yang anehnya lagi, belum beberapa lama ini (lewat detik pula), mengurus ijin
resmi isp baru untuk daerah jabodetabek ditutup, katanya sudah banyak ISP,
agar pertumbuhan isp baru untuk daerah meningkat, agar bla bla bla, padahal
ngurus ijin ga gampang, birokrasi njlimet, sekarang ditutup pula !

sudah sudah jadi ISP pun, ada beberapa yang tidak ada kantor, alat, dll,
cuma nama resmi tok, cuman plang tok, cuman jadi broker bandwidth tok,
padahal yang kecil2 ini sudah punya kantor, punya alat, punya niat dan usaha
untuk menyebarluaskan akses internet ke masyarakat, membuat internet lebih
murah sehingga lapis menengah kebawah bisa ikut menikmati

seharusnya pihak regulator membuka pendaftaran, melakukan pengawasan dan
penertiban bukan karena event ataupun pesanan pihak tertentu serta merangkul
usaha-usaha masyarakat untuk meningkatkan pertumbuhan internet bukan
menjegal dengan berbagai macam aturan yang menghambat.

On 5/2/07, hanggo pranowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> Lapor Pak Bona...
> saya menjalani ISP yang mereka sebut illegal di daerah
> saya. Saya memang tengah menyiapkan pengurusan ijin
> yang bagi mereka ijin itu gampang tapi bagi saya cukup
> sulit. Ini yang saya perbuat terhadap ISP saya yang
> kata mereka illegal.
>
> 1. Saya membuat bts yang banyak untuk area yang kecil,
> semata2 untuk menaati aturan 2,4 GHz dan melawan
> sinyal ISP yang katanya legal yang suka main ampli.
> 2. Saya menerapkan restitusi yang besarnya 2 kali
> lipat daripada yang biasa dibayarkan oleh ISP yang
> katanya legal.
> 3. Saya terapkan full support 24 jam, tak segan2
> dateng dimalam hari untuk menjenguk klien, berbeda kan
> dengan telepon yang dijawab sama robot ISP yang
> katanya legal.
> 4. Saya bebaskan biaya alat supaya pelanggan dapat
> koneksi internet dengan mudah, gak perlu keluar duit
> banyak2, berbeda dengan ISP yang katanya legal yang
> mengharuskan pelanggannya beli alat.
> 5. Saya tidak menggunakan 5,8 Ghz sebagai backbone,
> sebagian ISP yang katanya legal menggunakannya sebagai
> backbone.
> 6. Saya berkorban membayar frekuensi license untuk
> bacbone, alias tidak gratis demi kepuasan klien agar
> terbebas dari interferensi yang terkutuk.
> 7. Harga saya tidak murah, karena saya jual jasa,
> bukan jual barang, tidak seperti yang dituduhkan oleh
> ISP yang katanya legal bahwa ISP gelap suka banting
> harga.
> 8. Pelanggan saya sangat sedikit yang pake tower, jadi
> pelanggan senang terkoneksi dengan saya, murah
> investasi awalnya. Kalau dia ke ISP yang katanya
> legal, harus bikin tower yang mahal dan ijin ini itu.
> 9. Saya bayar pajak ppn
> 10. Saya capek
>
> Kalau Bapak jadi calon user saya, bapak pilih yang
> mana...
> Laporan selesai!!!
>
>
> --- Bona Simanjuntak <[EMAIL PROTECTED] <bona%40ictwatch.com>> wrote:
>
> > Kategori ISP Gelap di dengungkan oleh orang orang
> > yang merasa dirinya sudah
> > sangat Legal. Kalau mau jujur di lapangan kondisinya
> > sangat berbeda. Mereka
> > yang di sebut dengan ISP Gelap itu mempunyai tekanan
> > yang lebih besar dari
> > sebuah ISP Legal. Sedikit cerita bahwa ISP gelap itu
> > jika kliennya ingin
> > keluar ya langsung keluar sementara dengan ISP Legal
> > kita sudah terikat
> > kontrak. Disini terlihat bahwa masyarakat sendiri
> > yang menyeleksi, dan
> > masyarakat semakin banyak pilihan tanpa pusing
> > nantinya takut. Tetapi jika
> > sudah ada ISP Gelap yang besar harusnya pemerintah
> > bisa melihat ini sebagai
> > bentuk dari mulainya sebuah usaha kecil menengah di
> > masyarakat dan harus
> > justru di bantu dengan kemudahan ijin dsb bukan
> > malah di sweeping.
> >
> > Sampai saat ini banyak ISP yang mempunyai legalitas
> > ternyata justru tidak
> > beroperasi dan ini di akui resmi oleh Postel
> > sendiri. Tetapi ISP Gelap yang
> > selama ini justru bergerak di lapangan dengan
> > keterbatasan dana malah di
> > "pukul" sana sini. Sehingga terkesan bahwa yang
> > mempunyai "duit" banyak bisa
> > beli ijin untuk di jual kembali. Sementara yang
> > benar benar berusaha malah
> > akan di sweeping. Bukannya sesuatu yang aneh ?
> >
> > Secara resmi pihak Depkominfo melalui POSTEL harus
> > bisa melihat lebih jeli
> > bukan sekedar hanya menerima email yang tidak jelas
> > dari seseorang yang
> > mungkin hanya merasa kalah dalam persaingan yang
> > secara defakto masyarakat
> > yang memilih.
> >
> > Salam hangat
> > Bona Simanjuntak
> > - AIR - Assosiasi Internet Rakyat
> >
> > -----Original Message-----
> > From: [email protected]<asosiasi-warnet%40yahoogroups.com>
