Mbak Kennia, Aku tuh sebenarnya gak enak kalau protes lagi di RS tersebut karena sudah sering protes. Waktu aku melahirkan, gak dapat buku bayi alasannya belum dicetak. Aku protes dan dijanjikan, sesudah 3 bulan baru dapat. Terus pernah juga protes masalah antrian juga, waktu aku hamil. Aku wkt itu ditelp sama resepsionisnya disuruh cepet2 datang eh sampai disana, sesudah 2 pasien, dokternya melakukan bedah caesar ( yg sdh ada schedulenya). Mbok dikasih tau waktu nelpon jadi org gak buru2.
Kenapa ya aku jadi sungkan tuh sering protes begini, kesannya cerewet banget si pasien ini. Makanya kasus yg ini saya ceritakan di milis biar aku tuh tau sebenernya untuk merasa kesel itu wajar gak sehhh??? :) Dengan membaca tanggapan2 ini saya memang aku menjadi lebih tenang karena memang ternyata itu ngeselin ya...hehehe... ----- Original Message ----- From: Kennia To: [email protected] Sent: Wednesday, August 27, 2008 6:37 PM Subject: Re: [Ayahbunda-Online] curhat ttg dokter Dear Mba Ida... Wah, pasti kesal sekali ya rasanya. Mungkin saya juga akan merasakan hal yang sama seperti mba. Saya sendiri , walau sebagai teman sejawat, kalo berobat ke dokter, saya juga mengantre. Saya setuju mba. Menurut saya, kita sebagai pasien berhak sekali kok protes. Karena kita bayar disitu. jadi semua pasien berhak mendapat perlakuan sama. Ada baiknya mba salurkan uneg2 mba ini melalui lembar saran dan evaluasi, atau langsung pada dokter bersangkutan atau perawat / petugas disitu. Jadi biar kasus mba menjadi yang terakhir. kalau saya mendapat kesan dari hal ini adalah, bahwa ternyata budaya antre dan saling menghargai kok udah hilang ya di masyarakat. Bukan hanya di ruang tunggu rumah sakit, tapi juga hal2 lain. Sedih juga. Semoga dengan curhat, hati mba lebih relaks ya.. cheers, kennia ------------------------------------------------------------------------------ Internal Virus Database is out of date. Checked by AVG. Version: 8.0.100 / Virus Database: 269.23.2/1477 - Release Date: 6/1/2008 5:28 PM
