lumayan deket rumah, pulang kerja mlipir dulu ah....
  ----- Original Message ----- 
  From: Morningmoon 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, July 07, 2011 1:23 PM
  Subject: Re: ~ aga ~ Strategi Dan Alasan ABG Mencari Pria Hidung Belang Dan 
Om-om


  yah main atuh om
  xixixixixixixi


    ~You crap on my leg, I'll cut it off  "Coach Beiste - Glee" 




  2011/7/7 Ear.One <[email protected]>

    Ngak main disana Bun J



    From: [email protected] [mailto:[email protected]] On 
Behalf Of Morningmoon
    Sent: Thursday, July 07, 2011 10:58 AM
    To: [email protected]
    Subject: Re: ~ aga ~ Strategi Dan Alasan ABG Mencari Pria Hidung Belang Dan 
Om-om



    itu kan udh dikasih tau, mall atrium senen ma mall kalibata



    ~You crap on my leg, I'll cut it off  "Coach Beiste - Glee" 





    2011/7/7 Ear.One <[email protected]>

    Ada di mall mana aja sih J

    Hunting.mode.on



    From: [email protected] [mailto:[email protected]] On 
Behalf Of Morningmoon
    Sent: Thursday, July 07, 2011 10:42 AM
    To: [email protected]
    Subject: Re: ~ aga ~ Strategi Dan Alasan ABG Mencari Pria Hidung Belang Dan 
Om-om



    weks, kok rata2 di mall kalibata? (bener yak mall kalibata?)
    jangan2 ntar mall kalibata city juga jadi tempat sasaran mereka mangkal 
neeeeeh
    oh tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak





    ~You crap on my leg, I'll cut it off  "Coach Beiste - Glee" 



    2011/7/7 Zigo AlCapone <[email protected]>

    Strategi Dan Alasan ABG Mencari Pria Hidung Belang Dan Om-om




    Menjadi cewek metropolis ataupun cewek gaul yang glamor dan tak ketinggalan 
mode, hanya bisa terwujud bila memiliki uang dan uang. Untuk meraih impian itu, 
sejumlah anak baru gede (ABG) yang ekonomi orangtuanya lemah, menempuh berbagai 
cara. Sebagian di antara cewek usia belasan tahun ini mencari uang dengan jalan 
menjual diri alias menjadi pelacur amatiran .wkakakkakakakkaa,,

    “Uang dari orangtua mana cukup buat beli baju gaul, HP model terbaru? Bisa 
ketinggalan kita,” kata Ratna,17, (bukan nama sebenarnya), cewek ABG kormod 
alias korban mode.

    Upaya memenuhi keinginannya itu, Ratna rela jadi pelacur amatir. Pusat 
perbelanjaan dijadikan sebagai ajang bergaul sekaligus meraup rupiah dari 
lelaki iseng pencari kenikmatan sesaat. Mejeng di mal sambil mencari mangsa.

    Terhadap ABG kelompok ini, pria iseng cukup bermodal Rp100 ribu, bisa 
kencan sambil menjamah tubuh, meskipun hanya sebatas close up alias setengah 
badan.

    Sepak-terjang ABG yang menjajakan diri ini bisa ditemui di sejumlah pusat 
perbelanjaan di ibukota. Ironisnya, mereka rata-rata berstatus pelajar, ada 
juga mahasiswi.

    Alasan mereka kepada orangtua, pergi belajar kelompok atau mengikuti 
kegiatan sekolah agar bisa bebas keluar rumah. ABG bangor beroperasi di mal tak 
cuma malam hari, tapi banyak pula dijumpai nongkrong siang bolong menjajakan 
diri.

    Mereka ada yang dijuluki cewek parkir lantaran mangkalnya di tempat parkir, 
ada pula mangkal di pusat jajan makananan (food court), ada juga yang mencari 
sasaran di depan gedung bioskop. Pekcun alias perek culun, begitulah julukan 
yang sering dilontarkan publik terhadap mereka.

