Nimbrung ya moms, yang pasti untuk bisa disebut Montessori, benar kata Mbak 
Debbie, harus ada sertifikasi dan serangkaian pelatihan terutama untuk guru, 
dan aku rasa kita para ibu jangan cuma ikut2an trend "Montessori", tanpa tau 
sebenarnya isi metode tersebut, karena ada sekolah yang sekedar memajang label 
Montessori tapi hanya sedikit menerapkan metode tersebut.  Sebetulnya memang 
ngga masalah sih, kan ujung2nya setiap sekolahan memiliki gaya pengajaran 
masing2, bahkan brand franchise *yang sudah terkenal pun* bisa berbeda untuk 
tiap cabangnya, biasanya tergantung owner atau principalnya. Karena tujuannya 
pun bisa jadi beda2. Maka kembali lagi ke kita para ibu, karena kita lah yang 
paling tahu kondisi anak kita, sehingga bisa dicari metode apakah yang paling 
sesuai dengan karakter si kecil. Ada moms udah ketakutan *atau terlalu 
excited*, semenjak usia sangat dini *3-6 bln* si kecil sudah diikutkan beragam 
kegiatan. Aku rasa sah2 aja, yang mgkn harus diingat adalah masa
 kecil adalah masa bermain, sehingga segala macam aktivitas belajar tetap 
diperkenalkan dengan cara yang menyenangkan.
   
  Sperti di Spore, banyak moms yang ketakutan metode Montessori yang pure 
justru akan menyulitkan si kecil kelak saat masuk Primary (SD). Sehingga 
beberapa premium preschool disini lebih banyak menerapkan metode 
"Singaporeanized Montessori", dengan kurikulum tertentu untuk mempersiapkan 
siswa agar bisa beradaptasi dengan ritme Primary yang gila2an. Kbetulan aku jg 
lagi giat cari info tentang playgroup untuk Araku (2thn), kami kbtetulan 
tinggal di Spore, jadi aku lumayan rajin baca thread Sporean mums, untuk tau 
track record beberapa Preschool/Kindergarten. Jadi geli deh, kalo preschool2 
disini mengklaim metode pengajarannya dari US atau UK, tapi di Indonesia 
beberapa preschool franchise mengklaim berasal dari Spore, haha:D Kalau untuk 
aku pribadi, aku ngga terlalu memusingkan tentang metode, usia 2-4 thn (sebelum 
Kindergarten/TK) adalah masa bersenang2, bersosialisasi, bermain, ngga usah 
yang terlalu mahal2 sampe bikin kantong kempes:D  Yang penting si kecil bisa 
enjoy
 dengan lingkungan playgroup secara keseluruhan, dengan guru dan teman2nya. Dan 
kita para ibunya bisa sekalian memantau acara belajar sambil bermain si kecil, 
jika memuaskan bisa dilanjutkan, dan jika sebaliknya sebaiknya mulai memutuskan 
untuk mencari preschool yang lain. Cheeeerss...and hepi preschool hunting:) 
Kalo di Indonesia kan bisa dicobain trial spuas-puasnya, secara disini trial 
kudu bayar "sigh", paling cuma bisa observasi dan kunjungan ke sekolah ybs 
dengan waktu yang terkadang dibatasi:( 

  Nambahin dapet dari web :D
  Questions Parents Should Ask When Choosing a Preschool  (What Young Parents 
Need to Know)  1.   What is the student/teacher ratio? 
  2.   What are the backgrounds of the teachers?
  3.   What is teacher turnover rate?
  4.   Do the teachers take part in continuing education programs?
  5.   What is the daily schedule? Remember, this age group learns best by play.
  6.   How does the program handle a child who is having a tough time 
separating from  mom or dad?
  7.   What is the discipline policy? The goal of discipline is self control - 
not  punishment, avoid a program that uses corporal punishment.
  8.    Are parents encouraged to get involved?
  9.   May I talk with other parents at the school about their experience?
  10.  Are parents welcome to observe a class in session?
  11.  How is information about the child's day shared with parents? 
   
  Salam,
   
  Lupi~Ara's mum~

       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

Kirim email ke