Secara demand menarik sekali sementara biaya produksinya pak:
sedikit info: (topik wawancara tidak nyambung, tapi ada info pentingnya), wawancara dengan Fahmi Idris http://www.detikfinance.com/read/2010/04/09/083516/1335068/459/tawaran-china-hanya-basa-basi Panjang isinya kalo di masukin semua, jadi Cuplikannya yang menurut saya penting: "Mereka (China) tahu kita, misalnya soal efisiensi pelabuhan dan efisiensi kawasan industri kita. Misalnya kawasan industri Jababeka jaraknya 40 Km ke Tanjung Priok, akses jalannya cuma dua yaitu lewat Cakung-Cilincing (Cacing) dan Cawang, tapi kalau Cawang tidak mungkin karena sudah penuh dengan kendaraan. Nah, satu-satunya Cakung-Cilincing, tapi kalau musim hujan tergenang belum ada perluasan jalan. Pernah ada studi menyimpulkan bahwa kawasan industri Jababeka ke Tanjung Priok cuma 1,5 rit (volume angkutan kendaraan ke pelabuhan) per hari. Sementara di salah satu kawasan industri di Thailand yang jaraknya 80 Km dari pelabuhan bisa mencapai 4 rit per hari. Artinya betapa tidak efisiennya sarana transportasi, dan ini diketahui oleh siapa saja. " Nah Lo. Jadi ketimbang kurang visi atau leadership (parpol banyaknya dah minta ampun kok), menurut saya kurang tekniknya. Stifanus ________________________________ From: oka <[email protected]> Kita adalah pasar mobil terbesar di Asia Tenggara dan akan terus tumbuh. Memang Thailand sebelumnya adalah pasar terbesar mobil, namun kedudukan tersebut secara alami tergeser Indonesia. Hampir seluruh merek dunia punya pabrik di Thailand, di Inodneis kalo ngak salah hanya Toyota/Daihatsu, khusus untuk kendaraan MPV sebangsa Avanza dkk serta Innova. Sayang ya...mestinya dengan kondisi Thailand yang masih berantakan dan pasar Indonesia yang semakin besar, mestinya Pemerintah mendorong inevstasi gede2-an merek2 besar di Indonesia. Apa yang kurang sih sebenarnya? ngak punya visi atau ngak ada leadeship? Oka Ford Bangun Pabrik Baru di Thailand 24/06/2010 17:19:11 WIB BANGKOK, investorindonesia.com Produsen mobil AS, Ford Motor Co, mengumumkan akan menghabiskan US$ 450 juta untuk membangun pabrik baru di Thailand. Investasi [Non-text portions of this message have been removed]