> > [mailto:[email protected]<asosiasi-warnet%40yahoogroups.com>]
> On Behalf
> > Of emil nashiruddien
> > Sent: 02 Mei 2007 7:55
> > To: [email protected] <asosiasi-warnet%40yahoogroups.com>
> > Subject: RE: [asosiasi-warnet] Menkominfo Terima
> > Daftar ISP dan NAP
> > Berpraktek Curang
> >
> > Saya memang Support dari sebuah ISP ( semoga syarat2
> > legalitas sudah ngga
> > ada yang kurang ). Cuman ISP kecil aja, ngga level
> > lah kalau dibandingkan
> > dengan Speedy, :D
> > Kalau masalah permainan SLA dan QoS sebetulnya
> > ngga terbatas pada ISP
> > gelap saja, kadangkala ini juga dimainkan juga oleh
> > ISP yang resmi. Yang
> > lebih saya tekankan adalah apabila ISP gelap yang
> > bermain, pertanggung
> > jawaban juga semakin tidak jelas dan ujung2 nya
> > konsumen yang dirugikan.
> > Kalau masalah pajak, saya kira benar adalah
> > tugasnya para petugas pajak.
> > Wewenang postel maksimal mungkin sebatas
> > mengingatkan dan melakukan
> > koordinasi dengan pihak yang terkait dengan masalah
> > pajak. Sama hal nya
> > kalau pas pajak kendaraan bermotor kita expired,
> > aparat kepollisian yang
> > melakukan pemeriksaan tidak berhak untuk menindak.
> > Mohon koreksi bila ada kesalahan
> >
> > Salam
> > [EMAIL PROTECTED]
> > Bona Simanjuntak <[EMAIL PROTECTED] <bona%40ictwatch.com>> wrote:
> > Sekedar nanya aja apak Support untuk ISP
> > sekelas speedy jelas juga
> > ?? Yang
> > dimaksud mas Emil mungkin SLA dan QoS kan ?, masalah
> > bayar pajak kan bukan
> > urusan Postel ?? atau memang sekarang sudah menjadi
> > bagian juga ?
> >
> > Salam
> > Bona
> >
> > -----Original Message-----
> > From: [email protected]<asosiasi-warnet%40yahoogroups.com>
> > [mailto:[email protected]<asosiasi-warnet%40yahoogroups.com>]
> On Behalf
> > Of emil nashiruddien
> > Sent: 01 Mei 2007 14:35
> > To: [email protected] <asosiasi-warnet%40yahoogroups.com>
> > Cc: [EMAIL PROTECTED] <santososerad%40postel.go.id>
> > Subject: RE: [asosiasi-warnet] Menkominfo Terima
> > Daftar ISP dan NAP
> > Berpraktek Curang
> >
> > mo ikut urun rembuk ni,
> > Mari kita ambil sisi positif aja dari masalah ini,
> > yang jelas menurut saya
> > ada pihak-pihak yang dirugikan dengan adanya ISP
> > gelap ini. Yang pertama
> > pastinya adalah ISP yang beroperasi legal, baik
> > dengan berdiri sendiri
> > ataupun menjadi subnet ISP Induk, karena biasanya
> > ISP gelap berani menjual
> > bandwidth dengan harga jauh lebih murah karena cost
> > lebih rendah (ngga bayar
> > pajak, pegawai lebih dikit bahkan malah gak perlu
> > pegawai kantoran sekelas
> > costumer support ).
> > Dari sisi konsumen juga kadangkala dirugikan, karena
> > model ISP gelap ni suka
> > - suka ganti nama. Akhirnya tidak jelas pertanggung
> > jawabannya ketika
> > terjadi masalah koneksi. Di kota Malang sejauh
> > pengamatan saya cukup banyak
> > Warnet yang gulung tikar akibat ISP gelap ini, entah
> > di kota lain.
> > Keberadaan mereka tentunya tidak dipermasalahkan
> > apabila dari awal mereka
> > menyatakan diri sebagai ISP Gelap.
> > Saya sangat yakin akses internet bisa dijual murah
> > dengan cara yang legal.
> >
> > Salam
> > Emil NZ @ Malang
> >
> > Bona Simanjuntak <[EMAIL PROTECTED] <bona%40ictwatch.com>> wrote:
> > Kok reaksi ini seperti kejar setoran untuk reshuffle
> > cabinet ;). Sekedar
> > pertanyaan yang bisa membuat harga internet murah di
> > lapangan itu kalau
> > bukan sekelas Rt/RW net dan ISP gelap seperti mereka
> > dengungkan itu siapa
> > ya
> > ? Apa pemerintah sanggup membuat hal itu ?
> >
> > Salam
> > Bona
> >
> > rekan2
> > tolong perhatikan berita di atas,ternyata banyak
> > sekali aturan yang
> > berkaitan dengan penyelenggaraan warnet, kalau
> > membeli langsung ke NAP
> > salah
> > pertanyaan saya mengapa situasi tersebut bisa
> > terjadi dilapangan?
> > bagaimana mungkin semua keterangan diatas bisa
> > terjadi jika tanpa ada
> > kolusi
> > dengan pihak pihak tertentu ..
> > logikanya tidak mungkin satu usaha isp/warnet bahkan
> > nap yang bisa
> > terselenggara keberadaannya tanpa diketahui oleh
> > balmon setempat
> > jadi kalau ada satu isp /nap tidak memiliki ijin
> > penyelenggaran ataupun
> > ijin
> > frekuensi ...
> > ironis ...
> > disisi lain jika isp dilarang menjual bandwidht ke
> > sesama isp ..atau
> > mungkin
> > warnet dilarang menjual bandwidht ke warnet lain
> > bagaimana dg status rt/rw net ?
> > dunia usaha ini semakin membingungkan ...
> >
>


[Non-text portions of this message have been removed]



Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke