Betul Mas, aku juga udah nanya ke bbrp dsa sampe nanya juga ke dsa di spore (pas kebetulan llg disana) belum terbukti bahwa vaksin HiB menyebabkan autis, krn meski ada thimerosalnya tp mercurynya bukan merupakan mercury aktif. Tp tetep aja deg2 an pas baby aruna kmrn vaksin...yah..bismillah aja mas aku sih
Ica Mulkan On 1/29/08, nico chg <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Tks atas infonya ya. kemarin saya print buat istri baca. istri bilang > dia pernah nonton Oprah mengenai autis juga. dan di talkshow tersebut > dikatakan bahwa bukan Imunisasi yang menjadi penyebab autis, tetapi gen > seseorang.mungkin gen yang rusak (radikal bebas,dll). moga info ini > berguna. > > *dewi hayuning <[EMAIL PROTECTED]>* wrote: > > Note: forwarded message attached. > Bener ga ya, berita di bwh,, karena saya punya > Hepatitis B (carier) & dokter menyarankan, setelah > bayi lahir dlm waktu 24 jam divaksin Hepatits B untuk > memutus virus tersebut. > > Tks > > __________________________________________________________ > Be a better friend, newshound, and > know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. > http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ > > To: [EMAIL PROTECTED] > From: juliana charmy <[EMAIL PROTECTED]> > Date: Sun, 13 Jan 2008 22:19:46 -0800 (PST) > Subject: [snooze_button] (dari milis sebelah) Vaksin penyebab Autis VERY > TOP URGENT !!!!! > > > Vaksin penyebab Autis VERY TOP URGENT !!!!! > > - Jawaban - Buat para Pasangan MUDA, om dan tante yang punya keponakan ... > atau bahkan calon ibu ... perlu nih dibaca tentang autisme.. Bisa di share > kepada yang masih punya anak kecil supaya berhati-hati. ....... Setelah > kesibukan Lebaran yang menyita waktu, baru sekarang saya punya waktu luang > membaca buku "*Children with Starving Brains*" karangan Jaquelyn > McCandless , MD yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh Grasindo. Ternyata > buku yang saya beli di toko buku Gramedia seharga Rp. 50,000,- itu > benar-benar membuka mata saya, dan sayang, sayang sekali baru terbit setelah > anak saya Joey (27 bln) didiagnosa mengidap *Autisme* *Spectrum Disorder*. > Bagian satu, bab 3, dari buku itu benar-benar membuat saya menangis. > > Selama 6 bulan pertama hidupnya (Agustus 2001 -Februari 2002), Joey > memperoleh 3 kali suntikan vaksin Hepatitis B, dan 3 kali suntikan vaksin > HiB. Menurut buku tersebut (halaman 54 - 55) ternyata dua macam vaksin yang > diterima anak saya dalam 6 bulan pertama hidupnya itu positif mengandung zat > pengawet Thimerosal, yang terdiri dari Etilmerkuri yang menjadi penyebab > utama sindrom *Autisme Spectrum Disorder* yang meledak pada awal tahun > 1990-an. Vaksin yang mengandung Thimerosal itu sendiri sudah dilarang di > Amerika sejak akhir tahun 2001. Alangkah sedihnya saya, anak yang saya > tunggu kehadirannya selama 6 tahun, dilahirkan dan divaksinasi di sebuah > rumah sakit besar yang bagus, terkenal, dan mahal di Karawaci Tangerang, > dengan harapan memperoleh treatment yang terbaik, ternyata malah "diracuni" > oleh Mercuri dengan selubung vaksinasi. Beruntung saya masih bisa memberi > ASI sampai sekarang, sehingga Joey tidak menderita Autisme yang parah. > Tetapi tetap saja, sampai sekarang dia belum bicara, harus diet pantang > gluten dan casein, harus terapi ABA , Okupasi, dan nampaknya harus dibarengi > dengan diet supplemen yang keseluruhannya sangat besar biayanya. Melalui > e-mail ini saya hanya ingin menghimbau para dokter anak di Indonesia , para > pejabat di Departemen Kesehatan, tolonglah baca buku tersebut diatas itu, > dan tolong musnahkan semua vaksin yang masih mengandung Thimerosal. Jangan > sampai (dan bukan tidak mungkin sudah terjadi) sisa stok yang tidak habis di > Amerika Serikat tersebut di ekspor dengan harga murah ke Indonesia dan > dikampanyekan sampai ke puskesmas-puskesmas seperti contohnya vaksin > Hepatitis B, yang sekarang sedang giat-giatnya dikampanyekan sampai ke > pedesaan. > > Kepada para orang tua dan calon orang tua, marilah kita bersikap proaktif, > dan assertif dengan menolak vaksin yang mengandung Thimerosal tersebut. > Cobalah bernegosiasi dengan dokter anak kita, minta vaksin Hepatitis B dan > HiB yang tidak mengandung Thimerosal. Juga tolong e-mail ini diteruskan > kepada mereka yang akan menjadi orang tua, agar tidak mengalami nasib yang > sama seperti saya. > > Sekali lagi, jangan sampai kita kehilangan satu generasi anak-anak penerus > bangsa, apalagi jika mereka datang dari keluarga yang berpenghasilan rendah > yang untuk makan saja sulit apalagi untuk membiayai biaya terapi supplemen, > terapi ABA, Okupasi, dokter ahli Autisme (yang daftar tunggunya sampai > berbulan-bulan) , yang besarnya sampai jutaaan rupiah perbulannya. > > Terakhir,mohon doanya untuk Joey dan ratusan, bahkan ribuan teman-teman > senasibnya di Indonesia yang sekarang sedang berjuang membebaskan diri dari > belenggu > Autisme. > > "Let's share with others... Show them that WE care!" > > diambil dari http://www.jawaban. com/news/health/detail. php?id_news= > 070703150407<http://www.jawaban.com/news/health/detail.php?id_news=070703150407> > . > > > ------------------------------ > Never miss a thing. Make Yahoo your > homepage.<http://us.rd.yahoo.com/evt=51438/*http://www.yahoo.com/r/hs> > > > ------------------------------ > Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! > Search.<http://us.rd.yahoo.com/evt=51734/*http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping> > > > -- Ica Mulkan/Mama Aidan & Aruna http://icamimsky.multiply.com
