Mom Lia,
  Hal pertama yang seharusnya Ibu lakukan adalah "BERSYUKUR".
  Walaupun dengan "berat hati" ibu telah berhasil "melepaskan" asisten ibu.
  Bisa saja saat itu ibu memaksa asisten ibu untuk tidak keluar.
  Dan asisten ibu menerimanya dengan berat hati, maka yang akan menjadi korban 
adalah anak ibu. Bisa jadi luka memarnya bukan hanya di paha saja, dan anak ibu 
ditelantarkan saat ditinggal berdua saja dengannya.
   
  Saat ini saya mengerti betul bagaimana repotnya ibu, betapa kecewa dan 
marahnya ibu.
  Hal yang sama pernah kami alami saat Alysha masih berusia 1 s/d 2 bulan. 
Mungkin cerita&lokasinya berbeda, tapi penderitaannya sama.
  Kami bisa melaluinya dengan "Team Work". 
  Di dorong oleh rasa sayang kepada putri kami Alysha. Saya meminta "ijin" 
tidak masuk kerja untuk mengurus bayi kami, kebetulan perusahaan bisa mengerti 
karena posisi penempatan saya di "luar pulau jawa" dan keluarga besar kita ada 
di "pulau jawa" semua.
  Dengan langkah yang saya lakukan, bundanya Alysha pun melakukan langkah yang 
sama, bahkan memperoleh "ijin" yang lebih lama dibanding saya.
  Intinya saat itu kita bisa survive karena pengertian, pemahaman tentang 
prioritas hidup dan kerjasama di dalam keluarga.
  Bahkan tetangga pun ikut membantu, mereka dengan sukarela menawarkan diri 
untuk merawat Alysha. Wah kalau tentangga sudah ikut menawarkan diri untuk 
meluangkan waktu, masa sih orang tuanya tidak bisa meluangkan "waktu" untuk 
merawat anak sendiri :))
  Sampai bantuan datang, "ibu mertua" datang membantu hampir 1 bulan. Dan 
akhirnya kita memperoleh BS yang cocok dan tepat.
   
  Kedua, tidak perlu dendam bu.
  Liburan lebaran kemarin kita mudik, sempat topik ini dibahas kembali oleh 
ibu&bapak mertua dan kita mengenangnya dengan "tersenyum". Kalau saya tersenyum 
dengan bangga bahwa kami bisa mengatasinya bersama. Mungkin kalau AyBun pingin 
tahu perasaan saya, bisa denger lagunya Brooks and Dunn judulnya Proud of The 
House We Built. Tapi bagian more bills than money nya dihilangkan! :))
   
  Semoga kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi kita untuk "lebih memahami" 
kebutuhan orang lain (BS & PRT kita) supaya mereka betah, dan bila kita telah 
berusaha tetapi masih gagal juga berarti BS & PRTnya yang "error'. Maka menjadi 
pelajaran bagi kita untuk tidak mempekerjakan BS karena kita "butuh secepatnya" 
atau "asal comot" :))
   
   
  Ayahnya Alysha
   
   
  

