Pak Dicky, Kalau saya punya pengalaman, asisten saya sendiri yang minta kerja sendiri, mau merangkap baby sitter dan ngurus rumah, tapi baru aja saya mendapatkan kasus dengan asisten saya ini,mendadak hari minggu siang minta pulang dengan alasan perut bagian kanan sakit, minta istirahat tapi saya mau bawa ke rumah sakit tidak mau, diantar pulang ke terminal atau station tidak mau, maunya pulang sendiri, padahal, dia sama sekali tidak pernah pergi - pergi keluar rumah, tapi dia maksa mau buka pagar rumah saya karena saya sedang siap - siap mau bawa dia ke rumah sakit, akhirnya saya ultimatum, kalau kamu keluar rumah saya tanpa saya ketahui, saya akan laporkan kamu "kabur", saking saya kesal dengan ulahnya yang tiba - tiba tidak menyenangkan. Dia sudah bekerja 4 bulan dan baru seminggu balik dari cuti lebaran yang saya berikan cukup lama 2 minggu sampai saya cuti dari kantor, diusahakan tiket pulang kampungnya, tapi....balasannya ya begitulah...sikapnya jadi agak kurang ajar. Menurut ibu saya,kemungkinan dia pindah kerja karena dia ada kakaknya di sini, dan mungkin saja kakaknya menawarkan pekerjaan mengurus baby, karena asisten saya ini senang mengurus baby, mungkin di saudara majikan kakaknya (mungkin di antara anggota milis ini ada yang mempekerjakannya ????). Yang membuat saya kesal, saya mau antar ke dokter, tak mau, malah waktu saya ajak dia ngomong menghindar masuk ke kamarnya, saya kejar ternyata dia sudah packing, dan dia tidak berani menatap muka saya, lalu dia memaksa keluar rumah tanpa pamit saya lagi, itu sangat membuat saya kesal sekali, saya sebetulnya fair saja, kalau mau keluar ya sudah keluar tapi beri saya tempo untuk mencari penggantinya,tidak perlu pakai alasan, sakit, mau dikawinin, dll nya... ngomongnya pun makin ngaco kalau diinterogasi, dari sakit usus buntu sampe akhirnya ngakunya sakit karena mau mens.... Hal kedua yang membuat saya kesal, anak saya sudah sangat suka dengannya dan sekarang tidak ada dia, malah jadi susah memberi makan, dan sering mencari - cari , " Sihhh...." nama asisten saya "ASIH" Hal ketiga, saya kesal, koq tega - teganya majikan saudaranya itu membajak asisten saya yang jelas - jelas sedang bekerja di tempat saya.... (memang ini sering terjadi tapi saya tidak pernah membajak asisten orang lain, ini yang bikin saya kesal). Hal keempat, secara tidak sengaja saya menemukan luka memar di kaki anak saya di pahanya.. selama ini asisten saya look so nice and everything ok - kerjaan beres semua - gaji juga ok... apakah dia agak kesal dengan anak saya yang memang lagi aktif - aktif nya lalu dicubitnya??? atau jatuh atau dipukul dengan sesuatu?? karena tidak mungkin luka itu akibat gigitan nyamuk, bentuk lukanya memar di kulit berbentuk U, dan menurut ibu saya dia sering tidak mengaku kalau anak saya nangis karena apa, selalu dijawabnya, melarang anak saya mainan ini atau itu.... Hal kelima, kesal sampai hari ini saya tidak dapat pembantu dan baby sitter karena tadinya saya sudah percayakan dengan asisten saya ini dan mengiyakan/mengikuti kemauan dia untuk tidak punya rekan sekerja.... jadinya saya harus cuti setengah hari setiap hari sampai hari ini, janjinya hari jumat ini akan datang banyak dari jawa, moga - moga ada yang cocok dech....
Mungkin kalau ada di antara moms yang mempekerjakan ex-asisten saya (atau dads yang istrinya baru punya baby minggu2 ini,lokasi sepertinya antara di serpong atau bekasi- dia sangat senang ngurus baby karena gampang cuma digendong - gendong-kasi susu-ganti pampers-bobo,padahal waktu ngurusin anak saya cebokin pake kapas aja tidak bisa - ngakunya baby sitter), be careful juga, ga menjamin diam - diam - nice tapi ternyata bohongnya banyak juga.....mulai sekarang prinsip saya, asisten umurnya cuma sampe lebaran aja setelah itu tidak peduli sayang atau tidak pasti, langsung cari ganti saja dech.... Maap jadi curhat panjang banget...... Cheers! Mom Lia ----- Original Message ---- From: Dicky Sumarsono [EMAIL PROTECTED] To: [email protected] Sent: Monday, October 29, 2007 3:14:41 PM Subject: Re: [Ayahbunda-Online] aku malah sebel sm PRT Ibu Cie Cie, menurut saya jika PRT sekaligus merangkap jadi BS, pasti banyak pekerjaan yang "gak kepegang". Jadi saran saya sih, harus dipisahkan antara job description nya Pembantu Rumah Tangga dan Baby Sitter. Kalaupun kita terpaksa menitipkan anak kepada PRT, tekankan pada PRT untuk selalu mendahulukan kepentingan anak. Kalau ibu Cie Cie "kurang percaya" dengan PRT itu sih wajar-wajar saja, saya pun pernah mengalaminya. Cara saya mengatasinya, kadang-kadang saya melakukan "sidak" (inspeksi mendadak), sewaktu-waktu minta ijin dari kantor untuk pulang ke rumah dan mengecek kondisi anak, rumah & pekerjaan PRT. Pernah saya karena begitu tidak percanyanya dengan PRT, saya "sidak" 3 kali dalam seminggu, dan akhirnya saya harus "melepaskan" PRT tersebut. Ayahnya Alysha. Recent Activity 62New Members 1New Photos Visit Your Group Y! Messenger Instant hello Chat in real-time with your friends. Yahoo! Groups Going Green Share your passion for the planet. Yahoo! Groups Wellness Spot A resource for Curves and weight loss.. __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]
