sambil nunggu macet yak jib :p

*~**You crap on my leg, I'll cut it off  "Coach Beiste - Glee"** *




2011/7/7 Najib <[email protected]>

> **
> lumayan deket rumah, pulang kerja mlipir dulu ah....
>
> ----- Original Message -----
> *From:* Morningmoon <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Thursday, July 07, 2011 1:23 PM
> *Subject:* Re: ~ aga ~ Strategi Dan Alasan ABG Mencari Pria Hidung Belang
> Dan Om-om
>
> yah main atuh om
> xixixixixixixi
>
> *~**You crap on my leg, I'll cut it off  "Coach Beiste - Glee"** *
>
>
>
>
> 2011/7/7 Ear.One <[email protected]>
>
>>  Ngak main disana Bun J****
>>
>> ****
>>
>> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]]
>> *On Behalf Of *Morningmoon
>> *Sent:* Thursday, July 07, 2011 10:58 AM
>> *To:* [email protected]
>> *Subject:* Re: ~ aga ~ Strategi Dan Alasan ABG Mencari Pria Hidung Belang
>> Dan Om-om****
>>
>> ****
>>
>> itu kan udh dikasih tau, mall atrium senen ma mall kalibata
>>
>> ****
>>
>> *~You crap on my leg, I'll cut it off  "Coach Beiste - Glee" *****
>>
>>
>>
>> ****
>>
>> 2011/7/7 Ear.One <[email protected]>****
>>
>> Ada di mall mana aja sih J****
>>
>> Hunting.mode.on****
>>
>> ****
>>
>> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]]
>> *On Behalf Of *Morningmoon
>> *Sent:* Thursday, July 07, 2011 10:42 AM
>> *To:* [email protected]
>> *Subject:* Re: ~ aga ~ Strategi Dan Alasan ABG Mencari Pria Hidung Belang
>> Dan Om-om****
>>
>> ****
>>
>> weks, kok rata2 di mall kalibata? (bener yak mall kalibata?)
>> jangan2 ntar mall kalibata city juga jadi tempat sasaran mereka mangkal
>> neeeeeh
>> oh tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak
>>
>>
>>
>> ****
>>
>> *~You crap on my leg, I'll cut it off  "Coach Beiste - Glee" *****
>>
>> ****
>>
>> 2011/7/7 Zigo AlCapone <[email protected]>****
>>
>> *Strategi Dan Alasan ABG Mencari Pria Hidung Belang Dan Om-om*****
>>
>>
>>
>> <http://www.gallerydunia.com/2011/04/strategi-dan-alasan-abg-mencari-pria.html>
>> ****
>>
>> Menjadi cewek metropolis ataupun cewek gaul yang glamor dan tak
>> ketinggalan mode, hanya bisa terwujud bila memiliki uang dan uang. Untuk
>> meraih impian itu, sejumlah anak baru gede (ABG) yang ekonomi orangtuanya
>> lemah, menempuh berbagai cara. Sebagian di antara cewek usia belasan tahun
>> ini mencari uang dengan jalan menjual diri alias menjadi pelacur amatiran
>> .wkakakkakakakkaa,,
>>
>> “Uang dari orangtua mana cukup buat beli baju gaul, HP model terbaru? Bisa
>> ketinggalan kita,” kata Ratna,17, (bukan nama sebenarnya), cewek ABG kormod
>> alias korban mode.
>>
>> Upaya memenuhi keinginannya itu, Ratna rela jadi pelacur amatir. Pusat
>> perbelanjaan dijadikan sebagai ajang bergaul sekaligus meraup rupiah dari
>> lelaki iseng pencari kenikmatan sesaat. Mejeng di mal sambil mencari mangsa.
>>
>> Terhadap ABG kelompok ini, pria iseng cukup bermodal Rp100 ribu, bisa
>> kencan sambil menjamah tubuh, meskipun hanya sebatas close up alias setengah
>> badan.
>>
>> Sepak-terjang ABG yang menjajakan diri ini bisa ditemui di sejumlah pusat
>> perbelanjaan di ibukota. Ironisnya, mereka rata-rata berstatus pelajar, ada
>> juga mahasiswi.
>>
>> Alasan mereka kepada orangtua, pergi belajar kelompok atau mengikuti
>> kegiatan sekolah agar bisa bebas keluar rumah. ABG bangor beroperasi di mal
>> tak cuma malam hari, tapi banyak pula dijumpai nongkrong siang bolong
>> menjajakan diri.
