Wah mom Deby, kepanjangan? Ngga banget deh 
Kata saya mah, kurang panjang malah ^^
Thanks banget yah, saya jadi tau ada sekolah yg montessori beneran, ada yg nggak
Setuju banget mom Deby, memang bukan soal pure atau ngga, tapi mana yg paling 
cocok buat anak kita..
Yang penting dia enjoy dan bener2 mendapat manfaat dari kegiatan belajarnya..
Thanks again.. ^^
Kind regards,
Vira
  ----- Original Message ----- 
  From: Deby Madjukie 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, May 07, 2008 1:04 PM
  Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Mohon share: Sekolah MONTESSORI




        Wah,, memang susah ya membedakan yang benar-benar Montessori dan yang 
hanya mengadop metodenya saja. 



        Inti dari Montesorri adalah anak belajar dengan cara explore dan dari 
pengalaman. Dan ini sudah banyak diakui sebagai metode yang bagus sehingga 
banyak sekolah sekarang yang mengarah ke sana. 



        Montessori sendiri ada pelatihannya. Guru-guru sekolah montessori 
haruslah memiliki sertifikat Montessori, terus juga dari peralatan mainannya 
biasanya khusus. Setiap mainan memiliki tujuan pendidikan sendiri. Biasanya 
dari kayu yang memiliki berat (katanya sekalian melatih motorik anak)



        Jika yang hanya mengadop metodenya, kemungkinan besar guru dan 
peralatannya tidak

        mengikuti aturan montessori. 



        Ada anak dari teman saya yang sekolah di katanya Montessori juga. Nah 
setiap hari ada sesi Mandarin di mana semua anak duduk mengikuti petunjuk 
gurunya. (menurut saya ini sudah agak 'melenceng' nih dari konsep montessori). 
Gurunya akan memperkenalkan kosakata baru dan tiap anak harus bisa melafalkan 
dengan benar sebelum pindah ke teman lainnya. Jadinya anaknya stress juga kan.. 
Akhirnya pindah sekolah deh.. Ada juga yang menganut Montessori tapi 
pelajarannya sangat akademis.. banyak porsi belajar membaca dan menulis.. 
mainan di kelas juga tidak banyak.. lebih banyak peralatan akademik.. 



        Tapi menurut saya pure Montessori atau tidak, tidak masalah selama 
sekolah tersebut memang sesuai dengan harapan kita. Yang pasti sih musti survey 
dulu. 



        Jadi kepanjangan lagi yah??... uuppsss.. .




        --- On Tue, 5/6/08, vira <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


          From: vira <[EMAIL PROTECTED]>
          Subject: [Ayahbunda-Online] Mohon share: Sekolah MONTESSORI
          To: [email protected]
          Date: Tuesday, May 6, 2008, 12:54 PM



          Hi Mba Deby, 
          aduh ceritanya seru sekali dan lengkap (trims ya).  Aku jadi tambah 
tertarik niy... 
          Lalu, gimana cara membedakan sekolah yg pure montessori dengan yg 
nggak Mba?

          Kind regards,
          Vira
            ----- Original Message ----- 
            From: Deby Madjukie 
            To: Ayahbunda-Online@ yahoogroups. com 
            Sent: Monday, May 05, 2008 12:30 PM
            Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Mohon sharingnya: Sekolah MONTESSORI


                  Dear mbak Vira,



                  saya kurang tahu juga secara detail mengenai Montesorri. 
Tetapi kebetulan anak saya (3thn) sekolah di montesorri dekat rumah. Jadi saya 
jelasin yang anak saya dapatkan di sekolah ya... 



                  Sekolah montesorri biasanya tidak ada susunan meja kursi yang 
menghadap papan tulis seperti sekolah biasa. KArena penekanannya pada minat dan 
kemampuan dari masing-masing anak. Misalkan untuk kelas yang sama, kalau memang 
anaknya lebih cepat mengerti maka bisa saja si anak sudah diajarkan hingga 
huruf S, padahal teman lainnya masih ada yang mengulang hingga G (misal lho ya).