    Lebih Agresif

    Dari pantauan sebuah koran Jakarta, di mal pada kawasan Kalibata misalnya, 
ada sekitar 30 cewek ABG mencari mangsa tersebar di ruang tunggu bioskop, food 
court dan tempat parkir. Pemandangan serupa dapat dipantau pada pusat 
perdagangan dan perbelanjaan di kawasan Senen serta pusat perdagangan dan 
perbelanjaan di kawasan Rawamangun.

    Gaya mereka menyerupai gadis lainnya yang datang ke mal untuk belanja. 
Inilah yang kerap membuat jengah gadis baik-baik karena kena imbas dikira cewek 
mal cari mangsa.

    Mengenakan celana jins model pensil, kaos lengan pendek, blus model baby 
dol yang sedang ngetren, penampilan mereka sama sekali jauh dari kesan sebagai 
pelacur.

    Namun bila diperhatikan, ada hal yang membedakan antara ABG pelacur dengan 
ABG baik-baik. ABG pelacur tampil centil, genit, agresif, berani menggoda 
lelaki meski belum dikenal dan bersikap sangat ramah.

    Sasaran mereka, selain pria yang biasa dijuluki brondong juga lelaki 
setengah baya alias om-om parlente dan tajir alias berkantong tebal.

    “Nih brondong keren euy. Tapi keren-keren gitu namanya Parto lho, atau Gino 
kali ya?” celetuk satu cewek ABG di depan bioskop yang disambut tawa cekikikan 
dua teman lainnya.

    Bagi pria yang masuk perangkap, kencan pun dimulai. Obrolan mereka nyambung 
dan langsung akrab.

    Sama halnya di food court, cara mereka menarik perhatian lelaki dengan 
kerlingan mata atau membuat canda berlebihan. “Meskipun cuma dibayarin makan 
aja, gak apa-apalah, lumayan juga,” kata Ratna, yang mengaku dirinya dan 
bersama geng kerap mangkal di satu mal kawasan Kalibata.

    Lain lagi dengan cewek parkir, tampilannya berlagak menunggu teman. Padahal 
mereka mejeng sambil matanya melirik-lirik ke arah lelaki yang diincar.

    Layanan Close Up

    Kelompok ABG ini selain mencari uang juga mencari kesenangan di mal. Target 
lain bisa belanja barang harga mahal dan dapat menyantap makanan enak.

    Tarif mereka terbilang murah antara Rp 100 ribu hingga Rp300 ribu. Pelaku 
prostitusi terselubung ini memberi pelayanan dari pinggang ke atas. Istilah 
mereka close up.

    Pelayanan colse up berlangsung singkat. Tempatnya di dalam gedung bioskop 
sambil nonton film. Lelaki iseng leluasan menggerayangi tubuh ABG selama 
pemutaran film berlangsung. Kencan bisa juga dilakukan di dalam mobil yang 
sedang diparkir.

    Bila mau pelayanan lebih, harus tambah ongkos minimal Rp300 ribu untuk 
di-booking ke hotel. Harga pasaran ABG ini bisa turun asal mereka diajak 
shoping.

    “Sebelum ngeroom (istilah untuk ngamar) kita belanja-belanja dulu,” cerita 
Ririn, ABG lainnya.

    Bagi lelaki pemburu ABG di mal, paham betul cara menggaet mereka. Tentu 
dengan cara mengajak belanja pakaian dulu, baru dibawa ke kamar hotel.

    Mau mencari cewek parkir dimal? Mereka biasa mejeng sekitar Pk. 19:00 saat 
pengunjung banyak yang mulai meninggalkan mal. Operasi pekcun kelompok ini 
cukup rapih. Mereka tak hanya mejeng di area parkir, tapi kadang bersembunyi di 
tempat tertentu.

    Untuk bisa menemui mereka, lebih dulu ketemu juru parkir (jukir) nyambi 
sebagai germo. Jukir yang nyambi ini kemudian mengontak mereka. Pekcun 
beroperasi di arena parkir, geliatnya lebih profesional ketimbang yang mangkal 
di sekitar bioskop atau di food court.

