Dulu saya juga pernah 'crash' dg ibu mertua, karena beliau dominan di keluarga besar. Sebagai wanita yang biasa mandiri (biasa kerja, biasa pergi ke mana-mana sendiri), rasanya berat juga bertemu dengan figur dominan.
Seiring waktu, saya selalu mencoba memahami apa yang beliau inginkan. Setelah 7 tahun menikah, saya tahu bahwa yang beliau inginkan adalah figur istri yang rajin bebersih dan merawat rumah, tidak melupakan tanggung jawab sebagai istri untuk mengurusi anak dan suami. Kemarin saya sempat agak lama di surabaya, tiba di kediri (rumah mertua) hari Kamis pk 00.30 dini hari, jadi sudah masuk hari lebaran kedua. Terus terang keluarga besar suami kecewa karena keterlambatan kami tiba. Tetapi tiba di rumah mertua, saya lihat rumahnya berantakan, tidak terawat. Saya langsung saja turun tangan mencuci baju tanpa mesin cuci (sehari itu sampai 2 shift!! Pagi beres naik jemuran, siang kering ganti cucian berikutnya... ampun sampai remuk badan ini .. :) Langit-langit rumah banyak sarang laba-laba, oke deehhh.. bersihin juga, belum lagi kawat kasa di atas dapur.. vacuum..... sedot habis. vacuum super kotor sampai ga bisa nyedot, karena isinya terlalu penuh. suami turun tangan ikut membersihkan vacuum kemudian saya yang bersih2 rumah. Tamu...??? Wah ratusan dalam sehari, saya yang hilir mudik menyiapkan minum untuk tamu, toples-toples kosong diisi kue-kue yang baru, dst ... Sehingga saat hari jumat kami keliling seharian ke rumah saudara, ibu mertua ngomel-ngomel nyariin kok ga pulang-pulang.. hehehe... karena asistennya (baca: saya :P ) ga ada. Padahal waktu hari kamis, adik ipar dan istrinya pergi seharian ga dicariin. Dan hari jumat adik ipar dan istrinya di rumah seharian .. tetapi tetap saja yang dicari kami. Jadi alhamdulillah, saat keluarga besar suami saya agak ngambek pada saya gara-gara kami tiba di kediri terlambat, saya didiamkan mereka, justru ibu mertua yang menyapa saya dengan ramah. hehehe... padahal awalnya saya justru mengira beliau yang akan sangat kecewa, tapi kok ternyata malah terbalik. Intinya, kita harus pintar mengambil hati mereka. Coba pahami bagaimana figur menantu yang ideal di mata mereka. Dari evaluasi saya, beliau tidak terlalu menginginkan oleh-oleh yang mahal, tapi yang beliau inginkan adalah empati saya. Saya yang cerewet harus bisa belajar mendengar (beliau yang bertutur, saya menanggapi seperlunya -- pokoknya mulut saya harus bisa direm), beliau senang dipijat kakinya (dengan minyak tawon), dan beliau senang kalau saya mau merawat rumahnya (dengan hasil keringat sendiri, bukan dengan menyuruh asisten yang lain), beliau juga senang jika sesekali saya memasak yang spesial buat beliau (misal gurami goreng yang cukup besar - sekitar 1/2 kg). Alhamdulillah konflik-konflik di awal pernikahan, sudah melebur seiring waktu. Padahal kalau ingat-ingat masa lalu, pedih sekali deh hati ini. Karena suatu konflik masalah anak, beliau pernah mogok di rumah saya, selama 2 hari tidur di lantai tidak mau diberi alas, tidak mau bicara sepatah kata apapun pada saya, kemudian beliau pulang ke rumah beliau begitu saja tanpa bicara dan sampai 3 bulan berikutnya beliau tetap tidak mau menyapa saya sedikitpun .. Bertemu juga kaku sekali, harus bawa semua keluarga besar, beliau tidak mau hanya ada beliau dan saya. Sampai tahun kemarin masih berbekas, tapi alhamdulillah setelah saya tahu 'kuncinya', tahun ini boleh dibilang saya sukses merebut hati beliau. Amiin... Salam ----- Original Message ----- From: Lisma Luthfi To: [email protected] Sent: Thursday, October 09, 2008 3:43 AM Subject: Re: [Ayahbunda-Online] gimana menghadapi ibu mertua? yg sabar aja mba.. kan "sabar berbuah bahagia".. memang agak berat, tp itulah jalan satu2nya.. dihadapi dengan sabar... saranku, komunikasikan dengan suami .. mungkin agak berat suami menerima nya, tp di sampaikan dengan bijaksana apa2 yg menurut mba menjadi beban/ganjalan dlm hati. kalau suami tau kan, mba malah dapet support yg akhirnya jd mengurangi beban / ganjalan dlm hati mba... maaf kalau kurang membantu.. Lisma ~sejak dulu memang problematika mertua vs menantu.. gak hilang2~ Save a tree So,please don't print this e-mail unless you really need to --- On Wed, 10/8/08, Ferri Damayanti Artika Wijaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Ferri Damayanti Artika Wijaya <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [Ayahbunda-Online] gimana menghadapi ibu mertua? To: "ayah bunda" <[email protected]> Date: Wednesday, October 8, 2008, 11:59 PM sebenarnya sudah banyak permasalahan seperti ini dibahas dalam forum ini, tapi nggak ada salahnya saya mencoba untuk share dengan bunda semua. selama 2.5 taun perkawinan saya, selalu rapor merah yang saya terima dari ibu mertua. posisi suami saya adalah pertama di keluarga dengan 2 orang adek, satu sudah bekerja dan satunya lagi sedang skripsi. sementara bapak mertua sudah hampir 5 taun yang lalu meninggal. semula saya menganggap semua ini karna posisi suami saya yang selama ini menjadi kepala keluarga mengganti alm. bapak, kini harus berbagi dengan keluarga barunya (saya sebagai istri). mungkin rasa jelous karna ibu mertua merasa bahwa saya merebut suami dari keluarga besarnya. semua yang saya lakukan salah. sampai ke hal2 pribadi seperti keuangan kami pun beliau ikut ngurusin. yang ada di pikiran beliau bahwa saya menghabiskan uang anaknya. apalagi kemaren saya sempat menganggur 2 bulan, saya harus keluar dari kantor lama karna mengikuti suami. tapi sekarang saya sudah bekerja lagi. sedih rasanya.. semua kebaikan yang saya lakukan nggak ada nilai baiknya sama sekali di mata beliau. yang ada hanya keburukan, kejelekan, dan makin hari raport yang saya terima semakin merah warnanya. yang membuat tambah sedih ibu mertua ikut menjelek2an keluarga besar saya. kasian orang tua saya. mereka tidak tau apa2. saya teringat kisah ling-ling. saya selalu semangati diri saya, sosok ling-ling saat ini benar2 jadi idola saya, saya mengharapkan ending yang indah seperti itu. sekarang saya cuma memsrahkan semuanya pada Allah SWT. saya benar2 berusaha ikhlas dengan semua ini. karna saya yakin bahwa Allah SWT itu bisa membalikkan segala sesuatunya dengan mudah. maap bunda, ceritanya panjang betul. saya butuh support dan sharenya. semoga bisa membantu saya yang sedang sedih saat ini. bunda bia, Nama baru untuk Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. Cepat sebelum diambil orang lain!
