Salam kenal, Setuju dok...selama puyer itu dibuat nd dikemas secara benar baik dosis maupun pembagiannya per kemasan harusnya gak kenapa2 ya... Sorry, saya cuma orang awam doank, tapi saya punya pendapat spt itu. Yang harus diperhatikan sebenarnya adalah apoteker yang meracik obat tersebut, utk selalu menjaga kebersihan tempat utk membuat puyer, spy jangan sampai tidak dibersihkan dari membuat 1 puyer ke puyer lainnya. Dan juga dosis yang benar, jangan sampai salah membaca resep dokter. Habisnya, kalo anak-anak mau dikasih apa lagi selain puyer. Anak saya malah tidak suka obat2 sirup, karena terlalu manis. Jadi mau gak mau harus ke dokter minta obat puyer.
Mama keshia (2,1 th) ________________________________ From: Nur Anisa <[email protected]> To: [email protected] Sent: Monday, February 16, 2009 9:55:43 PM Subject: [Ayahbunda-Online] polemik puyer nis ngerti perasaan para ibu2 pmilik dd2 kcl.tolong, jgn dulu kburu panik ya. saya menilai brita rcti tdk relevan, dia bcra dr sisi org awam. mana ada objektifitas diliat dari satu kasus dokter mj (brp juta dokter di indonesia?), knp yg jd pmbcra apoteker, bkn dokter? murahan ya, cm bs kritik. kasi solusi dong. kalo ngerasa lbh pinter dari dokter yg udh bertahun2 sekolah-apalagi udh smp sp anak. kami punya sumpah lho... nis menilai itu ga lbh buat narik iklan n rating semata. coba liat di milis dokter_kita ya. kami sdg memperdebatkan dsana. buat nis syrup n liquid lbh bahaya lho... dr.nur anisa alfi
