Hi Mbak Sari,
   
  Aku mau nimbrung yah...
   
  flash card glen doman itu cuma ada tulisan aja kan ya? gak ada gambarnya? 
coba deh beliin yoel flash card yang fokusnya di gambar, tulisannya baru di 
bawah gambar, biasanya anak2 lebih tertarik sama gambar, waktu zara 11 bulan 
(skrg 16 bln) aku beliin dia flash card yg bergambar, dia tertarik banget, 
emang sih tujuanku bukan buat ngajarin dia baca, tapi cuma mengenal macam2 
benda aja, kebetulan flashcard yg aku beli gambarnya macem2, dari binatang, 
buah & benda2 lainnya, terbukti sampe sekarang setiap dikasih liat gambar2 itu 
zara langsung tau itu gambar apa dan bisa nyebutinnya juga, misalnya gambar 
kuda dia bilang kuda, gambar domba dia bilang 'mba, emang masih dengan 
bahasanya dia  sendiri, tapi cukup efektif kok, pokonya amazing bgt deh.
   
  kalo menurut aku metode glen doman itu terlalu memberatkan anak bayi, kasian 
kalo anak bayi udah diajarin baca, mohon maaf kalo yang gak berkenan sama 
pendapatku.
   
  cheers,
  wulan 

krisetiawati puspitasari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Sorry Mamut, saya nyontek judulnya. Bolehkan? Piiisss...

Sejak Yoel (16 bulan) umur 6 bulan, saya belikan flash card-nya Glen Doman. 
Maksud hati, ingin anak lebih cerdas dari ibunya. Biar bisa baca lebih awal.

Saya praktekkan persis plek seperti petunjuknya. Duh... Yoel semangat sekali 
lho. Waktu dibacakan, dia tertawa-tawa. Kakinya diangkat-angkat. Gedebag. 
Gedebug. Wah, saya senang banget. Cihuuuy, anakku senang nih diajak baca. Pasti 
nanti umur 3 tahun udah bisa baca.Apalagi waktu itu Mbak-nya Yoel memang cukup 
pintar. Dia bisa menangkap instruksi saya dengan tepat. 

Tapi mulai usia 10 bulan, Yoel mulai "gak nurut". Ada saja ulahnya. Yang 
kartunya dimintalah. Kalo gak dikasih, ia protes. Jerit-jerit. 
Atau saat diajak baca, dianya malah merangkak ke sana kemari. Gak memperhatikan 
blas.
Semangat mulai kendor. Tapi tetap dicoba lagi.

Pas usia 13 bulan, flash card mulai terbengkalai. Teronggok di sudut kamar. 
Sesekali saya bacakan. Pas tiga grup pertama masih perhatian. Setelah itu 
mulailah dia mulai bikin ulah. Sampe-sampe flash card itu bentuknya gak karuan. 
Diuwel-uwel. Digigit. Dibuang. etc.
Tiap hari tetap saya bacakan, meski gak lengkap 3 grup. Baru dua kartu, sudah 
terjadi keributan.

Sekarang kartu itu sudah gak lengkap. 

Yah, sedihlah daku. Keinginan Yoel bisa baca lebih awal pupus sudah.
Buat mom yang sukses mengajari baca dengan metode ini sharing dong. Soalnya 
Yoelku ini anak kreatif (istilah saya utk mengganti kata*NGEYELAN*). Dia gak 
mau diajarin. Selalu punya cara sendiri.

Kalau dibacakan cerita, buku direbut. Trus ia cerita dengan gayanya sendiri. 
Jadi, saya tidak seperti Bu Yusri, bisa tamat membacakan cerita. 

Oke bun, saya tunggu ceritanya ya.....

Sari
Lagi putar otak biar flash cardnya gak jadi fosil lagi

    
---------------------------------
  Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it 
now.  

                           

       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

Kirim email ke