Terima kasih buat pendapatnya. Saya sempat ragu apa memang semua dokter akan 
berlaku seperti ini ketika sedang praktek dan ada keluarganya yang datang. Kok 
sepertinya tidak fair ya?

Padahal dokter yang saya kunjungi ini termasuk dokter terkenal, ahli dan bagus 
sekali dalam akhlaknya. Kok justru begini? Jadi males deh buat kesana lagi. 
Gimana kalau kehamilan kita berbarengan sama mantunya itu ya? Bisa BT tiap kali 
ngantri.

Mudah2an tidak akan ada lagi yang mengalami seperti ini. Amin.

  ----- Original Message ----- 
  From: - Yusri - 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, August 27, 2008 2:15 PM
  Subject: Re: [Ayahbunda-Online] curhat ttg dokter



  Hai mom.....
  Pasien juga statusnya adalah konsumen. Sebagai konsumen, kita berhak utk 
mendapat perlakuan yg baik dan informasi yg lengkap dari dokter.
  Klu saya membaca pengalaman mom yg tidak menyenangkan itu, protes langsung 
pada dokternya pun mom berhak.
  Artinya......anak dan mantu dokter itu sudah tidak berlaku pantas terhadap 
konsumen lain. Apalagi sebenarnya dia bisa kapan saja bertemu dengan ayahnya.
  Terlihat sekali bahwa si anak tidak memiliki tata krama (atau mungkin tidak 
diajarkan oleh ortunya ?).
  Keluarga saya klu ingin di treatment oleh saya atau kakak saya, pasti 
menunggu sampai pasien habis semua.

  Semoga pengalaman buruk ini tidak mom alami lagi.



  Regards,
  YUSRI
  email: [EMAIL PROTECTED]
  YM: yusri_smpn1

  Sent from my BlackBerry? wireless device



------------------------------------------------------------------------------
  From: "Ida" <[EMAIL PROTECTED]>
  Date: Wed, 27 Aug 2008 10:57:41 -0800
  To: <[email protected]>
  Subject: [Ayahbunda-Online] curhat ttg dokter



  Dear All,

  Saya mau curhat nih ke ibu2 yg lain dan mau minta pendapatnya. Semalam saya 
mau periksa ke dokter kandungan saya di RS A*** di Duren Tiga karena saya baru 
melahirkan 3bulan. Kontrol rutin aja. Saya pilih jadwal praktek dokter tersebut 
yang malam hari ( mulai jam 7 malam ) karena kalau malam hari pasien dibatasi 
hanya 7 org. Dokter ini memang ahli sekali dan super ngantri deh.

  Jam 19:15 saya ditelphone sama RS tersebut, mereka memberitahukan saya jadi 
atau tidak periksa kesana, saya jawab jadi. Iya Bu, harap segera karena pasien 
tinggal 2 orang lagi. Saya dan suami pun langsung buru2 menuju kesana. Ternyata 
sampai disana masih ada 5 pasien lagi. Ya sudah saya tunggu deh dgn sabar 
sambil sesekali nelphone rumah karena anak saya yang pertama sedang tidak enak 
badan dan rada rewel. Jam 8 an ada pasien yg tidak terjadwal periksa ke dokter 
tersebut. Tapi OK lha karena pasien tersebut mau caesar malam itu juga, kesian 
kan kalo gitu. Masih sabar. Jam 9 an masih ada 2 pasien lagi sebelum saya. 
Nunggu dengan perut lapar dan pikiran ke rumah karena anak lagi sakit. Pas 
pasien terakhir yg sebelum saya masuk, saya sudah rada lega nih, alhamdulillah 
abis gini giliran saya. Dan memang kebetulan saya pasien terakhir. Pas lagi 
nunggu, ada pasien baru, pasangan masih muda deh, datang buat daftar. Suaminya 
ngelongok longok ke ruangan periksa ( kebetulan ada jendela kecilnya ), saya 
sempet ngebatin, kok kayak kurang sopan ya pake ngintip-ngintip gitu, tapi ya 
terserah deh. Pas pasien yg didalam keluar, si suami tersebut langsung masuk 
aja sama istrinya tanpa menunggu suster memanggil. Saya dan suami kaget dong. 
Saya masih berpikir, mungkin cuma mau nanya apa gitu sebentar. Lima menit 
berlalu, tidak keluar2 juga. Saya nanya ke suster, memang orang itu antriannya 
di depan saya atau gimana. Susternya minta maaf dan bilang bukan Bu, saya juga 
kaget kok dia langsung masuk aja. Saya pikir cuma mau say hi aja. Maaf ya Bu, 
ibu jadi nunggu lagi. Lho, memang dia siapa kok bisa gitu Sus? Dia anak dan 
mantunya Dokter tersebut yang kebetulan mantunya lagi hamil. Suami saya yang 
dari tadi sudah kesel jadi tambah kesel begitu tahu itu anaknya dokter. Masa' 
pasien tinggal 1 orang aja dan dia tidak dalam keadaan emergency,kok cuek 
banget langsung masuk tanpa ngerasa tidak enak atau gimana? Suamiku langsung 
mutusin udah deh kita pulang aja, bawaannya jadi BT. Apalagi di rumah anak kami 
sedang kurang enak badan, jadi lebih baik balik aja deh.

  Yang saya mau tanya ke ibu2 yg lain adalah berhak gak sih kita merasa kesel 
dan marah??? Kok orangnya santai aja masuk tanpa liat ada pasien lagi atau 
tidak? Atau memang itu hukum yg tidak tertulis bahwa anak dokter bisa masuk 
kapan aja tanpa mempedulikan pasien lain yang sudah menunggu selama 2 jam 
lebih? Atau kita aja yg terlalu menganggap ini sesuatu yg 'big deal' ?

  Maaf ya kalo curhatnya kepanjangan. Saya bener2 gak mudeng sama kelakuan anak 
dokter tersebut.

  Saya tunggu komentar2nya

  Makasih sebelumnya

  -Ida-


   


------------------------------------------------------------------------------



  Internal Virus Database is out of date.
  Checked by AVG. 
  Version: 8.0.100 / Virus Database: 269.23.2/1477 - Release Date: 6/1/2008 
5:28 PM

Kirim email ke