    Tentu saja si tukang parkir mendapat jatah dari cewek yang dapat tamu. 
Setiap kali dapat tamu, si cewek memberi upah Rp20 ribu hingga Rp50 ribu.

    Tak hanya tukang parkir yang kecipratan uang. Kalangan preman pun mendapat 
jatah uang perlindungan. “Kalau mau aman, ya kita bagi juga mereka, sekedar 
buat beli rokok,” ucap Siska, 19, cewek parkir, sambil menyebut nilai minimal 
Rp20 ribu untuk jatah preman.

    Preman ini bukan tanpa jasa. Kerja mereka menghubungi si pekcun bila ada 
razia petugas. “Tugas mereka harus cepet-cepet kasih tau kita kalau ada 
petugas,” ungkap Lina, 17, dara yang mengaku pelajar satu SMA di Jaksel.

    Dalam satu minggu, pekcun mengantongi uang antara Rp200 ribu Rp400 ribu. 
Mereka mengaku tak ada germo yang mengkoordinir secara khusus.

    Beberapa tahun silam, aparat merazia puluhan ABG dirazia di mal kawasan 
Kalibata. Terbukti keberadaan mereka dikoordinir seorang cewek yang bertindak 
sebagai germo.

    Fenomena ABG jual diri merupakan imbas dari rongrongan gaya hidup 
metropolis, tak seimbang dengan kemampuan ekonomi orangtua.

    Butuh duit buat jajan

    SISKA begitu ia biasa dipanggil. Gadis yang baru tumbuh dewasa itu mengaku 
menjadi ‘penjudi’ (penjual diri) karena ingin seperti kawan-kawannya yang hidup 
berkelimang kemewahan. Tapi dia sadar, kalau keinginannya untuk seperti itu 
tidak akan bisa karena kedua orang tuanya hidupnya serba pas-pasan.

    “Jangankan untuk membeli pakaian yang harganya cukup mahal, untuk belanja 
sehari-hari aja kurang,”kata gadis yang mengaku masih sekolah di SLTA 
dibilangan Jakarta Selatan tersebut.

    Dengan ketiadaannya itu, ABG (anak baru gede) yang satu ini terpaksa mejeng 
dan menjual diri di mal. Tujuannya hanya satu, dapat nonton dan menemani om-om 
yang berkantong tebal. Gadis mungil berkulit putih itu pun hampir tiga kali 
dalam satu minggu nongkrong di pusat perbelanjaan dibilangan Kalibata, Jakarta 
Selatan.

    Kebutuhan hidup

    Sepintas orang tidak akan menyangka kalau perempuan yang mengaku baru 
berumur 15 tahun itu menjual diri demi memenuhi kebutuhannya hidup yang mewah. 
Sebenarnya Siska malu. Apalagi jika bertemu dengan teman atau tetangga 
rumahnya. “Habis gimana Bang, jika nggak begini saya tidak punya duit jajan 
yang cukup. Uang yang dikasih orang tua tak cukup,” kata Siska yang mengaku 
tinggal di kawasan Cempaka Putih, Jakpus.

    Anak kedua dari empat bersaudara itu mengaku bapaknya hanyalah buruh pabrik 
di kawasan Bekasi dengan gaji yang sangat pas-pasan. Hidup serba kekurangan, 
sementara teman sebayanya hidup serba berkecukupan. Iri ingin seperti teman – 
temanya membuatnya mengambil jalan pintas.

    Berbekal tubuh yang seksi, dia terpaksa terjun ke dalam bisnis “esek- 
esek”. “Pertama-tama saya melakukannya sempat gemeter dan takut akan ketahuan 
orang, tapi kini sudah terbiasa, “ katanya seraya menambahkan sekali kencan, 
dia pasang tarif antara Rp 200.000 hingga Rp 250.000.

    Kesepian di rumah

    Lain lagi dengan Lia. Kebiasaan nongkrong di bioskop itu karena merasa 
kesepian di rumah setelah kedua orang tuanya sibuk dengan bisnisnya 
masing-masing. Hampir setiap pulang sekolah gadis itu menyempatkan diri datang 
ke bioskop yang berada di kawasan Atrium, Senen, Jakarta Pusat. Di tempat itu, 
ABG ini mengaku banyak teman bukan hanya sesama pelajar seusianya, tapi om-om 
yang suka mencari daun muda.