>>
>> Mereka ada yang dijuluki cewek parkir lantaran mangkalnya di tempat
>> parkir, ada pula mangkal di pusat jajan makananan (food court), ada juga
>> yang mencari sasaran di depan gedung bioskop. Pekcun alias perek culun,
>> begitulah julukan yang sering dilontarkan publik terhadap mereka.
>>
>> Lebih Agresif
>>
>> Dari pantauan sebuah koran Jakarta, di mal pada kawasan Kalibata misalnya,
>> ada sekitar 30 cewek ABG mencari mangsa tersebar di ruang tunggu bioskop,
>> food court dan tempat parkir. Pemandangan serupa dapat dipantau pada pusat
>> perdagangan dan perbelanjaan di kawasan Senen serta pusat perdagangan dan
>> perbelanjaan di kawasan Rawamangun.
>>
>> Gaya mereka menyerupai gadis lainnya yang datang ke mal untuk belanja.
>> Inilah yang kerap membuat jengah gadis baik-baik karena kena imbas dikira
>> cewek mal cari mangsa.
>>
>> Mengenakan celana jins model pensil, kaos lengan pendek, blus model baby
>> dol yang sedang ngetren, penampilan mereka sama sekali jauh dari kesan
>> sebagai pelacur.
>>
>> Namun bila diperhatikan, ada hal yang membedakan antara ABG pelacur dengan
>> ABG baik-baik. ABG pelacur tampil centil, genit, agresif, berani menggoda
>> lelaki meski belum dikenal dan bersikap sangat ramah.
>>
>> Sasaran mereka, selain pria yang biasa dijuluki brondong juga lelaki
>> setengah baya alias om-om parlente dan tajir alias berkantong tebal.
>>
>> “Nih brondong keren euy. Tapi keren-keren gitu namanya Parto lho, atau
>> Gino kali ya?” celetuk satu cewek ABG di depan bioskop yang disambut tawa
>> cekikikan dua teman lainnya.
>>
>> Bagi pria yang masuk perangkap, kencan pun dimulai. Obrolan mereka
>> nyambung dan langsung akrab.
>>
>> Sama halnya di food court, cara mereka menarik perhatian lelaki dengan
>> kerlingan mata atau membuat canda berlebihan. “Meskipun cuma dibayarin makan
>> aja, gak apa-apalah, lumayan juga,” kata Ratna, yang mengaku dirinya dan
>> bersama geng kerap mangkal di satu mal kawasan Kalibata.
>>
>> Lain lagi dengan cewek parkir, tampilannya berlagak menunggu teman.
>> Padahal mereka mejeng sambil matanya melirik-lirik ke arah lelaki yang
>> diincar.
>>
>> Layanan Close Up
>>
>> Kelompok ABG ini selain mencari uang juga mencari kesenangan di mal.
>> Target lain bisa belanja barang harga mahal dan dapat menyantap makanan
>> enak.
>>
>> Tarif mereka terbilang murah antara Rp 100 ribu hingga Rp300 ribu. Pelaku
>> prostitusi terselubung ini memberi pelayanan dari pinggang ke atas. Istilah
>> mereka close up.
>>
>> Pelayanan colse up berlangsung singkat. Tempatnya di dalam gedung bioskop
>> sambil nonton film. Lelaki iseng leluasan menggerayangi tubuh ABG selama
>> pemutaran film berlangsung. Kencan bisa juga dilakukan di dalam mobil yang
>> sedang diparkir.
>>
>> Bila mau pelayanan lebih, harus tambah ongkos minimal Rp300 ribu untuk
>> di-booking ke hotel. Harga pasaran ABG ini bisa turun asal mereka diajak
>> shoping.
>>
>> “Sebelum ngeroom (istilah untuk ngamar) kita belanja-belanja dulu,” cerita
>> Ririn, ABG lainnya.
>>
>> Bagi lelaki pemburu ABG di mal, paham betul cara menggaet mereka. Tentu
>> dengan cara mengajak belanja pakaian dulu, baru dibawa ke kamar hotel.
>>
>> Mau mencari cewek parkir dimal? Mereka biasa mejeng sekitar Pk. 19:00 saat
>> pengunjung banyak yang mulai meninggalkan mal. Operasi pekcun kelompok ini
>> cukup rapih. Mereka tak hanya mejeng di area parkir, tapi kadang bersembunyi
>> di tempat tertentu.
>>
>> Untuk bisa menemui mereka, lebih dulu ketemu juru parkir (jukir) nyambi
>> sebagai germo. Jukir yang nyambi ini kemudian mengontak mereka. Pekcun
>> beroperasi di arena parkir, geliatnya lebih profesional ketimbang yang
>> mangkal di sekitar bioskop atau di food court.
