Hai bunda Bia, Pengalaman km sama kyk yang aku alami sekarang. Suami ku anak tunggal, untungnya bukan tipe anak mami. Cuma yang bikin kesel, mantan pacar suamiku masih keep in touch dengan ibu mertua, secara terus menerus aku dibanding2kan. Ah...capek deh pokoknya. Sama seperti mba, apapun yang saya lakukan selalu salah dimatanya. Aku pernah keggran, itu pun karena sikap ibu mertuaku, stress berat, udh capek fisik, mental jg. Untungnya Tuhan masih ngijinin aku py anak, sekarang aku sudah py anak. Sikap ibu mertua ku, wkt aku lahiran minta ampun deh. Belum jg usia anakku 40 hari, dia sudah fitnah aku macam2 di depan suami, sampai aku dan suami ribut besar. Aku terus berdoa, minta Tuhan kuatkan aku. Aku kena baby blues lagi, 2 bln. Wah, ribet deh. Untungnya sekarang dia sudah agak mendingan, sejak anakku mulai bisa ajak bercanda. Jadi boleh dibilang, anakku itu malaikat ku. Kalau boleh aku saran sih mba, ini sih menurut pengalaman temen2ku. Kalau suami mba pulang kantor, coba jangan langsung masuk kamar, duduk dl n ngobrol dengan ibunya, mba jg gitu. Secara kita setor muka dl deh, walaupun di kantor penat nya minta ampun, coba tarik napas, trs setor muka. Kalau ada makanan apa yang dia suka, mgk mba bisa belikan. Coba ambil hatinya seperti itu aja. Aku juga sekarang ini coba begitu, ini ajaran temenku. Yah, siapa tau bisa berhasil. Dan jalan lain adalah mba pindah, minta suami untuk pisah rumah, cari deket2 rmh ibu mertua, biasanya klo jauh dicari, klo dekat bisa jadi musuh. Mdh2an sharingku membantu yah, tabah n sabar deh mba. regards, felicia
--- Pada Kam, 9/10/08, Ferri Damayanti Artika Wijaya <[EMAIL PROTECTED]> menulis: Dari: Ferri Damayanti Artika Wijaya <[EMAIL PROTECTED]> Topik: [Ayahbunda-Online] gimana menghadapi ibu mertua? Kepada: "ayah bunda" <[email protected]> Tanggal: Kamis, 9 Oktober, 2008, 10:59 AM sebenarnya sudah banyak permasalahan seperti ini dibahas dalam forum ini, tapi nggak ada salahnya saya mencoba untuk share dengan bunda semua. selama 2.5 taun perkawinan saya, selalu rapor merah yang saya terima dari ibu mertua. posisi suami saya adalah pertama di keluarga dengan 2 orang adek, satu sudah bekerja dan satunya lagi sedang skripsi. sementara bapak mertua sudah hampir 5 taun yang lalu meninggal. semula saya menganggap semua ini karna posisi suami saya yang selama ini menjadi kepala keluarga mengganti alm. bapak, kini harus berbagi dengan keluarga barunya (saya sebagai istri). mungkin rasa jelous karna ibu mertua merasa bahwa saya merebut suami dari keluarga besarnya. semua yang saya lakukan salah. sampai ke hal2 pribadi seperti keuangan kami pun beliau ikut ngurusin. yang ada di pikiran beliau bahwa saya menghabiskan uang anaknya. apalagi kemaren saya sempat menganggur 2 bulan, saya harus keluar dari kantor lama karna mengikuti suami. tapi sekarang saya sudah bekerja lagi. sedih rasanya.. semua kebaikan yang saya lakukan nggak ada nilai baiknya sama sekali di mata beliau. yang ada hanya keburukan, kejelekan, dan makin hari raport yang saya terima semakin merah warnanya. yang membuat tambah sedih ibu mertua ikut menjelek2an keluarga besar saya. kasian orang tua saya. mereka tidak tau apa2. saya teringat kisah ling-ling. saya selalu semangati diri saya, sosok ling-ling saat ini benar2 jadi idola saya, saya mengharapkan ending yang indah seperti itu. sekarang saya cuma memsrahkan semuanya pada Allah SWT. saya benar2 berusaha ikhlas dengan semua ini. karna saya yakin bahwa Allah SWT itu bisa membalikkan segala sesuatunya dengan mudah. maap bunda, ceritanya panjang betul. saya butuh support dan sharenya. semoga bisa membantu saya yang sedang sedih saat ini. bunda bia, Nama baru untuk Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. Cepat sebelum diambil orang lain! ___________________________________________________________________________ Nama baru untuk Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. Cepat sebelum diambil orang lain! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
