Saat hamil anak pertama saya juga punya hepatitis B dan kronis, dan setelah lahir anak saya langsung divaksin hepatitis B (malah harus sebelum 12 jam). Dan vaksin tersebut beda dengan vaksin hepatitis B dlm jadwal imunisasi, karena harganya aja hampir 1 jutaan, dan adanya (waktu itu) cuma di RS Harapan Kita, adik ipar saya sampe bela2in kesana shubuh2 naik motor (anak saya lahir jam 2 pagi). Entah berita tersebut benar tidaknya, alhamdulillah anak saya sampe sekarang umur 2 tahun tidak ada tanda2 autis sama sekali. Memang aktif, tapi aktif yg baik dan masih bisa diarahkan.... Semoga berita tersebut cuma hoax belaka....
Ruly - Bundanya Aulia 2008/1/14 dewi hayuning <[EMAIL PROTECTED]>: > > > > > Note: forwarded message attached. > Bener ga ya, berita di bwh,, karena saya punya > Hepatitis B (carier) & dokter menyarankan, setelah > bayi lahir dlm waktu 24 jam divaksin Hepatits B untuk > memutus virus tersebut. > > Tks > > __________________________________________________________ > Be a better friend, newshound, and > know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. > http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ > > > ---------- Forwarded message ---------- > From: juliana charmy <[EMAIL PROTECTED]> > To: [EMAIL PROTECTED] > Date: Sun, 13 Jan 2008 22:19:46 -0800 (PST) > Subject: [snooze_button] (dari milis sebelah) Vaksin penyebab Autis VERY TOP > URGENT !!!!! > > > > > > > Vaksin penyebab Autis VERY TOP URGENT !!!!! > > - Jawaban - Buat para Pasangan MUDA, om dan tante yang punya keponakan ... > atau bahkan calon ibu ... perlu nih dibaca tentang autisme.. Bisa di share > kepada yang masih punya anak kecil supaya berhati-hati. ....... Setelah > kesibukan Lebaran yang menyita waktu, baru sekarang saya punya waktu luang > membaca buku "Children with Starving Brains" karangan Jaquelyn McCandless , > MD yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh Grasindo. Ternyata buku yang saya > beli di toko buku Gramedia seharga Rp. 50,000,- itu benar-benar membuka mata > saya, dan sayang, sayang sekali baru terbit setelah anak saya Joey (27 bln) > didiagnosa mengidap Autisme Spectrum Disorder. Bagian satu, bab 3, dari buku > itu benar-benar membuat saya menangis. > > Selama 6 bulan pertama hidupnya (Agustus 2001 -Februari 2002), Joey > memperoleh 3 kali suntikan vaksin Hepatitis B, dan 3 kali suntikan vaksin > HiB. Menurut buku tersebut (halaman 54 - 55) ternyata dua macam vaksin yang > diterima anak saya dalam 6 bulan pertama hidupnya itu positif mengandung zat > pengawet Thimerosal, yang terdiri dari Etilmerkuri yang menjadi penyebab > utama sindrom Autisme Spectrum Disorder yang meledak pada awal tahun > 1990-an. Vaksin yang mengandung Thimerosal itu sendiri sudah dilarang di > Amerika sejak akhir tahun 2001. Alangkah sedihnya saya, anak yang saya > tunggu kehadirannya selama 6 tahun, dilahirkan dan divaksinasi di sebuah > rumah sakit besar yang bagus, terkenal, dan mahal di Karawaci Tangerang, > dengan harapan memperoleh treatment yang terbaik, ternyata malah "diracuni" > oleh Mercuri dengan selubung vaksinasi. Beruntung saya masih bisa memberi > ASI sampai sekarang, sehingga Joey tidak menderita Autisme yang parah. > Tetapi tetap saja, sampai sekarang dia belum bicara, harus diet pantang > gluten dan casein, harus terapi ABA , Okupasi, dan nampaknya harus dibarengi > dengan diet supplemen yang keseluruhannya sangat besar biayanya. Melalui > e-mail ini saya hanya ingin menghimbau para dokter anak di Indonesia , para > pejabat di Departemen Kesehatan, tolonglah baca buku tersebut diatas itu, > dan tolong musnahkan semua vaksin yang masih mengandung Thimerosal. Jangan > sampai (dan bukan tidak mungkin sudah terjadi) sisa stok yang tidak habis di > Amerika Serikat tersebut di ekspor dengan harga murah ke Indonesia dan > dikampanyekan sampai ke puskesmas-puskesmas seperti contohnya vaksin > Hepatitis B, yang sekarang sedang giat-giatnya dikampanyekan sampai ke > pedesaan. > > Kepada para orang tua dan calon orang tua, marilah kita bersikap proaktif, > dan assertif dengan menolak vaksin yang mengandung Thimerosal tersebut. > Cobalah bernegosiasi dengan dokter anak kita, minta vaksin Hepatitis B dan > HiB yang tidak mengandung Thimerosal. Juga tolong e-mail ini diteruskan > kepada mereka yang akan menjadi orang tua, agar tidak mengalami nasib yang > sama seperti saya. > > Sekali lagi, jangan sampai kita kehilangan satu generasi anak-anak penerus > bangsa, apalagi jika mereka datang dari keluarga yang berpenghasilan rendah > yang untuk makan saja sulit apalagi untuk membiayai biaya terapi supplemen, > terapi ABA, Okupasi, dokter ahli Autisme (yang daftar tunggunya sampai > berbulan-bulan) , yang besarnya sampai jutaaan rupiah perbulannya. > > Terakhir,mohon doanya untuk Joey dan ratusan, bahkan ribuan teman-teman > senasibnya di Indonesia yang sekarang sedang berjuang membebaskan diri dari > belenggu Autisme. > > "Let's share with others... Show them that WE care!" > > diambil dari http://www.jawaban. com/news/health/detail. php?id_news= > 070703150407 > . > > > > ________________________________ > Never miss a thing. Make Yahoo your homepage. > > > > >
