Teman2 sekalian Bagi saya, masalah ini memang cukup pelik. Saya setuju saja dengan komputer bekas, tetapi saya gak pernah setuju dengan IMPOR komputer bekas. Kalo teman2 mau tau, dari 1 kontainer komputer bekas hanya sekitar 25 - 35% yang bisa digunakan (layak pakai setelah melalui proses kanibalisasi yg panjang). Nah, kemana sisanya yg 65 - 75% itu, udah pasti di buang. Kemana dibuangnya ??? Itu adalah sampah berbahaya, dan yg pasti dibuang di negara kita ini, karena pengimpor akan menolak barang itu kembali.
Di negara maju, e-waste ini menjadi pembahasan yg sangat krusial, apalagi kita negara masih dalam tahap bangkit, berkembang. Jangan mentang2 kita butuh, semua sampah kita tampung, yg kepake di ambil, yang gak kepake dibuang (persis sistem pemulung yg sering ngumpulin barang bekas). Coba deh kita buka mata, negara kita ini udah penuh dengan limbah. Dari masalah illegal logging (kata rekan kita diatas) sampe masalah limbah kimiak PT Newmont. Apa sekarang kita mau tambah limbah lagi. Jangan hanya karena alasan kebutuhan, kita memberi kesempatan para pedagang yg hobi impor komputer bekas ini. Mereka tambah kaya, perut mereka tambah gendut, tambah makmur. Suatu saat, saat indonesia udah krodit dengan e-waste ini, mereka tinggal kabur ke negara lain karena punya duit. Sedangkan anak cucu kita yg ngerasain. PC bekas akan sangat bermanfaat bagi yg mengerti, tapi apakah di indonesia ini yg mengerti PC ada 15% nya ???? Pengalaman saya, banyak pembeli PC bekas (yg nota bene menengah kebawah yg perlu komputer buat ngetik) akhirnya cuma bisa pake 1 tahun, setelah komputer krodit (entah error OS nya, VGA nya rusak atau yg lainnya), mereka tinggalin & jadi sampah, kemudian merasa menyesal beli bekas & akhirnya beli PC jangkrik yg murah meriah. Kenapa ??? karena mereka gak tau & gak mengerti. Tetapi di tangan yg mahir (pengusaha warnet yg ngerti, misalnya). Komputer bekas bisa bertahan hingga 5 tahun, bersaing dengan teknologi masa kini. Kalo mau lihat efek limbahnya, jangan jauh2 deh. Coba temen2 yg suka ngerakit komputer, sehabis ngerakit rasakan tangan anda (jilat dengan lidah), yang anda rasakan pasti rasa pedas yg agak aneh (seperti menempel di lidah). Itu adalah sebagian dari ACID yang menjadi pelindung kebanyakan board (mainboard, memori, VGA, modem internal, dll). racun itu akan mengendap di tanah, jan meresap kedalam air tanah. Di negara maju, untuk melebur 1 PC dibutuhkan biaya 2 kali lebih mahal daripada beli PC baru. Jelas itu cost yg sangat tinggi. Dengan adanya negara berkembang, beruntunglah mereka "mengoper" PC mereka ke negara lain, dimodalin kontainer malahan, jual potong harga 90%. Udah mereka untung, mereka gak perlu keluar biaya untuk "melebur" PC bekas yg biayanya 2 kali beli PC baru. Memang kembali ke hukum dan undang2, di negara mereka sangat ketat. Beda dengan negara kita. Tetapi sebagai warga yang sadar akan masa depan bangsa ini, kita tidak harus selalu menuntut pemerintah. Apa yg baik bisa kita lakukan, ya lakukanlah. Yang jelas, 2-3 tahun kedepan kita akan punya sampah dari PC baru yg kita beli, apakah kita perlu nambah sampah 1 tahun (atau tahun ini juga) dari IMPOR PC BEKAS ???? Pertikaian ini, tidak lebih saya lihat sebagai ketakutan akan perut. Karena, sebagian besar yg menolak adalak PEDAGANG KOMPUTER BEKAS / NYAMBI JADI PENYALUR KOMPUTER BEKAS. Pikirkan nasib orang lain, nasib anak cucu, nasib bangsa, jangan urusin perut sendiri. Mohon maaf kalo ada yg tersinggung. Salam MPIQ [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/vbOolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