>>
>> Tentu saja si tukang parkir mendapat jatah dari cewek yang dapat tamu.
>> Setiap kali dapat tamu, si cewek memberi upah Rp20 ribu hingga Rp50 ribu.
>>
>> Tak hanya tukang parkir yang kecipratan uang. Kalangan preman pun mendapat
>> jatah uang perlindungan. “Kalau mau aman, ya kita bagi juga mereka, sekedar
>> buat beli rokok,” ucap Siska, 19, cewek parkir, sambil menyebut nilai
>> minimal Rp20 ribu untuk jatah preman.
>>
>> Preman ini bukan tanpa jasa. Kerja mereka menghubungi si pekcun bila ada
>> razia petugas. “Tugas mereka harus cepet-cepet kasih tau kita kalau ada
>> petugas,” ungkap Lina, 17, dara yang mengaku pelajar satu SMA di Jaksel.
>>
>> Dalam satu minggu, pekcun mengantongi uang antara Rp200 ribu Rp400 ribu.
>> Mereka mengaku tak ada germo yang mengkoordinir secara khusus.
>>
>> Beberapa tahun silam, aparat merazia puluhan ABG dirazia di mal kawasan
>> Kalibata. Terbukti keberadaan mereka dikoordinir seorang cewek yang
>> bertindak sebagai germo.
>>
>> Fenomena ABG jual diri merupakan imbas dari rongrongan gaya hidup
>> metropolis, tak seimbang dengan kemampuan ekonomi orangtua.
>>
>> Butuh duit buat jajan
>>
>> SISKA begitu ia biasa dipanggil. Gadis yang baru tumbuh dewasa itu mengaku
>> menjadi ‘penjudi’ (penjual diri) karena ingin seperti kawan-kawannya yang
>> hidup berkelimang kemewahan. Tapi dia sadar, kalau keinginannya untuk
>> seperti itu tidak akan bisa karena kedua orang tuanya hidupnya serba
>> pas-pasan.
>>
>> “Jangankan untuk membeli pakaian yang harganya cukup mahal, untuk belanja
>> sehari-hari aja kurang,”kata gadis yang mengaku masih sekolah di SLTA
>> dibilangan Jakarta Selatan tersebut.
>>
>> Dengan ketiadaannya itu, ABG (anak baru gede) yang satu ini terpaksa
>> mejeng dan menjual diri di mal. Tujuannya hanya satu, dapat nonton dan
>> menemani om-om yang berkantong tebal. Gadis mungil berkulit putih itu pun
>> hampir tiga kali dalam satu minggu nongkrong di pusat perbelanjaan
>> dibilangan Kalibata, Jakarta Selatan.
>>
>> Kebutuhan hidup
>>
>> Sepintas orang tidak akan menyangka kalau perempuan yang mengaku baru
>> berumur 15 tahun itu menjual diri demi memenuhi kebutuhannya hidup yang
>> mewah. Sebenarnya Siska malu. Apalagi jika bertemu dengan teman atau
>> tetangga rumahnya. “Habis gimana Bang, jika nggak begini saya tidak punya
>> duit jajan yang cukup. Uang yang dikasih orang tua tak cukup,” kata Siska
>> yang mengaku tinggal di kawasan Cempaka Putih, Jakpus.
>>
>> Anak kedua dari empat bersaudara itu mengaku bapaknya hanyalah buruh
>> pabrik di kawasan Bekasi dengan gaji yang sangat pas-pasan. Hidup serba
>> kekurangan, sementara teman sebayanya hidup serba berkecukupan. Iri ingin
>> seperti teman – temanya membuatnya mengambil jalan pintas.
>>
>> Berbekal tubuh yang seksi, dia terpaksa terjun ke dalam bisnis “esek-
>> esek”. “Pertama-tama saya melakukannya sempat gemeter dan takut akan
>> ketahuan orang, tapi kini sudah terbiasa, “ katanya seraya menambahkan
>> sekali kencan, dia pasang tarif antara Rp 200.000 hingga Rp 250.000.
>>
>> Kesepian di rumah
>>
>> Lain lagi dengan Lia. Kebiasaan nongkrong di bioskop itu karena merasa
>> kesepian di rumah setelah kedua orang tuanya sibuk dengan bisnisnya
>> masing-masing. Hampir setiap pulang sekolah gadis itu menyempatkan diri
>> datang ke bioskop yang berada di kawasan Atrium, Senen, Jakarta Pusat. Di
>> tempat itu, ABG ini mengaku banyak teman bukan hanya sesama pelajar
>> seusianya, tapi om-om yang suka mencari daun muda.
