--- Begin Message ---
Dear mb Sari,

Sama tuh critanya dengan saya. ( hore.. punya teman... hehhehehe)
 
Dulunya semangat banget nih mulai dari ikut seminarnya, ikutan milisnya 
sampe beli 2 produknya yang Bahasa Inggris dan Matematika.
saya beli FC waktu Freya umur 4 bulan, Waktu itu Freya dan Mamanya nih 
semangat banget melaksanakan program Glenn Doman.
Tapi lama-lama waktu untuk flashing sangat terbatas, karena saya harus 
berangkat kerja pagi-pagi sedangkan Freya belum bangun , dan pulang malam, 
Freya sudah tidur sehingga sudah tidak pernah lagi flashing kartu2 tsb. 
Flash card yang sudah dibeli mahal2, nganggur deh...sampai sekarang.

Tapi pernah suatu saat Freya saya mulai lagi untuk Flashing kartu, eh, 
semangat tuh Freya melototin FC nya tapi akhirnya ya diminta juga sih ama 
Freya..
Sampai sekarang saya ngga pernah lagi paki FC tersebut.. hiks hiks hiks
Jadi pada intinya sebenarnya yang males mempraktekannya lagi nih mamanya 
bukan anaknya, sampai pernah terpikir untuk menjual FC tersebut dari pada 
nganggur.

Saya tetap bisa membacakan buku buat Freya, ya emang bukunya direbut juga 
sih. 
Jika sedang baca buku, saya taruh buku itu di depan Freya jadi freya bisa 
melihat gambar dan juga tullisannya.

Salam, 
Mama Freya




krisetiawati puspitasari <[EMAIL PROTECTED]> 
Sent by: [email protected]
12/05/2008 13:51
Please respond to
[email protected]


To
[email protected]
cc

Subject
[Ayahbunda-Online] FOSIL FLASH CARD GLEN DOMAN









Sorry Mamut, saya nyontek judulnya. Bolehkan? Piiisss...

Sejak Yoel (16 bulan) umur 6 bulan, saya belikan flash card-nya Glen 
Doman. Maksud hati, ingin anak lebih cerdas dari ibunya. Biar bisa baca 
lebih awal.

Saya praktekkan persis plek seperti petunjuknya. Duh... Yoel semangat 
sekali lho. Waktu dibacakan, dia tertawa-tawa. Kakinya diangkat-angkat. 
Gedebag. Gedebug. Wah, saya senang banget. Cihuuuy, anakku senang nih 
diajak baca. Pasti nanti umur 3 tahun udah bisa baca.Apalagi waktu itu 
Mbak-nya Yoel memang cukup pintar. Dia bisa menangkap instruksi saya 
dengan tepat. 

Tapi mulai usia 10 bulan, Yoel mulai "gak nurut". Ada saja ulahnya. Yang 
kartunya dimintalah. Kalo gak dikasih, ia protes. Jerit-jerit. 
Atau saat diajak baca, dianya malah merangkak ke sana kemari. Gak 
memperhatikan blas.
Semangat mulai kendor. Tapi tetap dicoba lagi.

Pas usia 13 bulan, flash card mulai terbengkalai. Teronggok di sudut 
kamar. Sesekali saya bacakan. Pas tiga grup pertama masih perhatian. 
Setelah itu mulailah dia mulai bikin ulah. Sampe-sampe flash card itu 
bentuknya gak karuan. Diuwel-uwel. Digigit. Dibuang. etc.
Tiap hari tetap saya bacakan, meski gak lengkap 3 grup. Baru dua kartu, 
sudah terjadi keributan.

Sekarang kartu itu sudah gak lengkap. 

Yah, sedihlah daku. Keinginan Yoel bisa baca lebih awal pupus sudah.
Buat mom yang sukses mengajari baca dengan metode ini sharing dong. 
Soalnya Yoelku ini anak kreatif (istilah saya utk mengganti 
kata*NGEYELAN*). Dia gak mau diajarin. Selalu punya cara sendiri.

Kalau dibacakan cerita, buku direbut. Trus ia cerita dengan gayanya 
sendiri. Jadi, saya tidak seperti Bu Yusri, bisa tamat membacakan cerita. 

Oke bun, saya tunggu ceritanya ya.....

Sari
Lagi putar otak biar flash cardnya gak jadi fosil lagi

 Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it 
now.
 

<<image/gif>>


--- End Message ---
***  INTERNET E-MAIL CONFIDENTIALITY ***

This message and any attachment hereto may contain information that is
privileged, confidential or otherwise protected from disclosure. If you
are not  the intended  recipient,  please  notify the sender by return
e-mail  and  destroy this message,  along with any attachment.  You are
hereby  formally advised  that any unauthorized disclosure, copying  or
distribution of this material,  or the taking of any action in relation
to the contents is strictly prohibited. Thank you for your cooperation.

                                                        JGC INDONESIA

Kirim email ke