Dear Mbak Ari...
Kuncinya sabar. 
Mungkin Mbak Ari juga sedang dalam proses penyesuaian diri dari working mom ke 
full time mom.
Sama seperti saya dulu.....saya juga sempat stres, walaupun  menjadi FTM murni 
atas keinginan sendiri. 
Yang terbiasa "memegang" uang sendiri.....kemudian menjadi sangat bergantung pd 
suami dlm sisi finansial. Yg tadinya punya aktifitas sendiri dan mempunya dunia 
sendiri.....skrg dunia dan aktifitas kita hanya dari kamar, dapur dan anak2.
Itu semua wajar......
Saat itu pun saya pernah ribut dgn suami. Tp untungnya suami saya sangat 
memahami apa yg terjadi pd saya. Walaupun saya sering ditinggal ke luar 
kota.....bahkan bisa dikatagorikan "sering sekali"....tp hari sabtu minggu, 
suami saya memberikan waktunya utk saya dan anak2. Dan suami saya selalu 
berusaha pulang on time dari kantor. Istilahnya "tang go".
Sehingga kami bisa makan malam bersama anak2.

Ma'af......saya bukannya berbalik curhat. Tp saya mau menceritakan pengalaman 
saya. Saya tidak tahu bagaimana kondisi mbak ari sehari2. Jadi.....hanya mbak 
Ari bisa men settingnya....supaya bisa nyaman...nyaman di rumah...dan tetap 
nyaman berkomunikasi dgn suami. 
Bagaimana klu mbak ari ajak suami bicara dari hati ke hati? Jangan disaat dia 
cape. Ajak bicara saat week end. Atau saat keluar jalan2.....berdua. Utarakan 
apa isi hati dan keinginan mbak ari. Utarakan semuanya tanpa emosi. 
Jangan sampai.....ada perasaan......yg satu merasa tersisihkan.....dan yg 
satunya merasa selalu diserang.

Keadaan ini bisa jadi krn perubahan jadwal kebersamaan. Saat sama 
bekerja.....kebiasaan suami yg pendiam dan lebih senang duduk di depan komputer 
menjadi "penyelamat" mbak ari juga. Krn mbak Ari juga sudah lelah..... senang 
dengan  "kesendirian" utk beristirahat.
Demikian juga dgn suami. Menghabiskan waktu utk beristirahat di depan komputer.
Tapi sekarang berbeda.....mbak ari sudah seharian di rumah....dan butuh tempat 
mengobrol setelah seharian tanpa kawan bicara. 

Artinya......Mbak Ari dan suami harus dengan ikhlas menerima semua perubahan 
ini. Dan sama2 menyesuaikan diri dengan keadaan saat ini.
Suami saya juga termasuk org yg pendiam. Tapi dia berusaha utk mengajak saya 
bicara dan merespon jika saya bercerita pengalaman saya selama 1 hari itu.

Naaaah.....aku tidak tahu bagaimana caranya mbak ari bisa "menggiring" suami 
utk berbicara masalah ini.
Hanya mbak ari yg tahu.....supaya pembicaraa ini jadi enak tanpa melibatkan 
emosi.

Kesimpulannya....adalah sama2 mau membuka diri utk melakukan "KOMUNIKASI" dan 
sama2 mau "MERUBAH DIRI" dgn kondisi yg baru.

Semoga Mbak Ari bisa segera mendapatkan solusinya.
Ma'af jika kurang membantu



Regards,
YUSRI
email: [email protected]
YM: yusri_smpn1

Sent from my BlackBerry® wireless device

-----Original Message-----
From: Ari Sari <[email protected]>

Date: Wed, 13 May 2009 06:40:51 
To: <[email protected]>
Cc: <[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>
Subject: [Ayahbunda-Online] Curhat


Dear all
aku mau curhat sebentar dan minta sarannya,aku baru aja resign dan sekrg 
menjalani sbg ibu rumah tangga,aku berenti jujur karena kasian sama anakku yg 
sekarg jalan 8 bulan.Dear,aku punya suami yg  kurang perhatian..setiap hari dia 
kerja..berangkat pagi pulang malam,tapi disaat pulang kerja dia langsung ke 
meja komputer dan setelah itu tidur,aku sdh beberp kali komplaint tp kadang dia 
nerima kdg nolak alias marah,kalopun libur dia lbh sering main komput,bahkan 
berangkat kerjaun bukanya ngobrol tp main komputer,ada rasa kesepian 
nih..kasiannya sama anakku,pasahal klo dia main sama papahnya..matanya 
berbinar2..sebetulnya sih dia memang tipe kyk gt,tp kdg ada perasaan sedih 
aja..dan apakah aku juga harus kerja yah,tp kasian..klo dua2 nya sibuk..
Makasih yah...


      

Kirim email ke