Lia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Pak Dicky,

Kalau saya punya pengalaman, asisten saya sendiri yang minta kerja sendiri, mau 
merangkap baby sitter dan ngurus rumah, tapi baru aja saya mendapatkan kasus 
dengan asisten saya ini,mendadak hari minggu siang minta pulang dengan alasan 
perut bagian kanan sakit, minta istirahat tapi saya mau bawa ke rumah sakit 
tidak mau, diantar pulang ke terminal atau station tidak mau, maunya pulang 
sendiri, padahal, dia sama sekali tidak pernah pergi - pergi keluar rumah, tapi 
dia maksa mau buka pagar rumah saya karena saya sedang siap - siap mau bawa dia 
ke rumah sakit, akhirnya saya ultimatum, kalau kamu keluar rumah saya tanpa 
saya ketahui, saya akan laporkan kamu "kabur", saking saya kesal dengan ulahnya 
yang tiba - tiba tidak menyenangkan. Dia sudah bekerja 4 bulan dan baru 
seminggu balik dari cuti lebaran yang saya berikan cukup lama 2 minggu sampai 
saya cuti dari kantor, diusahakan tiket pulang kampungnya, tapi....balasannya 
ya begitulah...sikapnya jadi agak
kurang ajar. Menurut ibu saya,kemungkinan dia pindah kerja karena dia ada 
kakaknya di sini, dan mungkin saja kakaknya menawarkan pekerjaan mengurus baby, 
karena asisten saya ini senang mengurus baby, mungkin di saudara majikan 
kakaknya (mungkin di antara anggota milis ini ada yang mempekerjakannya ????).
Yang membuat saya kesal, saya mau antar ke dokter, tak mau, malah waktu saya 
ajak dia ngomong menghindar masuk ke kamarnya, saya kejar ternyata dia sudah 
packing, dan dia tidak berani menatap muka saya, lalu dia memaksa keluar rumah 
tanpa pamit saya lagi, itu sangat membuat saya kesal sekali, saya sebetulnya 
fair saja, kalau mau keluar ya sudah keluar tapi beri saya tempo untuk mencari 
penggantinya,tidak perlu pakai alasan, sakit, mau dikawinin, dll nya... 
ngomongnya pun makin ngaco kalau diinterogasi, dari sakit usus buntu sampe 
akhirnya ngakunya sakit karena mau mens.... 
Hal kedua yang membuat saya kesal, anak saya sudah sangat suka dengannya dan 
sekarang tidak ada dia, malah jadi susah memberi makan, dan sering mencari - 
cari , " Sihhh...." nama asisten saya "ASIH"
Hal ketiga, saya kesal, koq tega - teganya majikan saudaranya itu membajak 
asisten saya yang jelas - jelas sedang bekerja di tempat saya.... (memang ini 
sering terjadi tapi saya tidak pernah membajak asisten orang lain, ini yang 
bikin saya kesal).
Hal keempat, secara tidak sengaja saya menemukan luka memar di kaki anak saya 
di pahanya.. selama ini asisten saya look so nice and everything ok - kerjaan 
beres semua - gaji juga ok... apakah dia agak kesal dengan anak saya yang 
memang lagi aktif - aktif nya lalu dicubitnya??? atau jatuh atau dipukul dengan 
sesuatu?? karena tidak mungkin luka itu akibat gigitan nyamuk, bentuk lukanya 
memar di kulit berbentuk U, dan menurut ibu saya dia sering tidak mengaku kalau 
anak saya nangis karena apa, selalu dijawabnya, melarang anak saya mainan ini 
atau itu....
Hal kelima, kesal sampai hari ini saya tidak dapat pembantu dan baby sitter 
karena tadinya saya sudah percayakan dengan asisten saya ini dan 
mengiyakan/mengikuti kemauan dia untuk tidak punya rekan sekerja.... jadinya 
saya harus cuti setengah hari setiap hari sampai hari ini, janjinya hari jumat 
ini akan datang banyak dari jawa, moga - moga ada yang cocok dech....

Mungkin kalau ada di antara moms yang mempekerjakan ex-asisten saya (atau dads 
yang istrinya baru punya baby minggu2 ini,lokasi sepertinya antara di serpong 
atau bekasi- dia sangat senang ngurus baby karena gampang cuma digendong - 
gendong-kasi susu-ganti pampers-bobo,padahal waktu ngurusin anak saya cebokin 
pake kapas aja tidak bisa - ngakunya baby sitter), be careful juga, ga menjamin 
diam - diam - nice tapi ternyata bohongnya banyak juga.....mulai sekarang 
prinsip saya, asisten umurnya cuma sampe lebaran aja setelah itu tidak peduli 
sayang atau tidak pasti, langsung cari ganti saja dech....

Maap jadi curhat panjang banget......
Cheers!
Mom Lia




      Recent Activity
    
      44
  New Members

Visit Your Group 
      Y! Messenger
  Instant smiles
  Share photos while
  you IM friends.

    Athletic Edge
  A Yahoo! Group
  to connect w/ others
  about fitness goals.

    Holidays with Y!
  Fly home on us.
  Win free airline
  tickets now.



  .

 
                         

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke