> masing-masing. Hampir setiap pulang sekolah gadis itu menyempatkan diri
> datang ke bioskop yang berada di kawasan Atrium, Senen, Jakarta Pusat. Di
> tempat itu, ABG ini mengaku banyak teman bukan hanya sesama pelajar
> seusianya, tapi om-om yang suka mencari daun muda.
>
> “Saya sering diajak nonton sama om-om dan brondong. Saya nggak pernah
> pasang tarif, berapa pun dia mengasih pasti saya terima,”ujar Lia sambil
> menambahkan setiap diajak nonton dirinya di kasih uang Rp 100 ribu hingga
> 200 ribu.
>
> Lia mengaku setiap hari selalu membawa baju dan celana ganti. “ Kalau pakai
> seragam sekolah dilarang satpam masuk ke mal. Saya bawa ganti untuk
> mengelabuhi petugas keamanan,” tambah gadis yang mengaku tinggal di daerah
> kawasan elite Kelapa Gading, Jakut.
>
> Lia nongkrong di mal bukan semata mencari uang, tapi yang utama kesenangan.
> Tak heran jika ada pria yang cocok dengannya, tanpa dikasih uang pun nggak
> apa-apa. Tapi kalau tidak sesuai dengan kehendak hatinya, dibayar berapa pun
> akan ditolaknya. “Kalau cocok, cepek ceng (Rp 100.000) bersih, kita sikat
> aja Mas,” kata Lia sambil tertawa lepas.
>
> Jika sudah transaksi, kencan berlanjut di hotel-hotel transit tak jauh dari
> lokasi. Tapi kadang-kadang Lia tak segan menolak tunge, istilah mereka untuk
> hubungan intim, kalau pelanggannya itu tak royal membelikan makanan dan
> rokok.
>
> Susan lain lagi. Kebiasaan nongkrong di mal setelah beberapa kali diajak
> teman sekolahnya mejeng di pusat pembelanjaan tersebut. Awalnya, dia takut
> dicap cewek yang nggak benar, tapi lama-lama mengaku terbiasa bahkan
> ketagihan.
>
> “Berani berkenalan dan mau diajak jalan sama om-om setelah beberapa kali
> ditemani teman saya. Semula saya malu-malu, tapi karena duit yang saya dapat
> banyak akhirnya keterusan deh,”ungkap ABG yang mengaku tinggal di daerah
> Rawamangun, Jaktim tersebut.****
>
>  ****
>
>  ****
>
> *Warm Regards,*****
>
> * *****
>
> * *****
>
> *Zigo AlCapone*****
>
>  ****
>
> --
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]
> please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
> add my Yahoo Messenger at [email protected] or
> add my twitter @aga_madjid
> thanks for joinning this group.****
>
>  ****
>
> --
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]
> please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
> add my Yahoo Messenger at [email protected] or
> add my twitter @aga_madjid
> thanks for joinning this group.****
>
> --
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]
> please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
> add my Yahoo Messenger at [email protected] or
> add my twitter @aga_madjid
> thanks for joinning this group.****
>
> ** **
>
> --
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]
> please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
> add my Yahoo Messenger at [email protected] or
> add my twitter @aga_madjid
> thanks for joinning this group.****
>
> --
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]
> please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
> add my Yahoo Messenger at [email protected] or
> add my twitter @aga_madjid
> thanks for joinning this group.
>

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

<<image001.gif>>

Kirim email ke