Dear Bunda ,

Saya sangat setuju dengan ibu asti . Yah jangan maulah nebus obat di apotik yg 
bukan langganan kita . Pro dan kontra mmg ada lah pastinya sampai2 kita para 
ummi , bunda , ibu bingung untuk memberikan yg terbaik kpd anak2nya . Balikan 
ke zaman doloe 25 tahun yg lalu kita jd anak2 . Dmana penyakit belum menggila 
seperti sekrang obat nya sih masih simple dan belum banyak pro dan kontra .  
coba sekarang milih merek odol , shampo dan  pampers sampai pada curhat ... 
Gmana zaman doloe ya boro boro ngak ada pampers ... Pkai kertas atau kain . 
Yang pasti utk pro dan kontra puyer saya sebagai seorang ummi dilihat dari 
situasi nya . 
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: [email protected]

Date: Fri, 20 Feb 2009 08:35:03 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] polemik puyer


Ikutan nimbrung ya bunda..

Mengutip dari mba esti,
Kalau kita datang ke dokter maka kita harus berbaik sangka bahwa dokter akan 
memberikan yg terbaik untuk kita.
Artinya kalo kita berobat ke dokter,unsur kepercayaan itu sangat penting.aku 
setuju banget!

Dulu dosen saya pernah bilang,sebetulnya faktor kesembuhan pasien,60% itu 
sugesti bahwa dokter yg merawat kita itu udah yg paling the best untuk ngobatin 
kita,40% baru obat2an.

Bunda2 pernah donk ngerasain,saking kita percayanya sama dokter langganan 
kita,kalo kita sakit,trus dateng ke dokter,baru masuk ke ruangan dokter trus 
disambut dgn ramah dan senyum saja,rasanya penyakit yg dirasa lgs hilang 
(istilah hiperbolanya)hehehe 

Secara gak sadar pada saat kita ngerasa cair dgn sikap dokter yg bersahabat 
otomatis sdh ada faktor kepercayaan bahwa dokter ini bisa menyembuhkan kita 
atau anak kita,dan pada saat dikasih resep obat dan kita percaya bahwa obat itu 
baik untuk kita atau anak kita, 
insyaAllah mau bentuknya tablet,sirup bahkan puyer sekali pun,pasti sembuh..

karna rasa sakit itu sebetulnya  adanya dari pikiran kita.dan penyembuhannya 
pun ada dalam pikiran kita juga.kalo kita sebagai ortu percaya anak kita pasti 
sembuh dgn obat yg diberikan,energy positif itu otomatis tersalurkan kepada 
anak kita juga loh..

Nah,terlepas masalah obat2an yg dikasih dokter ternyata menurut pengetahuan 
kita ada yg kurang 'sreg',tanyakan saja,kalo penjelasannya rasional..dan kita 
merasa yakin,bismillah..pasti yg terbaik..tapi kalo dokternya kok ya kyknya 
ditanya malah ogah2an,silakan cari pendapat dari dokter lain..

dokter kan kita bayar bukan sekedar ngasih obat aja,tapi wajib memberikan info 
yg jelas kalo kita tanya,bahkan kalau kita tdk tanya pun seharusnya dokter yg 
baik akan memberikan info yg diperlukan pada kita (bahasa kedokterannya 
informed concern)

Begitu banyak dokter yang ada disekitar kita,harusnya semua pasti ngikutin 
aturan main yang ada.tapi kembali lg bahwa dokter juga manusia biasa dgn 
karakter dan kepintarannya msg2,apalagi dengan kemajuan iptek sekarang ini,gak 
semua dokter senang meng-update ilmu.
jadi kalo menurut para bunda kok ya gimanaaa..gitu dokternya,gak sreg dihati! 
Disarankan carilah pendapat dari beberapa dokter lain,sampai ngerasa mana yg 
paling cocok.(Majalah ayahbunda juga udah ngasih tips kan gimana mencari DSA yg 
tepat)

Oiya..kalo dapet resep puyer jgn takut, cari aja apotik langganan yang ikut 
standart seharusnya biar sreg dihati juga..ditambah lg bekal ilmu dan informasi 
yg kita dpat dari buku,pengalaman dan sharing ayahbunda spt dimilis ini bisa jd 
modal kita untuk kebaikan si kecil..begitchu..