>>
>> “Saya sering diajak nonton sama om-om dan brondong. Saya nggak pernah
>> pasang tarif, berapa pun dia mengasih pasti saya terima,”ujar Lia sambil
>> menambahkan setiap diajak nonton dirinya di kasih uang Rp 100 ribu hingga
>> 200 ribu.
>>
>> Lia mengaku setiap hari selalu membawa baju dan celana ganti. “ Kalau
>> pakai seragam sekolah dilarang satpam masuk ke mal. Saya bawa ganti untuk
>> mengelabuhi petugas keamanan,” tambah gadis yang mengaku tinggal di daerah
>> kawasan elite Kelapa Gading, Jakut.
>>
>> Lia nongkrong di mal bukan semata mencari uang, tapi yang utama
>> kesenangan. Tak heran jika ada pria yang cocok dengannya, tanpa dikasih uang
>> pun nggak apa-apa. Tapi kalau tidak sesuai dengan kehendak hatinya, dibayar
>> berapa pun akan ditolaknya. “Kalau cocok, cepek ceng (Rp 100.000) bersih,
>> kita sikat aja Mas,” kata Lia sambil tertawa lepas.
>>
>> Jika sudah transaksi, kencan berlanjut di hotel-hotel transit tak jauh
>> dari lokasi. Tapi kadang-kadang Lia tak segan menolak tunge, istilah mereka
>> untuk hubungan intim, kalau pelanggannya itu tak royal membelikan makanan
>> dan rokok.
>>
>> Susan lain lagi. Kebiasaan nongkrong di mal setelah beberapa kali diajak
>> teman sekolahnya mejeng di pusat pembelanjaan tersebut. Awalnya, dia takut
>> dicap cewek yang nggak benar, tapi lama-lama mengaku terbiasa bahkan
>> ketagihan.
>>
>> “Berani berkenalan dan mau diajak jalan sama om-om setelah beberapa kali
>> ditemani teman saya. Semula saya malu-malu, tapi karena duit yang saya dapat
>> banyak akhirnya keterusan deh,”ungkap ABG yang mengaku tinggal di daerah
>> Rawamangun, Jaktim tersebut.****
>>
>> ****
>>
>> ****
>>
>> *Warm Regards,*****
>>
>> ******
>>
>> ******
>>
>> *Zigo AlCapone*****
>>
>> ****
>>
>> --
>> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
>> to post emails, just send to :
>> [email protected]
>> to join this group, send blank email to :
>> [email protected]
>> to quit from this group, just send email to :
>> [email protected]
>> please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
>> add my Yahoo Messenger at [email protected] or
>> add my twitter @aga_madjid
>> thanks for joinning this group.****
>>
>> ****
>>
>> --
>> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
>> to post emails, just send to :
>> [email protected]
>> to join this group, send blank email to :
>> [email protected]
>> to quit from this group, just send email to :
>> [email protected]
>> please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
>> add my Yahoo Messenger at [email protected] or
>> add my twitter @aga_madjid
>> thanks for joinning this group.****
>>
>> --
>> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
>> to post emails, just send to :
>> [email protected]
>> to join this group, send blank email to :
>> [email protected]
>> to quit from this group, just send email to :
>> [email protected]
>> please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
>> add my Yahoo Messenger at [email protected] or
>> add my twitter @aga_madjid
>> thanks for joinning this group.****
>>
>> ****
>>
>> --
>> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
>> to post emails, just send to :
>> [email protected]
>> to join this group, send blank email to :
>> [email protected]
>> to quit from this group, just send email to :
>> [email protected]
>> please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
>> add my Yahoo Messenger at [email protected] or
>> add my twitter @aga_madjid
>> thanks for joinning this group.****
>>
>> --
>> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
>> to post emails, just send to :
>> [email protected]
>> to join this group, send blank email to :
>> [email protected]
>> to quit from this group, just send email to :
>> [email protected]
>> please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
>> add my Yahoo Messenger at [email protected] or
>> add my twitter @aga_madjid
>> thanks for joinning this group.
>>
>
> --
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]
> please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
> add my Yahoo Messenger at [email protected] or
> add my twitter @aga_madjid
> thanks for joinning this group.
>
>  --
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]
> please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
> add my Yahoo Messenger at [email protected] or
> add my twitter @aga_madjid
> thanks for joinning this group.
>

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

<<image001.gif>>

Kirim email ke