Wah kayaknya seru ya cerita ttg BS dan PRTnya, mau nimbrung dikit nih,
hehehe...
PRT saya udah hampir 2 tahun ikut saya, usianya 16 tahun dan dia
bilang kalo dia akan ikut sama saya sampai dia nikah nanti di usia
21-22th. Dia dulu kerja di tetangga temen kantor saya tapi ga tahan
karena majikannya galak banget.
Ikut saya dia enak, karena saya dan suami kerja, dia bisa BBS
sepuasnya. Saya sih pada dasarnya ga keberatan yang penting saya
pulang rumah udah bersih, baju udah disetrika, KM kinclong (bagi saya
KM itu cermin penghuninya, jadi harus selalu kinclong). Dia saya kasih
TV sendiri (tapi ga di dalem kamar, di dapur). Saya makan apa dia ikut
makan, saya masak apa dia ikut makan. Ke mall dia saya ajak, saya
potongin rambutnya di salon langganan, saya belikan baju/jepit/jam
tangan, dll. Dan dia sering bilang kalo dia seneng ikut saya, padahal
gajinya ga gede lo, "cuma" 300rb, dibandingin ama tetangga2 saya yang
minim udah 400an.
Intinya sih, PRT tuh kadang ga cuma ngeliat gaji aja moms and dads,
mereka pengen "disayangi". believe it or not, tapi orang2 seperti
mereka tuh seneng banget dibelikan barang, meskipun murah tapi yang
penting "dibelikan". saya sering denger dia dg bangga mamerin jepit
rambutnya yg baru ke tetangga sebelah ("dibelikan ama cie cieku ini di
mall, bagus ya??") jadi saya usahakan untuk keep her happy. Emang
kadang dia juga nyebelin, kayak suka lupa pasang handuk tangan di KM,
tapi itu silly little things jadi saya biarin aja, paling saya cuma
omelin sambil guyon, "sek enom kok wes lalen to (masih muda kok sudah
pelupa)".
Trus kalo BS, hampir sama juga. Dia baru ikut saya sekitar 3 bulan,
tapi udah bilang next year anak saya umur setaon ntar ama dia mau
dibikinkan mie buat ultah, jadi kesannya dia ga ada niat untuk
berenti. Saya lihat dia juga sabar banget ama anak saya yg aktif dan
ga bisa diem. Saya sering denger dia ketawa2 ngeliat aksinya Enzo, dan
dari cara dia gendong dan bicara sama Enzo saya tau kalo dia sayang.
Waktu pulang kampung kemaren pun dia sempet SMS PRT saya nanya apa
Enzo rewel, dan bilang kalo kangen :-)
Saya coba taruh diri saya di posisi mereka, dan saya setuju kalo we
all want to be respected and appreciated. Saya sadar kalo ngurusin
baby tuh ga gampang (waktu lebaran kemaren saya urus sendiri bEnzo
selama 1 minggu), jadi saya bener2 appreciate her work, dan itu saya
tunjukin dari sikap saya ke dia sehari2.
Segitu aja curhat saya, hehehe...
Sori kalo kepanjangan, jadi kayak cerpen ya
Mom Enzo
--- In [email protected], Dicky Sumarsono
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mom Lia,
> Hal pertama yang seharusnya Ibu lakukan adalah "BERSYUKUR".
> Walaupun dengan "berat hati" ibu telah berhasil "melepaskan"
asisten ibu.
> Bisa saja saat itu ibu memaksa asisten ibu untuk tidak keluar.
> Dan asisten ibu menerimanya dengan berat hati, maka yang akan
menjadi korban adalah anak ibu. Bisa jadi luka memarnya bukan hanya di
paha saja, dan anak ibu ditelantarkan saat ditinggal berdua saja
dengannya.
>
> Saat ini saya mengerti betul bagaimana repotnya ibu, betapa kecewa
dan marahnya ibu.
> Hal yang sama pernah kami alami saat Alysha masih berusia 1 s/d 2
bulan. Mungkin cerita&lokasinya berbeda, tapi penderitaannya sama.
> Kami bisa melaluinya dengan "Team Work".
> Di dorong oleh rasa sayang kepada putri kami Alysha. Saya meminta
"ijin" tidak masuk kerja untuk mengurus bayi kami, kebetulan
perusahaan bisa mengerti karena posisi penempatan saya di "luar pulau
jawa" dan keluarga besar kita ada di "pulau jawa" semua.
> Dengan langkah yang saya lakukan, bundanya Alysha pun melakukan
langkah yang sama, bahkan memperoleh "ijin" yang lebih lama dibanding
saya.
> Intinya saat itu kita bisa survive karena pengertian, pemahaman
tentang prioritas hidup dan kerjasama di dalam keluarga.
> Bahkan tetangga pun ikut membantu, mereka dengan sukarela
menawarkan diri untuk merawat Alysha. Wah kalau tentangga sudah ikut
menawarkan diri untuk meluangkan waktu, masa sih orang tuanya tidak
bisa meluangkan "waktu" untuk merawat anak sendiri :))
> Sampai bantuan datang, "ibu mertua" datang membantu hampir 1
bulan. Dan akhirnya kita memperoleh BS yang cocok dan tepat.
>
> Kedua, tidak perlu dendam bu.