Jadi para ayahbunda yang pro atau kontra dengan puyer,mari kita meyakininya dgn 
cara yg arif dengan sikap yang kondusif siapa tau pengalamannya bisa jd 
referensi cari dsa yg terbaik.

yang netral..ayo bantu menenangkan  para ayahbunda yg msh gundah gulana dgn 
polemik puyer ini.biar hati tentrem,adem,ayem :) 

Mohon maaf kalo ada kata2 yg salah dan kurang berkenan ya..
Maaf juga kalo kepanjangan..keasikan sharingnya hehehe

Love and peace
Astiti
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "Estiningtyas W" <[email protected]>

Date: Fri, 20 Feb 2009 08:37:02 
To: <[email protected]>
Subject: RE: [Ayahbunda-Online] polemik puyer


Yup dokter Kennia...

Agree.

Hmmm.namanya juga ilmu pengetahuan pasti terus berkembang & berkembang.
Semakin banyak yang melakukan research semakin banyak hal2 baru yang bisa
merubah sesuatu. Seperti teori Darwin kan yang saat ini juga banyak di
perdebatkan & di tentang...

 

Kalo saya sebagai seorang ibu yang sangat sangat menyayangi anaknya tentunya
ingin memberikan yang terbaik untuk anak tercinta...selama ini siy saya
memang sering mendengar perdebatan mengenai antibiotic & puyer .tentunya
kita sendiri harus bijak.kita datang berobat ke dokter tentunya harus
berbaik sangka & yakin dengan hati nurani kita bahwa dokter juga memberikan
terbaik buat anak2 kita..

 

Saya sendiri tidak anti puyer ato antibiotic tapi lebih bersifat rasional
menggunakan antibiotic atau puyer. Itu sebabnya pula dulu sempet hunting
sana sini nyari DSA yang cocok buat anak saya & tentunya dengan saya...

 

Bagi saya jika memang harus di kasih antibiotic, alasannya apa.apa gejala yg
membuat yakin harus ada AB. Kalo mengenai puyer juga begitu, ini harus di
racik bu.kenapa dok, karena gejalanya seperti ini, tandanya ini, sembuh
dengan obat ini di combine ini..ya sutra-lah.bukannya saya pasrah saja, tapi
secara logic bisa saya terima. Memang saya ga pernah sekolah medis ato
farmakologi.tapi setidaknya kita bisa mengambil informasi sebanyak2nya dr
luar...entah discuss dengan dokter (saat anak ga sakit, discuss bebas aja.),
trus jika ada temen yg punya sodara dokter, sempetkan waktu bertanya ini itu
terutama seputar penyakit yang sering menyerang anak, semisal batpil, radang
tenggorokan, diare, panas..

 

Duh jadi kepanjangan...

 

Salam,

Esti (Mama Arya 26 bln)

 

 

 

 

  _____  

From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Kennia
Sent: Wednesday, February 18, 2009 2:01 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] polemik puyer

 

dear moms semua..
ijinkan saya ikut nimbrung yah
saya cuma menambahkan yang disampaikan dr.nur anisa

Di kalangan para dokter sendiri, khususnya dokter anak, hal ini masih
menjadi perdebatan..
karena segala sesuatunya pasti ada kelebihan dan kekurangan.
Saya sendiri, selaku ibu yang punya anak, mengalami betul...
teori yg saya dapat di dunia medis, tidak selalu sesuai dengan apa yg saya
hadapi terhadap anak saya...

oleh sebab itu...sekali lagi, wajar bila ada pro dan kontra
Karena setiap orang punya sudut pandang berbeda-beda dan pengalaman
berbeda-beda.
tetapi tidak perlu menjadi perdebatan...

maaf, jangan sampai terjadi lagi kasus dulu (juga tentang puyer)yang sampai
rame di milist dan blog tetangga..
sedih aja, belum pernah bicara dan klarifikasi langsung tetapi jadi
merenggangkan hubungan.
Semoga moms semua bisa saling memahami satu sama lain.


salam,
kennia






Kirim email ke