    “Saya sering diajak nonton sama om-om dan brondong. Saya nggak pernah 
pasang tarif, berapa pun dia mengasih pasti saya terima,”ujar Lia sambil 
menambahkan setiap diajak nonton dirinya di kasih uang Rp 100 ribu hingga 200 
ribu.

    Lia mengaku setiap hari selalu membawa baju dan celana ganti. “ Kalau pakai 
seragam sekolah dilarang satpam masuk ke mal. Saya bawa ganti untuk mengelabuhi 
petugas keamanan,” tambah gadis yang mengaku tinggal di daerah kawasan elite 
Kelapa Gading, Jakut.

    Lia nongkrong di mal bukan semata mencari uang, tapi yang utama kesenangan. 
Tak heran jika ada pria yang cocok dengannya, tanpa dikasih uang pun nggak 
apa-apa. Tapi kalau tidak sesuai dengan kehendak hatinya, dibayar berapa pun 
akan ditolaknya. “Kalau cocok, cepek ceng (Rp 100.000) bersih, kita sikat aja 
Mas,” kata Lia sambil tertawa lepas.

    Jika sudah transaksi, kencan berlanjut di hotel-hotel transit tak jauh dari 
lokasi. Tapi kadang-kadang Lia tak segan menolak tunge, istilah mereka untuk 
hubungan intim, kalau pelanggannya itu tak royal membelikan makanan dan rokok.

    Susan lain lagi. Kebiasaan nongkrong di mal setelah beberapa kali diajak 
teman sekolahnya mejeng di pusat pembelanjaan tersebut. Awalnya, dia takut 
dicap cewek yang nggak benar, tapi lama-lama mengaku terbiasa bahkan ketagihan.

    “Berani berkenalan dan mau diajak jalan sama om-om setelah beberapa kali 
ditemani teman saya. Semula saya malu-malu, tapi karena duit yang saya dapat 
banyak akhirnya keterusan deh,”ungkap ABG yang mengaku tinggal di daerah 
Rawamangun, Jaktim tersebut.





    Warm Regards,





    Zigo AlCapone



    -- 
    you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
    to post emails, just send to :
    [email protected]
    to join this group, send blank email to :
    [email protected]
    to quit from this group, just send email to :
    [email protected]
    please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
    add my Yahoo Messenger at [email protected] or
    add my twitter @aga_madjid
    thanks for joinning this group.



    -- 
    you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
    to post emails, just send to :
    [email protected]
    to join this group, send blank email to :
    [email protected]
    to quit from this group, just send email to :
    [email protected]
    please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
    add my Yahoo Messenger at [email protected] or
    add my twitter @aga_madjid
    thanks for joinning this group.

    -- 
    you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
    to post emails, just send to :
    [email protected]
    to join this group, send blank email to :
    [email protected]
    to quit from this group, just send email to :
    [email protected]
    please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
    add my Yahoo Messenger at [email protected] or
    add my twitter @aga_madjid
    thanks for joinning this group.



    -- 
    you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
    to post emails, just send to :
    [email protected]
    to join this group, send blank email to :
    [email protected]
    to quit from this group, just send email to :
    [email protected]
    please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
    add my Yahoo Messenger at [email protected] or
    add my twitter @aga_madjid
    thanks for joinning this group.


    -- 
    you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
    to post emails, just send to :
    [email protected]
    to join this group, send blank email to :
    [email protected]
    to quit from this group, just send email to :
    [email protected]
    please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
    add my Yahoo Messenger at [email protected] or
    add my twitter @aga_madjid
    thanks for joinning this group.




  -- 
  you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
  to post emails, just send to :
  [email protected]
  to join this group, send blank email to :
  [email protected]
  to quit from this group, just send email to :
  [email protected]
  please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
  add my Yahoo Messenger at [email protected] or
  add my twitter @aga_madjid
  thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

<<image001.gif>>

Kirim email ke