Yth. Mas Felix Febrian...

Saya senang sekali membaca tulisan mas Felix ini.
LUGAS, berdasarkan fakta, dan  tidak emosional.

Saya setuju 100% apa yang dituliskan...!

Pengalaman saya, untuk urusan menjaga relationship, kehumasan , dan semacamnya 
memang BUKAN BIDANGNYA goverment kita, sehingga terkesan kalah jauh dibanding 
sektor swasta. Saya melihat di kota saya sendiri, SEMARANG, yang menggebyarkan 
program ambisius: Semarang Pesona Asia...  hasilnya : boro-boro sosialisasi 
dilakukan secara terprogram dan berorientasi hasil, lha wong bikin LOGO saja 
hasilnya bukan main anehnya! (baca: jelek). Menggelar event (sekali), itupun 
digarap sendiri dengan kualitas 'seadanya'. 

Kembali ke topik IGOS ini, kalau betul bahwa ini program sungguh-sungguh dari 
pemerintah, kok ya tidak ada GEBRAKAN NYATA-nya ? Coba kenapa di majalah LINUX 
(misalnya) tidak pernah ada iklan or tulisan tentang hal ini ?  Kenapa 
campaignya tidak terus-terusan ? Masalah dana ? Saya yakin kalau dilakukan 
dengan 'cerdik' dan mau 'berkeringat dan sedikit susah',  costnya bisa ditekan. 
Misalnya dengan menggandeng mitra-mitra yagn selama ini mungkin banyak juga di 
lingkungan departemen tertentu... dsb..dsb.. Intinya, untuk menekan cost adalah 
dengan menggandeng kemitraan.  (saya menuliskan ini berdasarkan pengalaman 
langsung). 

Semoga di lingkungan goverment kita yang pegawainya didapat dari rekruitasi 
yang luar biasa sulit, memang betul-betul diisi orang orang yang kapabel. Dan 
kalaupun (semoga) memang sudah kapabel, mampu dan berani untuk mengembangkan 
kreativitasnya....

nb: kadang kita skeptis dengan ide-ide kita kalau dilontarkan ke goverment. 
Takut selalu mendapat balasan : '...masalahnya tidak sesederhana itu mas,  kita 
tidak hanya mengurusi masalah itu saja... '. Kalimat itulah  yang sering kita 
dengan untuk excuse kekurangan mereka...

salam hormat,

-Yoko-

  ----- Original Message ----- 
  From: felixfebrian 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, February 07, 2007 2:01 PM
  Subject: [asosiasi-warnet] Re: IGOS.. Merdeka !


  Kalau saya terawang lebih jauh, sebenarnya pemerintah tidak serius
  mendukung dunia OPEN SOURCE. Project Igos hanya untuk pantes-pantes
  saja... yang penting ada.

  Hal ini saya simpulkan setelah melihat beberapa fakta sbb:

  1. Tidak terjangkaunya distribusi distro IGOS yang produksi
  pemerintah, apalagi untuk daerah! Coba teman-teman, tentunya susah
  mencari cd IGOS. yang katanya 'TELAH' di distribusikan secara
  cuma-cuma yang berjumlah 20 ribu kopi secara gratis.

  2. Pembinaan dan perhatian oleh pemerintah terhadap individu
  pengembang Open Source yang telah exist dan terbukti mampu mandiri dan
  diterima oleh masyarakat, bisa dibilang tidak ada.
  Award yang baru digagas, hanya 1 tahun sekali dan tentunya peserta
  harus biaya sendiri untuk mengembangkan produk mereka dan untuk ikut
  lomba tersebut.
  Sebenarnya bukan AWARD yang dibutuhkan, tetapi REWARD.

  3. Jika dibandingkan dengan program pemerintah tentang Bahan Bakar
  alternatif minyak biodiesel, yang sampai presiden pun rela iklan di
  televisi, dan keseriusan BUMN-BUMN untuk mensosialisasian produk
  mereka seperti iklan Telkom untuk Internet mereka yang sampai pedesaan
  dan PERTAMINA yang mengiklankan agar menggunakan produk pelumas dalam
  negri 'BANGSA UNTUNG ANDA UNTUNG - UNTUNGNYA UNTUK KITA-KITA JUGA', 
  Maka apakah yang pernah dilakukan pemerintah dalam hal ini DEPKOMINFO
  ataupun RISTEK dalam memasyarakatkan OPEN SOURCE?

  Perkembangan dan pemasyarakatan penggunaan Open Source jelas ada dalam
  kompentensi mereka, tetapi apakah pemerintah BERANI untuk membuat
  iklan layanan masyarakat tentang anjuran untuk menggunakan open
  source? yang sudah jelas dengan menggunakan opensource, akan
  menyebabkan 'BANGSA UNTUNG ANDA UNTUNG'?

  Beberapa fakta diatas yang saya lihat sebagai indikator 
  ketidakseriusan pemerintah dalam mendukun OPEN SOURCE.

  Felix.

  > Kusmayanto Kadiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
  Tks JF...
  > Jangan lupa IGOS (Indonesia, Go Open Source !) itu adalah semangat
  untuk
  > membuat Indonesia ini memiliki martabat kemandirian yang tidak
  > semata-mata didikte. persis seperti yang pendahulu kita kobarkan saat
  > mengikat persatuan dan kesatuan melalui Sumpah Pemuda dan perjuangan
  > kemerdekaan. teriakan IGOS itu serupa dengan yell MERDEKA !
  > 
  > Jabat erat,
  > KK
  > 



   

[Non-text portions of this message have been removed]



Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke