Jadi pengen nimbrung, nih..... Soalnya rame banget "fenomena menantu perempuan dan mertua perempuan"..... He.....he....he.... Sebenarnya bukan status "mertua"nya, ya... Tapi karena adanya perbedaan latar belakang pendidikan, latar belakang kehidupan dan kebiasaan antara si menantu dan mertua. Dan perasaan dihati yg masih menganggap ibu dari suami kita adalah hanya sebagai "mertua".........
Sebenarnya......mungkin sifat "buruk" yg ada didiri mertua kita, juga ada di diri ibu kandung kita. Tp krn status beliau adalah ibu kandung, maka kita akan banyak memaklumi kekurangan nya itu. Misalnya saja dlm diri keluarga saya. Alhamdulilah....sampai sekarang saya tidak pernah mengalami masalah yg serius dengan mertua saya. Apalagi sampai mempengaruhi hubungan antara menantu dan mertua. Tapi sebaliknya, saya justru saya dan kakak2 saya menemukan banyak masalah dengan ibu kandung saya. Kakak2 ipar saya juga merasakan hal yg sama. Tapi Alhamdulilah.....kakak2 ipar saya banyak memaklumi "kelemahan" ibu kandung saya. Nah.......menantu2 beliau saja memakluminya, mengingat beliau sudah sepuh (77thn)......apalagi kami....anak2nya harus lebih memakluminya. Kadang2 masalah yg timbul antara anak dan ibu kandung, sama seperti masalah2 yg timbul antara menantu dan mertua. Sampai2 kami, aku dan kakak2ku berfikir......"kok kita ini statusnya seperti menantu, ya...?" Tapi kami sangat memakluminya dan tetap menghormati beliau sebagai orang yg sangat berjasa atas kehidupan kami. Dan beliau adalah orang yg telah melahirkan, merawat dan mendidik kami serta selalu memaklumi segala kekurangan kami.......sehingga sudah saatnya kami merubah posisi kami......dimana saat ini kami harus sangat....sangat....memaklumi kekurangan beliau sebagai orang tua. Bukan maksud saya utk menjelek2an ibu kandung. Tapi saya hanya ingin sharing, bahwa....bukan status "mertua" atau "ibu kandung" yg menyebabkan suatu maslaah tapi lebih karena faktor usia beliau2 yg sudah sepuh dan sifatnya yg kembali seperti anak kecil. Bukankah.....mertua kita juga adalah ibu kandung suami kita....? Dan yg pasti suami kita sangat ingin istrinya memaklumi kekurangan ibu kandungnya.... Seperti halnya juga, kita ingin suami kita memaklumi segala kekurangan ibu kandung kita. Regards, YUSRI email: [EMAIL PROTECTED] YM: yusri_smpn1 Sent from my BlackBerry® wireless device -----Original Message----- From: "Arie" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Tue, 14 Oct 2008 13:28:30 To: <[email protected]> Subject: Re: [Ayahbunda-Online] gimana menghadapi ibu mertua? Iya ya, kalo denger cerita dari teman-teman juga begitu. Kenapa ya ibu mertua rata- rata b2gitu. Apakah memang kalo sudah tua seperti itu sih...jadi ndak enak semua suasana di rumah tau...:( Kalo ayah mertua cenderung tidak ada masalah. ----- Original Message ----- From: Felicia Widjaya To: [email protected] Sent: Monday, October 13, 2008 12:32 PM Subject: Re: [Ayahbunda-Online] gimana menghadapi ibu mertua? Kayaknya klo masalah mertua memang gk pernah ada habisnya yah...dari jaman kuda gigit besi ampe sekarang pake mesin, itu cerita mertua - menantu gk pernah ada habisnya. Aku jadi balik pikir, aku sekarang punya anak, anakku co, nanti klo dia sdh berumah tangga, apakah aku akan seperti ibu mertuaku? Kadang para ibu mertua gk nyadar apa yah, klo mereka jg kan pernah jadi menantu, tp kenapa yah, kayaknya ibu2 mertua kita seperti membalaskan perlakuan ibu2 mertua mereka yang pernah mereka rasakan tidak adil ke kita, contohnya ibu mertua aq. Ibu mertua nya dulu berlaku keras, berhub keluarga dari pihak ayah mertuaku bukan orang ada, jadinya mereka terbiasa hidup keras, sedangkan ibu mertuaku dari keluarga orang ada, jadinya ibu mertua ku terbiasa dimanja dan dituruti semua keinginannya, ditambah lagi dia ini anak bungsu, wah...dimanja minta ampun deh, ampe tua gini, kakak2 dari ibu mertuaku masih memanjakannya, minta ampun lah. Betul sih kata mba Merry, yang penting kita sabar, n sebisa mungkin kita mengalah...dalam artian secara kita bukan kalah, tapi mengalah untuk menang. Sampai detik ini aja, ibu mertuaku selalu mencara alasan untuk mencari2 kesalahanku, yah kurang lebih sama lah, selalu dapet raport merah. Tapi, aku berusaha untuk menghindari konflik, berhubung ingat masih tinggal satu atap, klo sampai terjadi konflik, wah...gk kebayang deh suasana rumah akan seperti apa. Apalagi ibu mertuaku bukan orang yang pemaaf, bisa di masukan ke dalam katagori pendendam. Memori nya kuat, jadi kesalahan apapun akan disimpan sama dia, dan itu akan dijadikan bumerang buat dia ke aku. Yang penting memang SABAR, kan ada pepatah bilang " Orang SABAR di kasihi TUHAN". Mudah2an klo kita bersabar, TUHAN pun bisa lihat perbuatan kita, DIA tidak akan diam lihat ANAKNYA diperlakukan tidak adil selalu. Yang sabar dan tabah ya mba. regards, felicia-mama Nico 6m2w --- Pada Jum, 10/10/08, .:merry:. <[EMAIL PROTECTED]> menulis: Dari: .:merry:. <[EMAIL PROTECTED]> Topik: Re: [Ayahbunda-Online] gimana menghadapi ibu mertua? Kepada: [email protected] Tanggal: Jumat, 10 Oktober, 2008, 9:56 AM Dear mba Ferry, Salam kenal ya mba, Setiap RT pasti ada masalahnya masing2, entah masalah dg anak, keuangan, kesehatan, dg suami...bahkan seperti yg mba hadapi memp.masalah dg mertua! Kalo aq boleh ksh saran ya mba, jgn pernah jenuh2 u/ berbuat kebaikan..yakinlah mba akan hukum tabur-tuai. Apa yg kita tabur, itu yg akan kita tuai di kemudian hari. Jika mba rajin menabur kebaikan pd mertua yakinlah suatu hari nanti mba pasti akan menuai hasil dr kebaikan yg mba tabur! Yang penting mba mau sabaaarrr aja menghadapi mertua mba yg slalu membri angka merah! Emank mba kalo capek batin itu ga enak, tapi 1 tips dr aq jgn pernah mengasihani diri sendiri, krn dg kita mengasihani diri sendiri sebenarx kita sdh kalah dari masalah yg kita hadapi, krn kita akan selalu mengeluh akan nasib kita, knp ya Tuhan membri aq cobaan kayak gini! Mba harus bisa fight, pasti Tuhan tdk akan membri kita cobaan yg lebih dr kemampuan kita koq, bahkan d luar sana mba msh banyak org yg punya masalah lbh berat dr yg mba hadapi! Bersyukur aja mba atas masalah yg Tuhan ijinkan t'jadi pd diri mba, itu tandanya Tuhan sayang pd mba, Tuhan mau liat mba bisa naek kelas Tuhan mau mba bisa lbh dekat padaNya! Memang tdk gampang mengucap syukur d saat kita lg hadapi masalah, tapi bukankah dg masalah kita jd dekat padaNya? Dg catatan setiap mba merasa sakit hati dg perlakuan mertua mba, jgn pernah lari pd org lain tapi datanglah kepadaNya u/ berdoa, curahkanlah apa yg jd masalah mba, yakin dee mba Tuhan itu tdk buta tdk tuli! Dia tau koq kalo kita sdg susah, cuman ada wktx Tuhan akan memulihkan keadaan kita, wktx kapan...tdk ada yg tau hanya Tuhan aja yg tau! So.....jgn jenuh2 yah berbuat kebaikan banyaak SABAR!! Trima aja dg iklas! Mba tdk sendiri koq menghadapi msalah! Aq jg dah kenyang mba dg masalah, tapi setiap aq menghadapi jln buntu di situ aq bisa merasakan jamahan Tuhan, ada2 aja mujizat yg Tuhan brikan! Oke mba, yg tegar yah jgn kalah dr masalah, tapi keluarlah sebagai pemenang atas masalah yg mba hadapi! Sorry mba kalo kepanjangan hehehe Love, Merry Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT ---------------------------------------------------------------------- From: Ferri Damayanti Artika Wijaya <[EMAIL PROTECTED] co.id> Date: Thu, 9 Oct 2008 10:59:44 +0700 (ICT) To: ayah bunda<ayahbunda-online@ yahoogroups. com> Subject: [Ayahbunda-Online] gimana menghadapi ibu mertua? sebenarnya sudah banyak permasalahan seperti ini dibahas dalam forum ini, tapi nggak ada salahnya saya mencoba untuk share dengan bunda semua. selama 2.5 taun perkawinan saya, selalu rapor merah yang saya terima dari ibu mertua. posisi suami saya adalah pertama di keluarga dengan 2 orang adek, satu sudah bekerja dan satunya lagi sedang skripsi. sementara bapak mertua sudah hampir 5 taun yang lalu meninggal. semula saya menganggap semua ini karna posisi suami saya yang selama ini menjadi kepala keluarga mengganti alm. bapak, kini harus berbagi dengan keluarga barunya (saya sebagai istri). mungkin rasa jelous karna ibu mertua merasa bahwa saya merebut suami dari keluarga besarnya. semua yang saya lakukan salah. sampai ke hal2 pribadi seperti keuangan kami pun beliau ikut ngurusin. yang ada di pikiran beliau bahwa saya menghabiskan uang anaknya. apalagi kemaren saya sempat menganggur 2 bulan, saya harus keluar dari kantor lama karna mengikuti suami. tapi sekarang saya sudah bekerja lagi. sedih rasanya.. semua kebaikan yang saya lakukan nggak ada nilai baiknya sama sekali di mata beliau. yang ada hanya keburukan, kejelekan, dan makin hari raport yang saya terima semakin merah warnanya. yang membuat tambah sedih ibu mertua ikut menjelek2an keluarga besar saya. kasian orang tua saya. mereka tidak tau apa2. saya teringat kisah ling-ling. saya selalu semangati diri saya, sosok ling-ling saat ini benar2 jadi idola saya, saya mengharapkan ending yang indah seperti itu. sekarang saya cuma memsrahkan semuanya pada Allah SWT. saya benar2 berusaha ikhlas dengan semua ini. karna saya yakin bahwa Allah SWT itu bisa membalikkan segala sesuatunya dengan mudah. maap bunda, ceritanya panjang betul. saya butuh support dan sharenya. semoga bisa membantu saya yang sedang sedih saat ini. bunda bia, ---------------------------------------------------------------------- Nama baru untuk Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. Cepat sebelum diambil orang lain! ------------------------------------------------------------------------------ Dapatkan alamat Email baru Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