> Liburan lebaran kemarin kita mudik, sempat topik ini dibahas
kembali oleh ibu&bapak mertua dan kita mengenangnya dengan
"tersenyum". Kalau saya tersenyum dengan bangga bahwa kami bisa
mengatasinya bersama. Mungkin kalau AyBun pingin tahu perasaan saya,
bisa denger lagunya Brooks and Dunn judulnya Proud of The House We
Built. Tapi bagian more bills than money nya dihilangkan! :))
>
> Semoga kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi kita untuk "lebih
memahami" kebutuhan orang lain (BS & PRT kita) supaya mereka betah,
dan bila kita telah berusaha tetapi masih gagal juga berarti BS &
PRTnya yang "error'. Maka menjadi pelajaran bagi kita untuk tidak
mempekerjakan BS karena kita "butuh secepatnya" atau "asal comot" :))
>
>
> Ayahnya Alysha
>
>
>
>
> Lia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Pak Dicky,
>
> Kalau saya punya pengalaman, asisten saya sendiri yang minta kerja
sendiri, mau merangkap baby sitter dan ngurus rumah, tapi baru aja
saya mendapatkan kasus dengan asisten saya ini,mendadak hari minggu
siang minta pulang dengan alasan perut bagian kanan sakit, minta
istirahat tapi saya mau bawa ke rumah sakit tidak mau, diantar pulang
ke terminal atau station tidak mau, maunya pulang sendiri, padahal,
dia sama sekali tidak pernah pergi - pergi keluar rumah, tapi dia
maksa mau buka pagar rumah saya karena saya sedang siap - siap mau
bawa dia ke rumah sakit, akhirnya saya ultimatum, kalau kamu keluar
rumah saya tanpa saya ketahui, saya akan laporkan kamu "kabur", saking
saya kesal dengan ulahnya yang tiba - tiba tidak menyenangkan. Dia
sudah bekerja 4 bulan dan baru seminggu balik dari cuti lebaran yang
saya berikan cukup lama 2 minggu sampai saya cuti dari kantor,
diusahakan tiket pulang kampungnya, tapi....balasannya ya
begitulah...sikapnya jadi agak
> kurang ajar. Menurut ibu saya,kemungkinan dia pindah kerja karena
dia ada kakaknya di sini, dan mungkin saja kakaknya menawarkan
pekerjaan mengurus baby, karena asisten saya ini senang mengurus baby,
mungkin di saudara majikan kakaknya (mungkin di antara anggota milis
ini ada yang mempekerjakannya ????).
> Yang membuat saya kesal, saya mau antar ke dokter, tak mau, malah
waktu saya ajak dia ngomong menghindar masuk ke kamarnya, saya kejar
ternyata dia sudah packing, dan dia tidak berani menatap muka saya,
lalu dia memaksa keluar rumah tanpa pamit saya lagi, itu sangat
membuat saya kesal sekali, saya sebetulnya fair saja, kalau mau keluar
ya sudah keluar tapi beri saya tempo untuk mencari penggantinya,tidak
perlu pakai alasan, sakit, mau dikawinin, dll nya... ngomongnya pun
makin ngaco kalau diinterogasi, dari sakit usus buntu sampe akhirnya
ngakunya sakit karena mau mens....
> Hal kedua yang membuat saya kesal, anak saya sudah sangat suka
dengannya dan sekarang tidak ada dia, malah jadi susah memberi makan,
dan sering mencari - cari , " Sihhh...." nama asisten saya "ASIH"
> Hal ketiga, saya kesal, koq tega - teganya majikan saudaranya itu
membajak asisten saya yang jelas - jelas sedang bekerja di tempat
saya.... (memang ini sering terjadi tapi saya tidak pernah membajak
asisten orang lain, ini yang bikin saya kesal).
> Hal keempat, secara tidak sengaja saya menemukan luka memar di kaki
anak saya di pahanya.. selama ini asisten saya look so nice and
everything ok - kerjaan beres semua - gaji juga ok... apakah dia agak
kesal dengan anak saya yang memang lagi aktif - aktif nya lalu
dicubitnya??? atau jatuh atau dipukul dengan sesuatu?? karena tidak
mungkin luka itu akibat gigitan nyamuk, bentuk lukanya memar di kulit
berbentuk U, dan menurut ibu saya dia sering tidak mengaku kalau anak
saya nangis karena apa, selalu dijawabnya, melarang anak saya mainan
ini atau itu....
> Hal kelima, kesal sampai hari ini saya tidak dapat pembantu dan baby
sitter karena tadinya saya sudah percayakan dengan asisten saya ini
dan mengiyakan/mengikuti kemauan dia untuk tidak punya rekan
sekerja.... jadinya saya harus cuti setengah hari setiap hari sampai
hari ini, janjinya hari jumat ini akan datang banyak dari jawa, moga -
moga ada yang cocok dech....
>
> Mungkin kalau ada di antara moms yang mempekerjakan ex-asisten saya
(atau dads yang istrinya baru punya baby minggu2 ini,lokasi sepertinya
antara di serpong atau bekasi- dia sangat senang ngurus baby karena
gampang cuma digendong - gendong-kasi susu-ganti pampers-bobo,padahal
waktu ngurusin anak saya cebokin pake kapas aja tidak bisa - ngakunya
baby sitter), be careful juga, ga menjamin diam - diam - nice tapi
ternyata bohongnya banyak juga.....mulai sekarang prinsip saya,
asisten umurnya cuma sampe lebaran aja setelah itu tidak peduli sayang
atau tidak pasti, langsung cari ganti saja dech....
>
> Maap jadi curhat panjang banget......
> Cheers!
> Mom Lia
>
>
>
>
> Recent Activity
>
> 44
> New Members
>
> Visit Your Group
> Y! Messenger
> Instant smiles
> Share photos while
> you IM friends.
>
> Athletic Edge
> A Yahoo! Group
> to connect w/ others
> about fitness goals.
>
> Holidays with Y!
> Fly home on us.
> Win free airline
> tickets now.
>
>
>
> .
>
>
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>