Note: forwarded message attached.
Bener ga ya, berita di bwh,, karena saya punya
Hepatitis B (carier) & dokter menyarankan, setelah
bayi lahir dlm waktu 24 jam divaksin Hepatits B untuk
memutus virus tersebut.
Tks
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
--- Begin Message ---
Vaksin penyebab Autis VERY TOP URGENT !!!!!
- Jawaban - Buat para Pasangan MUDA, om dan tante yang punya keponakan ... atau
bahkan calon ibu ... perlu nih dibaca tentang autisme.. Bisa di share kepada
yang masih punya anak kecil supaya berhati-hati. ....... Setelah kesibukan
Lebaran yang menyita waktu, baru sekarang saya punya waktu luang membaca buku
"Children with Starving Brains" karangan Jaquelyn McCandless , MD yang
diterjemahkan dan diterbitkan oleh Grasindo. Ternyata buku yang saya beli di
toko buku Gramedia seharga Rp. 50,000,- itu benar-benar membuka mata saya, dan
sayang, sayang sekali baru terbit setelah anak saya Joey (27 bln) didiagnosa
mengidap Autisme Spectrum Disorder. Bagian satu, bab 3, dari buku itu
benar-benar membuat saya menangis.
Selama 6 bulan pertama hidupnya (Agustus 2001 -Februari 2002), Joey memperoleh
3 kali suntikan vaksin Hepatitis B, dan 3 kali suntikan vaksin HiB. Menurut
buku tersebut (halaman 54 - 55) ternyata dua macam vaksin yang diterima anak
saya dalam 6 bulan pertama hidupnya itu positif mengandung zat pengawet
Thimerosal, yang terdiri dari Etilmerkuri yang menjadi penyebab utama sindrom
Autisme Spectrum Disorder yang meledak pada awal tahun 1990-an. Vaksin yang
mengandung Thimerosal itu sendiri sudah dilarang di Amerika sejak akhir tahun
2001. Alangkah sedihnya saya, anak yang saya tunggu kehadirannya selama 6
tahun, dilahirkan dan divaksinasi di sebuah rumah sakit besar yang bagus,
terkenal, dan mahal di Karawaci Tangerang, dengan harapan memperoleh treatment
yang terbaik, ternyata malah "diracuni" oleh Mercuri dengan selubung vaksinasi.
Beruntung saya masih bisa memberi ASI sampai sekarang, sehingga Joey tidak
menderita Autisme yang parah. Tetapi tetap saja, sampai sekarang dia
belum bicara, harus diet pantang gluten dan casein, harus terapi ABA ,
Okupasi, dan nampaknya harus dibarengi dengan diet supplemen yang
keseluruhannya sangat besar biayanya. Melalui e-mail ini saya hanya ingin
menghimbau para dokter anak di Indonesia , para pejabat di Departemen
Kesehatan, tolonglah baca buku tersebut diatas itu, dan tolong musnahkan semua
vaksin yang masih mengandung Thimerosal. Jangan sampai (dan bukan tidak mungkin
sudah terjadi) sisa stok yang tidak habis di Amerika Serikat tersebut di ekspor
dengan harga murah ke Indonesia dan dikampanyekan sampai ke puskesmas-puskesmas
seperti contohnya vaksin Hepatitis B, yang sekarang sedang giat-giatnya
dikampanyekan sampai ke pedesaan.
Kepada para orang tua dan calon orang tua, marilah kita bersikap proaktif, dan
assertif dengan menolak vaksin yang mengandung Thimerosal tersebut. Cobalah
bernegosiasi dengan dokter anak kita, minta vaksin Hepatitis B dan HiB yang
tidak mengandung Thimerosal. Juga tolong e-mail ini diteruskan kepada mereka
yang akan menjadi orang tua, agar tidak mengalami nasib yang sama seperti saya.
Sekali lagi, jangan sampai kita kehilangan satu generasi anak-anak penerus
bangsa, apalagi jika mereka datang dari keluarga yang berpenghasilan rendah
yang untuk makan saja sulit apalagi untuk membiayai biaya terapi supplemen,
terapi ABA, Okupasi, dokter ahli Autisme (yang daftar tunggunya sampai
berbulan-bulan) , yang besarnya sampai jutaaan rupiah perbulannya.
Terakhir,mohon doanya untuk Joey dan ratusan, bahkan ribuan teman-teman
senasibnya di Indonesia yang sekarang sedang berjuang membebaskan diri dari
belenggu Autisme.
"Let's share with others... Show them that WE care!"
diambil dari http://www.jawaban. com/news/health/detail. php?id_news=
070703150407
.
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
--- End Message ---