                  Metode pelaksanaannya juga bebas. Anak tidak dipaksa harus 
duduk di kursi dan meja sepanjang waktu. Kebanyakan bahan pelajarannya adalah 
dalam bentuk mainan. Ditaruh di sekeliling kelas. Anak-anak masing-masing 
mengambil mainan, memainkannya di meja kemudian mengembalikan jika sudah 
selesai main. Guru lebih ke arah fasilitator aja. Kalau ada mainan, anaknya 
dikasih tahu cara mainnya seperti apa.. misalkan mainan bikin tower.. cara 
mainnya adalah kasih alas kain dulu, terus mainan disusun dari besar ke kecil.. 
katanya sih membuat anak jadi tahu mana yang besar, lebih besar, kecil, lebih 
kecil.. kalo salah kan towernya ambruk..  



                  tapi walaupun begitu, ternyata guru-guru juga ada 
target/curriculum sendiri terhadap tiap anak.. jadi kalau ada anak yang terlalu 
sering di satu mainan atau satu pojok (tiap pojok ada tema sendiri-sendiri) . 
gurunya akan mengarahkan ke mainan yang lain.. tapi tidak memaksa... lebih ke 
arah bujukan.. 



                  sekolah diawali dan diakhiri dengan circle time. Nyanyi 
bersama dengan gerakan. Terus anak-anak boleh menyanyi sendiri atau berdua 
teman jika mau. boleh request lagu juga. kalau ada pesan sponsor biasanya di 
sini. antara lain.. di kelas tidak boleh running.. bilang please kalo mau 
sesuatu.. no pushing..  atau mengucapkan happy birthday ke yang sedang ultah 
pada hari tersebut.



                  Acara makan bersama standard lah diawali cuci tangan bersama 
dan menyusun piring, gelas dan sendok garpu sendiri. Berdoa baru buka bekal dan 
makan bersama. setelahnya, sisa/sampah makanan dan peralatan harus ditaruh di 
bak cucian



                  terus karena sekolah anak ku ini kecil, jadi untuk yang TK, 
TK A dan TK B digabung. di satu sisi saya lihat ini bagus lho.. yang lebih 
besar menjadi bertanggung jawab terhadap yang kecil.. bisa menasehati, 
membantu, memberitahu cara main yang benar.. dan yang kecil (yang kebetulan di 
rumah tidak punya kakak) jadi banyak contoh ditiru... kalau kakaknya lagi 
menulis.. adik-adiknya jadi tergugah untuk ikut coret-coretan. . 



                  dan yang enak lagi. so far tidak ada pe er.. hehehe.. 


                  plusnya ya anak-anak belajar seperti bermain.. tidak dibuat 
kompetisi dengan teman-teman. . anak tidak stress.. orang tua juga tidak stress 

                  minusnya adalah.. nanti jika masuk sekolah biasa.. anak-anak 
bisa kaget karena metode belajarnya beda..  dan yang pasti lebih mahal dari 
sekolah biasa.. 



                  saran saya... sebaiknya mbak Vira survey dulu.. karena tidak 
semua montesorri adalah pure montesorri.. ada yang cuma ambil sebagian saja.. 
malah kalau perlu ikut trial dulu.. 



                  yang perlu diperhatikan lagi adalah perbandiangan guru dan 
murid, peralatan di kelas termasuk mainan berbahaya atau tidak. bervariasi atau 
tidak. guru-gurunya smiley face atau tidak. karena anak bisa saja takut ke 
sekolah karena gurunya menurut si anak 'galak'.



                  semoga tidak kepanjangan ya... 



                  cheers,

                  Deby




                  --- On Sat, 5/3/08, vira <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:


                    From: vira <[EMAIL PROTECTED] com>
                    Subject: [Ayahbunda-Online] Mohon sharingnya: Sekolah 
MONTESSORI
                    To: parentsguide@ yahoogroups. com, Ayahbunda-Online@ 
yahoogroups. com
                    Date: Saturday, May 3, 2008, 9:07 AM



                    Hello moms,

                    Ada gak yang sekolahin anaknya di sekolah montessori.. ? 
atau mungkin ada moms yg juga guru di sekolah montessori.. ?
                    Sharing dong, please.... plus minusnya sekolah montessori 
juga pengalaman2 apa aja sih yg anak2 (dan juga ortu) dapatkan di sana....
                    Pokoknya segala sesuatu tentang sekolah montessori deh.. 
                    Trims berat yah, sebelumnya.. :)
                     

                    Kind regards,
                    Vira 




--------------------------------------------------------------------
            Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. 
Try it now. 
       




------------------------------------------------------------------------------
  Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it 
now. 

   

Kirim email ke