Hik.....hik....hik... Seperti yg saya bilang, "trial and error"... Jadi saya juga belajar dari "error" pengalaman saya.....
Begini ceritanya.....(Gak cape kan bacanya?) Wkt bagas usia 4 thn, mengalami panas. Tidak tinggi, paling hanya 37-38 saja. Sore panas, tapi siang nya biasa2 saja (panas turun). Hari ke 3, saya curiga. Trus saya bawa ke lab (DSA nya tidak menyarankan utk tes lab). Ternyata trombositnya turun sedikit. Saya mulai waspada. 24 jam kemudia (dari tes pertama), saya lakukan tes lab lagi. Hasilnya tambah turun, walau sedikit (masih diatas 100.000). Tingkat kewaspadaan saya meningkat. 24 jam kemudian, saya tes lagi. Hasilnya semakin turun mendekati 100.000. Saya langsung lapor DSA nya, dan saya bawa ke UGD Hermina, bogor. Saat itu anak saya masih mampu berjalan sendiri. Bahkan masuk RS pun dia berjalan sambil menarik tas dorongnya yg berisi mobil2an. Masuk RS trombosit di posisi diatas 100.000. Sejak masuk, dilakukan tes darah terus (saya lupa berapa kali). Keesokan harinya, trombosit semakin turun. Malam harinya (hari ke 2), bagas mengigil kedinginan. Dia shock. Peralatan ICU dimasukkan ke kamar dia. DSAnya pun menginap di RS. Ternyata trombosit mencapai 17.000. Atas saran suhu (lewat ibu saya, krn saat saya blm pernah berobat ke suhu), disuruh minum angkak. Saat itu belum ada yg tahu bahwa angkak dapat menaikkan trombosit. Alhamdulilah.....keesokannya trombosit merangkak naik. Masa kritis Bagas terlewati. Dan dia bisa pulang saat trombositnya 100.000. Menurut penelitian yg dilakukan suami saya (kebetulan suami saya "sangat akrab" dengan dunia nyamuk), saat ini pola hidup nyamuk sudah berubah. Sudah terjadi perubahan gen pada nyamuk akibat pemakaian obat anti nyamuk yg sama dalam jangka waktu yg terlalu lama. Yg menyebabkan nyamuk menjadi imun dan akhirnya ada perubahan gen. Dulu....nyamuk DB hidup di air bersih. Sekarang.....dia mampu hidup di air yg kotor. Dulu.....nyamuk DB dewasa yg membawa virus DB yg dia hisap dari penderita DB dan ditularkan pada orang lain. Sehingga....pemberantasannya cukup dengan melakukan fogging Sekarang.....sejak telur pun, sudah membawa virus DB. Akibatnya....tindakan fogging kurang efektif. Harus juga dibarengi dengan melakukan abatenisasi pada air yg tergenang. Regards, YUSRI email: [EMAIL PROTECTED] YM: yusri_smpn1 Sent from my BlackBerry� wireless device -----Original Message----- From: "Estiningtyas W" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Tue, 17 Jun 2008 11:23:23 To: <[email protected]> Subject: RE: [Ayahbunda-Online] DB & Tanda-tandanya Bu Yusri, Duh yg punya pengalaman banyak juga bisa mendapat cobaan seperti itu. Bu bisa sharing & cerita bagaimana tanda2 DB & apa yg terjadi sama bagas waktu itu. Maaf kalo bikin jempol bu yusri pegel.hehehehe _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of - Yusri - Sent: Tuesday, June 17, 2008 11:14 AM To: [email protected] Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Surat untuk Libby... (mengharukan) Sekedar sharing,..... Klu saya mendapat cerita seperti ini, tak putus2nya saya mengucap syukur pada Allah swt. Karena peristiwa seperti ini hampir saja aku alami. Enam tahun yg lalu saya juga hampir kehilangan anak pertama saya (Bagas) akibat demam berdarah. Trombositnya sudah mencapai 17.000. Dia sudah mengalami shock. Malam itu adalah malam takbir. Alhamdulilah......saya masih diberi kesempatan oleh Allah swt utk menjaga, membesarkan, merawat dan mendidik Bagas. Regards, YUSRI email: [EMAIL PROTECTED] YM: yusri_smpn1 Sent from my BlackBerry wireless device
